Jangan sekarang aku masih emosi

1817 Kata

Pening, itu yang pertama kali aku rasakan saat berusaha menyesuaikan mata dengan cahaya lampu. Bau obat-obatan yang begitu kuat masuk dalam indra penciumanku membuatku mual. Aku berusaha bangun.   Huek..,   Rasa mual yang begitu pekat, beruntungnya aku tidak sampai muntah di atas bankar ini. Bankar, ruangan serba putih dan Allah, ini di rumah sakit. Teringat apa yang terjadi sebelum semua menjadi gelap. Janinku? secara reflek tanganku memegang perutku. 'Baby, semoga kamu bertahan di rahim bunda' doaku dalam hati.   Huek..,   Rasa mual kembali pekat, aku langsung menoleh mencari sesuatu yang bisa aku makan atau minum. Sebelum aku pingsan lagi. Alhmadulillah, diatas nakas ada segelas air putih. Dengan sisa tenaga yang ada aku berusaha menjangkau gelas tersebut.   Segelas air yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN