Part 12 Pemain Idola

1140 Kata
Alzio tengah login di ID utamanya yaitu Macan Belang, dia harus mengejar ketertinggalan karena sudah beberapa waktu tidak on. Alzio terlalu asyik bermain bersama Kelly. Mau bagaimana lagi, perempuan itu berhasil menarik perhatiannya sejak pertama kali mereka berjumpa di dunia maya. Penggemarnya kaget begitu melihatnya online, mereka buru-buru mengirimkan banyak hadiah dan berharap agar Alzio tidak pensiun. Mereka juga menginginkan Alzio merebut lagi top global satu. Alzio juga banyak menerima pesan untuk bergabung di klub profesional, dia saat ini tidak bisa melakukan itu. Alzio memiliki pekerjaan di dunia nyata, dan dia tidak ingin fokusnya menjadi sangat terbagi. Bermain game, awalnya hanyalah hobi. Sekalipun dia amat hebat untuk itu. Mengetahui dia tengah online di akun utama bukan hanya para fansnya yang bersemangat, namun Rony dan El segera masuk ke ruangan khusus tempat Alzio bermain game. Padahal, terkadang dia juga bermain di kamarnya. "Zio, kau on?" El berteriak. Ternyata mereka ada di rumahnya, sejak tadi Alzio tidak menangkap keberadaan El dan Rony. Mereka pastilah sudah menganggap rumahnya sebagai rumah sendiri. Rony menarik kursi dan duduk di belakangnya. Padahal mereka bisa menonton secara streaming, kenapa malah memilih menempel seperti itu? keluh Zio. Menganggu konsentrasi saja. Alzio diam dan mengabaikan kehadiran teman-temannya. "Padahal, sudah beberapa minggu tidak online, tapi kemampuan masih luar biasa." El berkata penuh kekaguman, diakui oleh Rony juga. "Dia sibuk menggendong player cewek." Rony terbahak. Istilah menggendong dalam COS artinya seorang player yang jago bermain bersama player yang kurang jaga untuk naik level. Biasanya itu dilakukan terhadap teman atau pacar. "Padahal aku saja dikata-katain dulu, karena mabar bersama cewek." Rony melanjutkan. "Bisa diam? Aku butuh konsentrasi." Alzio berkata. Tapi Rony terus menyerocos, sampai ditegur oleh El. Itulah teman-temannya, selalu menjadi pengganggu yang tidak tahu diri. Walau begitu, kalau mereka tidak ada, rasanya sepi juga. Dan sampai sekarang mereka tidak mengungkapkan identitas asli Macan Belang ke publik sudah merupakan komitmen yang luar biasa, terutama Rony yang selalu banyak bicara. Belakangan ini orang-orang semakin penasaran dengan identitas asli Macan Belang, sebenarnya ada beberapa pemain yang jago dan menyembunyikan identitasnya juga. Namun, Alzio adalah orang yang masuk ke rank tiga besar global. Itu membuat semua orang berlomba-lomba mengungkap identitasnya. Bahkan tak jarang, para pemain yang terkenal melalui kadang-kadang media sosial lain. Mengatakan kalau mereka menjadikan Macan Belang sebagai panutan. Kemisteriusan dan kelihaiannya dalam bermain, membuat Macan Belang terus digadang-gadang sebagai player legendaris. Dan layak dijadikan idola. Menurut Alzio sendiri, kalimat itu sedikit berlebihan. Dia hanya bermain biasa walaupun terkadang, dia memiliki mata dan strategi yang lebih fokus pada game tersebut. Lucunya, saat dia bermain dengan menggunakan ID Semut Merah dan bermain bersama Kelly, dia kerap bermain asal-asalan dan tidak terlalu serius. Karena level itu, terlalu rendah untuknya. Walau demikian, Kelly selalu menyebutnya sangat jago. Bahkan setiap hari, mengiriminya hadiah-hadiah. Padahal Alzio berkata kalau itu tidak penting, dia khawatir kalau perempuan menghabiskan uang jajannya dan uang sakunya untuk membeli sacred stone. Walaupun dibantah oleh Kelly. Dia bilang dia masih bisa jajan, sekalipun Alzio meragukan itu. Saat ini, Kelly berkata kalau dia akan pergi ke mall bersama teman-temannya. Karena itu, Alzio bermain di akun utamanya. "Aku nggak tahu apa yang akan di katakan oleh princess seandainya dia tahu aku mengenal Macan Belang." Rony berdecak. Princess adalah teman mabar Rony yang belakangan menjalin hubungan asmara secara virtual dengannya. "Dia tau, Zio?" El bertanya. "Hampir semua pemain COS akan mengetahui soal Macan Belang, terutama orang-orang yang aktif bermain dan mengikuti perkembangan COS." "Kalau begitu tinggal menunggu waktu dia akan meninggalkan player nub sepertimu," ejek El. "Sialan kau, El." Rony merutuk. "Bukan rahasia lagi kalau player Cewek di Cos, mereka berpasangan dengan player yang bisa menggendongnya ke level tinggi. Tapi saat dia berada di level yang lebih tinggi, dia akan mencari orang lain yang lebih jago. Dan Rony bersiaplah untuk patah hati, Aku hanya mengingatkanmu." El berkata lagi. Rony mendengus. "Aku jago tahu, apalagi kami bersama-sama menuju level yang lebih tinggi." Rony masih tidak terima dengan perkataan El. Itu El membuat tertawa terbahak-bahak. "Kau nggak perlu khawatir, aku dan Princess, putuskan untuk bertemu minggu depan. Aku akan mendatanginya, jadi sebentar lagi kami tidak menjalani hubungan virtual tetapi real life." Rony membanggakan diri. "Baguslah kalau begitu, aku berdoa untuk kesenanganmu, Ron." "Kalimat itu harusnya kebahagiaan bukan kesenangan, pasti ada arti lain di balik itu." Rony mendengus. "Kau selalu berpikir jelek tentang aku, padahal aku tulus." El semakin tertawa kencang. Padahal El termasuk orang yang tidak banyak bicara, tetapi kalau bersama Alzio dan Rony sisi lainnya muncul, terutama terhadap Rony, dia sering sekali menyudutkan dan mengejek Rony. Apalagi terkadang, tingkah Rony memang sedikit tidak masuk akal dan menyebalkan. Mereka kembali fokus melihat permainan dari Alzio, mereka berdecak melihat bagaimana kelincahan tangan Alzio. Wajar saja banyak yang mengidolakan pria itu, selain memang sosoknya yang misterius dan jauh dari publisitas menjadi nilai tambah. Orang-orang tidak akan bisa mencari skandal tentangnya, karena dia memang tidak diketahui kehidupannya di dunia nyata. Tapi, Rony dan El yakin, seandainya identitas Al juga terungkap. Fansnya akan semakin banyak, Alzio seorang pria yang tampan, menarik juga merupakan seorang pengusaha muda yang telah mapan. Perempuan yang menjadi kekasihnya nanti, pastilah amat beruntung. Apalagi, dia juga orang yang setia. Rony dan El mengetahui kalau Alzio tidak pernah genit pada perempuan selama ini, sekalipun memiliki banyak orang yang menyukainya. Sebenarnya beberapa waktu belakangan, Rony dan El telah berusaha untuk mengungkap dengan siapa Alzio bermain. Tetapi, dia masih menutup mulutnya rapat-rapat. Itu adalah tabiat Alzio, dia juga sedikit tertutup mengenai kehidupan pribadinya. Sekalipun, Rony dan El telah sangat dekat dengannya seperti seorang saudara. Alzio tidak akan mengatakan apa-apa, sampai semuanya pasti. "Sepertinya Zio akan main cukup lama, aku akan membuat mie goreng." Rony berkata dengan senyum sumringah. "Aku mau. Kau bagaimana, Al?" Alzio mengangguk, sekalipun dia memiliki seorang asisten rumah tangga untuk memasak. Tawaran mie instan cukup menggoda. Rony bergegas keluar dari ruangan, sebenarnya, dia cukup rajin. Rony menumpang di rumah Alzio dan beberapa kali dia mengurus rumah, seperti merapikan taman dan lain-lain. Bahkan bisa dikatakan, lebih rajin ketimbang Alzio sendiri. Mungkin itulah sisi positifnya, di balik begitu banyak kekurangan. Lagipula, Rony juga amat setia kawan. Dia selalu siap sedia, ketika Alzio ataupun El membutuhkan bantuan. Alzio kembali fokus pada permainannya, sebentar lagi, mereka akan menang. Kali ini dia bermain dalam tim, terkadang di level yang tinggi sedikit sulit bermain solo. Tetapi, Alzio juga memiliki banyak teman-teman pro player di list-nya yang tidak akan keberatan bermain bersamanya. Kalau dia memperhatikan list daftar penontonnya yang cukup banyak. Terkadang Alzio jadi heran, kenapa mereka begitu betah menonton permainan game-nya? Bahkan memberikan hadiah yang mahal-mahal. Mendadak matanya bersirobok dengan sebuah ID. Itu adalah ID Kelly, rambut merah. Kening Alzio berkerut, Kelly tidak pernah berkata kalau dia menggemari macan belang. Tapi bisa saja itu, ID yang sama. Pasti ada orang yang juga menggunakan ID itu juga selain Kelly. Perempuan itu sedang ke mall bersama temannya, dia tidak mungkin menonton live streaming, Alzio berkata pada dirinya sendiri. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN