"TIDAK!" kata Vanya dengan tegas. Perempuan yang sudah berumur hampir kepala tiga itu menatap Deka dengan nyalang. Ini sudah ratusan kali suaminya meminta dirinya untuk melakukan histerektomi. Pengangkatan rahim? Tentu saja Vanya keberatan untuk melakukan hal itu. Vanya sudah memimpikan bahwa rumahnya akan diisi oleh suara tangis dan tawa anak-anak mereka. Dan dirinya juga sudah berjanji kepada putranya untuk memberinya seorang adik yang lucu. "Sayang, ini semua demi kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu," balas Deka dengan muka yang sedikit frustasi. Entah sudah berapa kali dirinya membujuk Vanya. Rasa-rasanya lima tahun ini terasa sia-sia. Putranya, Devan Cladio Grillmo sudah duduk di bangku taman kanak-kanak. Tentu Deka dan Vanya sangat menjaga putra pertamanya itu. Di mana lahir sebaga

