"Aaawww. Pelan-pelan, dong!" protes Vanya kesal, sedangkan Deka hanya tertawa dan kembali melanjutkan kegiatannya. "Ya, maaf," balas Deka. "Shhh ... aaaiiisshh ... sa-kit, De-ka pelan-pelan," ucap Vanya yang meringis menahan sakit atas tindakan yang dilakukan laki-laki itu. "Tahan sebentar, bentar lagi juga gak sakit. Enakan," jawab Deka yang kembali melanjutkan kegiatannya. Kegiatan itu berlangsung kurang lebih selama satu jam lamanya. Di mana terdengar rintihan dari Vanya sedangkan Deka menulikan indra pendengarnya. "Hiks ... lo jahat banget, sih sama gue," rintih Vanya yang sejak tadi terbaring di kasur. "Jahat? Kamu bilang aku jahat? Jelas-jelas aku bantu kamu. Itu gara-gara sifat keras kepala kamu yang nggak bisa dihilangin. Udah aku bilang hati-hati karena tangganya licin, kamu

