Emosi Berlebih

2208 Kata

Menjadi siklus rutin, setiap jam tiga pagi aku selalu terbangun dari tidurku. Dan ini hari kelima setiap aku bangun, tidak menemukan sosok Kak Andika di tempat tidur. Aku mengikat asal rambutku dengan turun dari tempat tidur. Ku dekati kamar mandi yang tertutup sebelum akhirnya mengetok pintu.   "Kak Dika di dalam?" Tidak ada sahutan, namun terdengar suara air di wastafel, cukup menjadi jawaban ada orang di dalam.   "Kak tidak apa-apa?" tanyaku lagi. Bukan jawaban namun pintu yang terbuka dan menampilkan wajah pucat Kak Dika.   Tubuh yang lemah itu langsung aku peluk dan membawa ke tempat tidur. "Besok ke dokter saja ya Kak," pintaku yang sudah mendudukkan Kak Dika di tempat tidur dengan sandaran kepala yang sudah di sanggah bantal.   "Tidak usah. Toh kalau siang aku juga tidak ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN