Rasanya umur Adinda baru saja berkurang 10 tahun. Hampir 15 menit ia berjalan seperti siput hanya untuk membawa senampan gelas ke atas meja seperti yang diperintahkan Bagas untuknya. Begitu nampan berisi gelas itu berhasil ia susun di atas meja, barulah Adinda bisa menghela napas panjang. Ia menyeka keringatnya yang membanjiri pelipisnya. Rasanya lebih gugup dan menakutkan daripada tinggal di rumah berhantu. Setelah ini gue mungkin bisa minta naik gaji sama Mas Hendra. Haha tapi hanya dalam mimpi, Dinda. Adinda tersenyum geli mendengar harapan kecil dalam pikirannya. Berharap naik gaji setelah Mahesa bahkan mengumumkan akan memotong gaji pertamanya? Mimpi memang hal paling indah sebelum menerima realita yang menyakitkan. "SAH!!" Mendengar teriakan yang menggema itu membuat Adinda sontak

