Gelak tawa seorang Vanya masih saja memenuhi ruangannya. Perempuan itu sama sekali tidak berniat untuk menghentikan suara tawanya. Ini terlalu lucu. Bertolak belakang dengan Vanya, perempuan yang ada di depannya sejak tadi memberengut kesal, wajah cemberut dan kesalnya tampak sekali di wajahnya itu. Ditambah lagi dengan suara tawa sahabatnya yang menyebalkan ini. "Vanya udah berhenti! Gue semakin kesal kalau lo ketawa mulu," protes Gladis. Vanya pun mencoba mengatur pernapasannya. Tertawa membuat napasnya sedikit tersengal. "Ya habisnya lo lucu banget, sih," balas Vanya yang sesekali ingin tertawa kembali tapi dia tahan. "Lucu lo bilang? Lucu pala lo peyang! Sumpah ya gue kesal sama lo dan suami lo itu. Gue gak pernah ketemu spesies yang menyebalkan seperti kalian berdua ini. Udah ah!

