"MAMA, PAPA," teriak bocah laki-laki itu dengan nyaring sambil menggedor pintu orang tuanya. Vanya dan Deka yang tengah bergelung dengan selimut untuk menghangatkan tubuh pun sedikit merasa terganggu dengan gedoran pintu itu. Vanya yang pertama kali menyadari bahwa hari sudah pagi. Dia menatap ke arah sampingnya, Deka masih nyaman dengan dunia mimpi. Perlahan-lahan perempuan itu turun dari ranjang, memakai bajunya asal karena semalam mereka habis berolahraga. Tidak, itu adalah hukuman yang Deka berikan padanya. Perempuan yang sudah berada di kepala tiga itu segera membuka pintu kamarnya, dan terpampanglah Devan yang sudah rapi menggunakan seragam sekolahnya. Vanya pun melongo terkejut, lantas dia segera menengok jam dinding di dalam kamarnya yang menunjukkan hampir pukul setengah tujuh. As

