Bab 1
Angel pov
"Baiklah baiklah Angel tau mom"
Tolong ingatkan aku hari apa ini, masih pagi buta tapi sudah mendapatkan siraman rohani..
Tidak bisakah Mommy ku itu bersimpati pada anak gadisnya ini yang baru beberapa jam terlelap, uh aku sangat kesal sekali jika harus berdebat dengan Mommy ku tersayang ini.
"Angel, bagai mana Jika Daddy mu tahu.?"
"Daddy tidak akan tahu mom, jika mommy tidak memberi tahu daddy"
"kali ini mommy akan lapor ke daddy, kesabaran mommy sudah habis"
Whatt....
"ayo lah mom, Angel janji tidak akan pulang larut malam lagi"
Ayolah ayolah kuharap wajah memelas ku yang imut ini akan berguna untuk membuJuk mommy
"larut malam, kau bahkan pulang dini hari Angel..mommy tidak bisa mentoleril sikapmu kali ini"
Oke ternyata wajahku ini sudah tidak mempan membujuk mommyku tersayang, ayo ayo putar otakmu Angel.
"ya sudah mommy boleh lapor daddy, paling daddy akan mengirim Angel ke tempat kak Gigi dan disana mommy tidak bisa mengawasi Angel lagi, bahkan Angel bisa pulang pagi sesuka hati Angel." oke ini jurus andalan terakhir ku.
"tidak akan...mommy akan bujuk daddy untuk mengirimmu ke asarama kusus perempuan"
"tapi mom.."
"tak ada bantahan apapun...lebih baik sekarang kau mandi dan 15 menit lagi mommy tunggu di bawah,!" setelah itu mommy pergi meninggalkanku yang masih mematung mendengarkan perkataanya....
Aaarrrgghhhhhh..!!!
Aku menjerit prustasi, ini semua gara gara Bela, jika saja semalam dia tidak meninggalkan ku di party nya Aslyn, pasti aku tidak akan pulang selarut itu No no dini hari...
Ya aku pulang bahkan pukul 2:30 ...
Itu sudah lebih dari jam malamku pukul 10:00 tidak boleh lebih.
Pantas saja mommy tidak mempan dengan bujuk rayu ku kali ini.
Sudah lah, nasi sudah menadi bubur mommy sudah terlanjur murka dan aku harus menerima kenyataan apa yang akan mommy laporkan ke daddy.
Waktunya sekarang bersiap untuk sekolah,
aarhhhh malasnya, mataku masih sangat mengantuk rasanya ingin sekali membenamkan wajah ini di bantal kesayanganku.
Tapi jangan berharap 15menit aku tidak turun kita akan melihat mommy ku berubah menjadi Mahakali..
15 menit kemudian.
Oke finish, aku melihat diriku di pantulan cermin, oke Angel its perfect...
Aku menuruni tangga dengan was was dan jantung yang berdegup kencang.
Tuhan ku mohon berilah rasa iba pada hamba mu ini.
Jangan sampai ancaman mommy tadi terkabul.
Aku masih ingin hidup tenang di rumah ini, No asrama.
Jika kau mengabulkan doa ku, aku berjanji aku tidak akan pulang larut malam lagi,aku mohon Tuhan ku mohon.!!
Oke sekarang mari kita lihat keajaiban apA yang akan terjadi.
"Morning dad" aku berjalan menghampiri Daddy yang sedang membaca koran dan aku cium pipi kirinya
Setelah itu aku mendudukan diriku di kursi sebelah Daddy
"morning princess"jawab daddy sambil tersenyum hangat ke arahku, itu pertanda mommy belum melaporkan apapun .
Aku melihat sekitar ruang makan tidak ada mommy
"mommy dimana dad.?"tanyaku
"kau mencari mommy.?"jawab mommy dari arah belakangku.
Aku pun berbalik ke arah mommy dan ku pasang senyum termanis ku...
"morning mom.!"aku beranjak dan mencium pipi kiri mommy
"mommy terlihat sangat cantik pagi ini, benarkan dad.?"ucap ku tulus sambil melihat ke arah daddy
"ya mommy mu memang selalu cantik setiap hari"jawab daddy
"apa itu semacam sogokan buat mommy.?"bisik mommy ke telingaku sambil menaikan sebelah halisnya, aku hanya memamerkan gigi putihku sebagai jawaban
Kami pun sarapan dengan tenang, sampai detik ini mommy belum membuka percakapan begitupun daddy, aku harap doaku tadi terkabul.
"mom bagaimana dengan kabar Gigi.?"tanya daddy
"dia akan pulang sekitar dua minggu lagi dad."
"seriously, kak Gigi akan pulang, kenapa dia tidak memberitahu Angel."pekik ku antusias.
Ahh kak Gigi aku sangat merindukannya, kaka tersayangku satu satunya,
kami tidak bertemu selama satu tahun karena kuliahnya yang katanya sibuk, entahlah apa kampusnya tidak ada libur semester aku fikir, sehingga dia tidak pulang selama itu...
Kakak ku Gisela Danilova dia berbeda empat tahun dengan ku, sekarang dia kuliah di new york.
Dia sangat cantik, anggun, pintar dan baik hati,bahkan aku sendiri sebagai perempuan menyukai nya apalagi para kaum adam.
Hanya saja dia terlalu pemilih untuk menentukan seorang pasangan.
Bahkan dia bisa menujuk siapa saja untuk menjadi kekasihnya tanpa ada halangan yang berarti, namun apa boleh buat dia terlalu teliti untuk urusan itu.
"baguslah, Gigi sudah lama tidak pulang dan kau Angel bagai mana sekolahmu.?"lanjut daddy
"baik Dad, sebentar lagi ujian semeste.r"jawabku
"oke belajar yang rajin, daddy harap peringkatmu tidak turun"jawab daddy dengan senyum hangatnya.
"sure dad."jawabku
Aku memang tergolong anak yang pintar bahkan aku adalah juara umum disekolahku, bangganya diri ini.
Menurutku isi otak memang penting bukan hanya paras cantik. Aku ingin seperti ka Gigi ku.
"mom...daddy berangkat dulu."ucap daddy sambil berjalan ke arah mommy dan mengecup pipi mommy dan selanjutnya aku...
Setelah daddy pergi, aku melihat mommy yang sedang membereskan meja dan sedari tadi mommy tidak berkomentar apapun tentangku.
ah betapa senangnya hati ini, ku pun langsung berlalari kearah mommy dan memeluknya erat
"aahhh mom tanks...mmmmuuaaahhh...mmuahhh..mmuahhh.,!!"teriak ku bahagia sambil memeluk mommy erat
"ini yang terakhir kali Angel, setelah itu mommy tidak akan membiarkannya lagi"jawab Mommy.
"yes mom.!"jawabku dengan sikap siaga dan memberi hormat kepada mommy
"dasarrr anak nakal.,!"ucap mommy sambil memencet hidungku dan memelukku
"aku sayangg mommy.."ucap ku
"mommy tahh"
"Angel berangkat dulu mom..mmuaaahhh"aku pun berlalu untuk pergi sekolah...
Aku tahu mommy sangat sangat menyayangiku dan tidak akan tega anak bungsunya ini harus pergi jauh darinya, tidak seperti ancamannya tadi.
Aku pun melangkahkan kaki ku menuju mobil minicoper kesayangnku...
"hallo Bell dimana?"
" di Sekolah...kau dimana"
"aku sedang di jalan dan aku harap ada yang tidak lupa dengan kejadian semalam"ucap ku namun
Tut tut tut
Shit dia metuskan telpon sepihak, oke Bella kita lihat apa yang bisa Angelina danilova lakukan.