Hari-hari berlalu begitu sulit bagi Vanya. Perutnya sering kali nyeri, dan dia sudah memperhitungkan kapan bulanannya akan datang. Namun, kali ini hal itu tidak terjadi. Vanya dirundung kegelisahan. Untuk itu dia mencoba memeriksakan diri ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Deka tentunya. Dokter Aina kembali menangani Vanya. Sebenarnya Vanya tidak begitu yakin untuk memeriksakan diri kepada dokter tersebut. Namun, beberapa dokter sedang sibuk dan hanya beliaulah yang kosong. Dengan sangat hati-hati Dokter Aina memeriksa kesehatan pasiennya. Dari detak jantung, mata, mulut, semuanya ia periksa. Setelah selesai pemeriksaan, beliau meminta berbicara sedikit dengan Vanya. "Ibu Vanya akhir-akhir sudah sering merasakan perut sakit?" tanyanya dan diangguki oleh Vanya. "Kapan terakhir Anda dapat

