"Dasar laki-laki! Ada yang mulus dikit aja langsung lupa sama istrinya. Dasar! Arrgghh, auk deh. Kesal!" Vanya terus saja menggerutu hingga tanpa sadar dia berjalan cukup jauh dan sampai di sebuah taman kecil. Menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi menerbangkan beberapa helaian rambutnya. Damai, tapi cukup dingin, mengingat dia memakai baju yang cukup terbuka. "Sial! Lagi-lagi Gladis buat gue kedinginan," omel Vanya sambil sesekali menggosokkan kedua tangannya untuk mencari kehangatan. Namun, tiba-tiba saja dia merasakan sebuah jas menutupi punggungnya. Ia pun menoleh dan mendapati Deka tengah berdiri di sampingnya dengan senyum manis terpancar di wajahnya itu. Vanya pun melengos, enggan untuk melihat wajah Deka yang sepertinya tengah bahagia. Senang? Tentu saja. Dia, kan, baru saja b

