BAB 15

2189 Kata

Beberapa hari ini keduanya tidak bertegur sapa. Lebih tepatnya Vanya enggan untuk menjawab semua kata yang keluar dari mulut Deka. Dia masih kesal dengan laki-laki itu. Dan membuat dirinya semakin kesal ketika mendapati Deka berjumpa kembali dengan Zee, dan itu di depan matanya sendiri. Saat itu Vanya tengah membahas kerja sama mereka di sebuah cafe. Masih ingat dengan Bagas, kan? Keduanya membahas kerja sama mereka. Awalnya Vanya meminta untuk berbicara di kantor saja, namun Bagas meminta untuk mereka bertemu di cafe supaya lebih santai. Tentunya bukan hanya mereka berdua yang datang. Ada Gladis yang menemani Vanya, serta sekretaris Bagas yang menemani laki-laki itu. "Van, itu bukannya Deka, ya?" bisik Gladis kepada sahabatnya. Dan sontak saja Vanya mengikuti arah pandangan sahabatnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN