Bagian 21

777 Kata
Malam harinya,Lina dan Reyhan sedang duduk berdua didepan televisi.Sedangkan Lenta sedang berada dikamarnya. "Abang kita jalan jalan ayo."ajak Lina. "Mau kemana?Udah malem." "Jalan jalan,Lina bosen dirumah.Apalagi besok kan masih libur,Lina pengin jalan jalan." "Yaudah,kita ke atas dulu ganti pake baju hangat.Oke?" "Oke!!" Saat Lina dan Reyhan hendak bangkit dari duduknya,Lenta turun dari tangga dengan memggunakan celana hotpants dan white outfit dengan polesan make up dan sepatu high hellsnya. "Bagi gue duit Rey" minta Lenta. "Mau kemana?" "Bukan urusan Lo, sekarang bagi gue duit.Kata bokap gue harus minta duit sama Lo." "Jelas urusan Lo udah jadi urusan gue." "Gue ga perlu Lo ngurusin gue!Gue cuma mau minta duit.Gue mau hangout bareng temen temen gue!" "Gak." "Rey Lo kok nyebelin si! Lo tuh ga asik banget! Giliran Lina yang minta langsung Lo kasih!" Ucap Lenta dengan melihat ke arah Lina sinis.Lina yang merasa dirinya terbawa pun melihat ke arah Lenta. "Kok jadi Lina si kak?" tanya Lina "Ya emang elo!" "Lo tuh apa apaan si?Lina masih kecil aja Lo masih ajak dia debat!.Lina masuk ke kamar dulu ya,Abang sama kakak mau ngobrol dulu." ujar Reyhan.Lina hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamarnya. "Lo tuh udah gede." "Ya emang udah.Terus kenapa?" "Lo tau sekarang jam berapa?" "Baru jam 8." "Lo kata baru?Ini udah malem!Cewe ga perlu keluar malem!" "Lo apaan si!Jadi ngatur gini!Gue cuma minta duit Rey!" "Harusnya Lo tau mana yang harus Lo lakuin sama apa yang engga harus Lo lakuin." ucap Reyhan.Lenta hanya berpikir apa maksud dari perkataan Reyhan barusan itu.Apa yang dia maksud Lenta harus melakukannya dengan Reyhan? "Oh,Lo mau gue ngelakuin hal itu ke Lo?Iya?Lo mau imbalan itu?" ucap Lenta sambil duduk di sofa dan mengangkat kakinya ke arah meja. "Ambigu Lo!" "Gausah gengsi kali,gue siap." ucap Lenta sambil berdiri dan berusaha duduk dipangkuan Reyhan. Reyhan yang melihat itu hanya diam.Lenta terus berusaha duduk dipangkuan Reyhan walaupun sudah berkali kali Reyhan menyingkirkan tubuh Lenta dari tubuhnya. "Awas!" ucap Reyhan sambil mendorong tubuh Lenta ke sofa.Reyhan bangkit dan mengeluarkan kartu ATM miliknya dan diberikan ke pada Lenta. "Nah gitu kek dari tadi!Makasih Reyhan sayang!" ucap Lenta dengan mencium bibir Reyhan sekilas kemudian pergi dari hadapan Reyhan. Reyhan berdiri mematung,ia masih merasakan sekilas bibirnya yang dicium oleh Lenta.Apakah Lenta seperti itu ke semua lelaki? ---- Lenta dan teman temannya sedang berada di Cafe Hangout.Sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu disekolah maupun diluar sekolah,karena saat itu Lenta yang sibuk dengan pernikahannya. "Gimana Lo?Enak ga?" tanya Adit kepada Lenta.Lenta bingung dengan peetanyaan Adit. "Ha?" "Iya Lo udah kawin kan?" Lenta yang mendengar hal itu pun menjitak kepala Adit. "Bahasa Lo kawin kawin.Jiji gue!".Teman teman yang lain hanya tertawa mendengar jawaban Lenta. "Ya kan gimana dong?Lo udah nikah pasti kawin.Enak ga?Gimana punya Reyhan?Uh gede ya?" timpal Dinda. "Najis!Lo tanya aja kali ya ke Reyhan.Males gue njawab" Teman temannya hanya tertawa.Mereka yang memang sangat receh segala hal mereka tertawakan. "Gue tuh kesel ke Reyhan.Gue harus minta duit tuh ke dia,bokap udah ga ngurusin gue soal begituan.Untungnya Reyhan ngasih gue ATM nya.Gila isi dompetnya banyak banget duit sama kartu ATM." "Wih kaya dong.Bagi duitnya kali,bayarin" ucap Ibra Lenta hanya berdesis.Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman mereka saat tidak bertemu disekolah. ---- 00.00 WIB Reyhan yang tengah menunggu Lenta pulang di depan pintu tak kunjung melihat kedatangan mobil milik Lenta. Reyhan hanya khawatir,bagaimana pun Lenta adalah istri sahnya yang harus dia jaga.Tak berapa lama,mobil milik Lenta memasuki kawasan rumahnya dan berhenti di depan rumah. Lenta yang baru saja turun dari mobilnya dan melihat ke arah Reyhan dengan tatapan yang sulit diartikan. "Misi gue mau masuk!" Reyhan tidak menyingkirkan sedikit pun dari depan pintu,Reyhan melihat Lenta dari bawah sampai atas kemudian dari atas sampai ke bawah dengan tatapan penuh arti,entah kemarahan atau lainnya. "Minggir gue mau masuk!" "Keluar" Lenta menaikan alisnya mendengar perkataan Reyhan. "Apaan si Lo!Minggir gue mau masuk Rey! Lo tau ga si gue tuh cape!" "Tau jam berapa sekarang?" "Baru jam 12 malem,udah deh awas!" Reyhan menggeser kan tubuhnya dan membiarkan Lenta masuk.Biarlah mereka berdebat di kamarnya agar tidak menggangu Lina yang memang sudah tertidur sejak tadi. --- "Lo cewe." "Ya emang gue cewe, Lo pikir banci" "Ga ada bokap nyokap harusnya Lo dirumah." "Ga ada mereka gue bebas." "Ga untuk sekarang.Besok gue ga akan izinin ko kemana pun!" "Lo ga punya hak!" "Gue punya karena gue suami Lo,kalo Lo sadar itu!" "Lo apaan si Rey!* "Ya emang bener!Jadi cewe tuh yang tau aturan bukan bar bar kaya Lo!" "Kenapa?Lo ga suka punya istri bar bar?Cabe cabean?Lo mau nyari cewe tepos?Sono!" "Serah,gue cape" Reyhan tidur diatas kasur dan menutup dirinya dengan selimut.Reyhan tidak ingin mereka terus berdebat walaupun sebenernya Reyhan ingin menyelesaikan nya. Lenta kemudian ikut berbaring disebelah Reyhan dan tertidur
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN