Hafiz menekan tombol kunci apartemennya dengan lemas. Sudah lebih dari empat jam ia mencari keberadaan Adinda, tetapi tak kunjung ia temukan. Ia tak tahu di mana Adinda bersembunyi. Ia sudah mencoba mencari di seluruh kafe yang berada di sepanjang perjalanan. Ia bahkan juga mengunjungi rumah lama Adinda, tetapi rupanya rumah itu sudah ditempati oleh orang lain. Ponsel wanita itu sudah mati dan tidak ada respons yang ia dapatkan. Nyatanya, ia tidak tau ke mana harus mencari istrinya. Tidak ada yang ia tahu tentang wanita itu, dan kenyataan itu seakan menampar dirinya lagi. Ia memang tidak tahu apa-apa tentang Adinda. Mungkin apa yang Adinda katakan benar jika yang ia lakukan hanya mengurung wanita itu di dalam apartemen. Setelah masuk ke dalam apartemen, Hafiz langsung menjatuhkan tubuhny

