"Alvira tidak akan bersikap rendahan memeluk bukan mahram. Andre, adik persusuan Alvira," ucap Farel dengan nada datar, dan wajah yang menampilkan permusuhannya. "Vir, ikut gue. Ada banyak yang harus kita selesaikan," lanjut Farel. Alvira menatapku lama, sorot matanya seakan memohon aku mengizinkan untuk berbicara berdua. "Ka..." "Selesaikan disini!" potongku saat Alvira akan menyuarakan isi hatinya. "Gue cuma butuh menyelesaikan masalah dengan Alvira. Vir gue tunggu lo disana!" tegas Farel dengan menunjuk pantry yang kosong, namun masih terlihat dari ruang keluarga. Farel sudah pergi, Alvira belum mengeluarkan suara dan masih berdiri di tempatnya. Sedangkan Rissa dan Andre menatap kami bingung. Suasana menjadi hening. Meskipun aku tidak memperhatikan sekitarku. Namun jika

