Blurry

1976 Kata

Hafiz masih berdiri di posisinya walau Adinda sudah pergi lebih dari dua puluh menit yang lalu. Tatapannya masih menatap bekas kepergian Adinda. Ia tidak menghalangi istrinya yang berlalu pergi. Ia membiarkannya begitu saja dengan isi kepala sibuk memikirkan kata demi kata yang meluncur dari bibir istrinya. Pikirannya terlalu terkejut, tidak pernah membayangkan jika Adinda akan mengatakan itu semua padanya. Kini Hafiz merasakan dilema, benarkah yang Adinda katakan? Apakah ia memiliki sebesit rasa malu dalam dirinya karena masa lalu Adinda? Apakah benar ia membatasi kehidupan Adinda dengan mengurungnya di dalam apartemen dan hanya bergaul dengannya? “Mas Hafiz?” Suara Aulia, adik kandungnya, memanggil namanya sambil menyentuh pundak kanannya. “Mas ngapain di sini? Tadi aku lihat orang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN