Unspoken Feelings

2057 Kata

“Kamu mau teh?” Adinda menarik satu kursi dan duduk manis. Ia mengangguk sambil menatap Hafiz yang kini mendekati kompor. “Nggak usah manis-manis, udah cukup liat kamu.” Senyum lebar Hafiz langsung terlihat di wajahnya. Adinda sudah kembali menjadi dirinya yang sering menggodanya. “Udah laper lagi belum?” Adinda kembali mengangguk dengan cepat mendengar pertanyaan Hafiz. Padahal setelah Hafiz menjemputnya, mereka tidak langsung pulang melainkan berkencan sampai malam. Hafiz melakukan apa pun yang istrinya inginkan. “Mau nasi goreng pake telor ceplok,” pinta Adinda dengan senyum manisnya. “Siap, kamu mandi aja dulu.” Adinda lantas berdiri dari duduknya. Namun, sebelum ia beranjak ke kamar, ia mendekati Hafiz dan mengecup pipi pria itu singkat sebelum pergi dengan langkah cepatnya.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN