Alhafiz keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit tubuh bagian bawahnya. Tetesan airnnya masih terus turun ke tubuhnya walaupun ia sudah mengeringkannya dengan handuk. Ia segera memakai kaos serta celana pendek selutut dan buru-buru keluar dari kamar, karena penasaran di mana Adinda berada. Saat ia mandi, Adinda masih duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Hafiz hanya tengak-tengok mencari keberadaan perempuan itu tanpa memanggil namanya. Ia menyingkirkan tirai jendela depan dan tidak menemukan ada Adinda di luar sana, entah di mana perempuan itu berada. Hafiz kembali ke ruang tengah apartemennya, langkahnya sontak berhenti saat mendengar isak tangis dari arah balkon. Adinda jongkok di sudut balkon sambil menangis. Hafiz tentu saja membeku di tempatnya, karena itu per

