"bukankah tadi sangat keterlaluan."gerutu angel dengan wajah memerah dan peluh membasahi wajahnya
"sudahlah...itu juga salah lo sih."jawab bela
Angelpun langsung menghentikan langkahnya dan menatap bela dengan tatapan membunuh
"lo ngebela guru sialan itu?"tanya angel emosi
"bukan gitu..ya lo juga udah tau giliran lo...lo nya malah asik mainin handphone.."jawab bela
"selama ini bahkan pak james gak berani sampe ngambil handphone gue...nah dia guru baru sialan berani beraninya ngejabel handphone gue issshhhhh kesel gue."ucap angel sambil menghentakan kakinya
"ya udah lah ntar juga dibalikin lagi...kalau enggak juga lo tinggal beli handphone baru"jawab aslyn
"gue gak mempermaslahkan handphonenya tapi isi didalamnya"jawab angel
"emangnya isinya ada apa.? "tanya bela
"kepo lo"jawab angel
"jangan bilang ada folder +21"tanya bela dengan membekap mulutnya tak percaya sambil menatap angel
Angelpun membulatkan matanya dan sepersekian detik angel menjentik jidat bela
"lo gila ya...sakit tau"
"omongan lo gak bisa disaring apa.?"ucap angel
"gue kan cuman nanya...emang isi penting apa sih yang ada d hp lo.."jawab bela
Angel tidak menjawab dan hanya terus menggigit kukunya...
Ya kebiasaan angel saat panik atau gugup angel memang sering menggigit kuku jarinya...itu kebiasaannya sejak kecil
"aaarrrrgggggggg keselll gue.."teriak angel membuat seisi kantin malihat kearahnya...
Angel pun berdiri dan berlalu meninggalkan ke dua sahabatnya dan juga mengabaikan tatapan seluruh murid yang sedang menatapnya
Angel terus saja mendumel sepanjang jalan...sampai sampai....
"aaawwwwww."entah sudah berapa kali angel menabrak seseorang
Angel pun mendongak hendak memaki maki orang yang sudah menabraknya...namun saat mulutnya hendak terbuka..suara berat dan seksi mendahuluinya
"tidak bisakah kau berjalan dengan benar...ini sudah ke tiga kalinya kau menabrakku"ucap max...
ya lagi lagi angel bertabrakan dengan max..
Namun tunggu 3x...angel tidak mungkin salah hitung..dia rasa baru 2x bertabrakan dengan Max...
"dasar ceroboh...iishh lihatlah bahkan ini ke dua kalinya kau menumpahkan minuman ke bajuku"jelas max
What...apalagi ini batin angel dengan masih terdian di tempat
"sekarang temui aku di ruangaku."ucap max kemudian berlalu meninggalkan Angel yang masih mematung
Angel merutuki kebodohannya apabila sudah berhadapan dengan max lidahnya berubah menjadi kelu dan tidak bisa berkata apa apa
Shiitt dasar guru sialan gerutu angel sambil terus berlalu berjalan ke kelas
"males gue nemuin tuh guru...siapa dia berani berani merintah gue "guman angel dengan wajah kesal...
Namun detik kemudian angel mengubah arahnya menuju ruangan max...
"tapi gue masih sayang sama isi handphone gue"gumamnya mempercepat langkahnya menuju ruangan max....
Angel pov
Tok tok tok
Aku mulai mengetuk pintu ruangan guru sialan itu
"masuk."jawabnya dari dalam
Akupun langsung masuk...aarrgghhh kalau saja tidak memikirkan ponselku...malas rasanya harus berhadapan dengan guru olahraga ini ....
Lihatlah dia dengan sombongnya menatapku dari atas sampai bawah...aku tau aku sangat cantik...aku juga tidak akan heran kalau dia mengagumiku...
"Angelina danilova...jadi kau dari keluarga Danilova...adik dari gisela danilova..."tanya membuatku sedikit heran, dari mana dia tau kak gigi...?
Oh aku lupa keluarga kami memang sangat terkenal..jadi tidak heran kalau dia juga mengetahuinya...
"kau sangat berbeda dengan gigi...apakah benar kau adik kandungnya..."tanya nya. Jadi apa maksud dari pertanyaanya itu..apakah pujian atau hinaan....
"maksud anda.?"akupun mulai bertanya
"gigi berbeda denganmu..dia cantik..smart..anggun dan........."perkataanya menggantung
"dia ramah..murah senyum."lanjutnya
Helloww lalu merutnya gue gak cantik...gue gak smart dan gue.......arrgghhhhh berani sekali dia membanding bandingkan seorang angelina...
"saya juga cantik..smart..dan anggun bahkan saya sangat ramah..."jawabku dengan percacaya diri...
"ouh ya...aku meragukannya."jawabnya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiriku...dia berdiri sambil bersandar ke meja dengan tangan terlipat ke dada...dia menatap lekat wajahku...
"ya kau cantik...aku setuju..."jawabnya...of cours tidak ada yang bisa membantah itu..
"aku dengar kau juga memang pintar."tentu itu sudah terbukti batinku tersenyum
"tapi kau tetap berbeda dengan gigi..kau begitu ceroboh...urakan..tidak punya sopan santun...dan sangat angkuh..."ucapnya dengan dingin
What siapa dia berani menilai diri seorang angelina danilova...
"maaf anda tidak berhak menilai seseorang apalagi menjelek jelekannya."aku sudah tidak bisa menahan emosi lagi..rasanya ingin sekali mencaci makinya...dasar guru sok kegantengan....
"saya hanya menyebutkan fakta."jawabnya...
Fakta apanya...dari segi apa dia mempunyai pemikiran fakta tentang diriku cihhh dasar....
"pertama kau ceroboh..kau sudah menabrakku sebanyak 3x dan menumpahkan minuman kebajuku sebanyak 2x"jelasnya oke aku akan bertanya apakah hitungannya tidak salah...akupun hendak bertanya namun
"kedua kau tidak punya sopan santun...setelah menabrak dan menumpahkan minuman bahkan kau tidak meminta maaf sedikitpun."jelasnya kembali...oke karena aku terlalu muak melihatmu...lagi pula itupun bukan hanya kesalahanku..dianya saja yang selalu menghalangi jalanku
"ketiga urakan...lihat lah penampilanmu...ini di sekolah bukan club malam...tidak seharusnya kau berpenampilan minim Seperti ini..bukan kah sekolah ini mempunyai standar dalam berpakaian"jelasnya membuatku muak...
"ke empat kau sangat angkuhh..kau...."
"cukuppp anda tidak berhak mengkritik seseorang...tidak bisakah anda memperbaiki diri anda saja tanpa harus menilai diri orang lain."aargh ingin rasanya aku berkata k********r di depan wajahnya
"dan satu lagi apakah anda tidak salah berhitung..kita baru saja bertemu tadi pagi...lalu bagaimana bisa aku menabrak anda sebanyak itu"tanyaku
Dia tersenyum tipis kearahku dia berjalan mendekat ke arahku...terus mendekat hingga jarak antara wajahku dengannya hanya sekitar 5cm...dia mensejajarkan pandangannya denganku
"apakah kau tidak ingat dengan seorang pria di club semalam"bisiknya di dekat telingaku bahkan nafas mint nya bisa tercium..
Aku pun langsung membulatkan mata dan membekap mulutku...
Jadi dia pria yang semalam d club saat partynya aslyn...
Dia pria b******k yang sudah berani menciumku...argh fix gue memang sangat membencinya...ternyata kesan pertama memang tidak akan pernah salah...
Max mulai menjauhkan Wajahnya dan menatapku lekat...
"apakah kau mengingatku Angelina...atau apakah aku harus membantu mu untuk mengingat kejadian semalam"ucap nya sambil mengerlingkan sebelah matanya kepadaku
Whatttt mengingatkannn...
Dia mulai mendekat kembali kearahku..mendekatkan wajahnya...tangannya mulai terangkat membelai pipi kiriku dan sepercenti meterlagi bibir kami akan bersentuhan...namun tak semudah itu maxim maurer
Rasakan ini...
"go to hell.!!"teriak ku
Buuggggghh
"aarrgggghhhhh..!!"aku bisa mendengarnya terpekik dan melihatnya kesakitan sambil memegang juniornya...
Itulah akibatnya jika bermain main dengan angelina...
Argghhhh bebanku rasanya luruh semua dari pundaku setelah menyerangnya..
Akupun tak menghiraukan umpatannya dan wajah kesakitanya..aku memilih pergi meninggalkan ruangan ini