Bagian 20

441 Kata
"Papah akan berangkat ke Singapura sore nanti." Ucap Reyhan,sambil membawa koper miliknya yang sudah berisi pakaian pakaian selama ia berada di Semarang. Lina yang sedang melihat film kartun kesukaan nya pun langsung menghampiri Ryan. "Kenapa kopernya dua pah?" "Mamah akan menemani papah selama papah di Singapura." "Terus Lina sendirian dirumah?!" "Engga sayang.Kan ada kakak ada Abang juga kan yang nanti nemenin Lina dirumah selama papah dan mamah pergi.Iya kan Lenta?" Lenta hanya berdehem menjawab pertanyaan dari Ryan. "Papah kakak itu ga asik.Pokoknya Lina mau ikut!Lina ikut!" rengek Lina Nasya yang baru saja turun dari tangga,menghampiri Lina yang sedang merengek.Kemudian Lina menggendong Lina. "Kenapa sayang?" ucap Nasya lembut.Lina tidak menjawab,ia hanya mengalungkan tangannya keleher Nasya "Ini loh mah,Lina minta ikut kita." ujar Ryan. "Lina kan masih sekolah,Lina dirumah aja ya?Sama bibi,kan juga ada kakak Lenta,ada Abang Reyhan juga.Iya ya sayang." ucap Nasya dengan mengelus ujung kepala Lina yang sedang memeluknya.Lina menggelengkan kepalanya dan memeluk Nasya sangat erat. "Manja dia mah,tinggal aja udah.Udah gede juga." ucap Lenta "Lenta!Kamu ini sama adik sendiri tuh jangan gitu,makannya Lina suka ga mau ditinggal sama kami!" Jawab Ryan. Lenta hanya meringis dan melanjutkan sinetron kesukaannya.Sedangkan Lina di bawa oleh Nasya dan Ryan ke kamarnya untuk menjelaskan dan menidurkannya. ---- Reyhan yang baru saja turun,langsung menghampiri Lenta dan duduk disebelah Lenta. "Mamah sama papah dimana?" Lenta yang tengah asik menonton sinetron kesukannya dan memakan cemilannya tidak menghiraukan pertanyaan dari Reyhan. "Lenta" ucap Reyhan dengan nada dingin. "Lo ngomong sama gue?" Reyhan memutar bola mata nya malas, "Ya iya lah sama Lo,dikira sama tembok!" "Ya kan Lo tanya ga ada nama guenya" "Serah Lo" Reyhan mengambil ponselnya dan membuka room chatnya.Hanya ada notifikasi dari grup gengnya,grup kelas,teman temannya,dan beberapa penggemar Reyhan yang tidak pernah Reyhan pedulikan. "Mamah sama papah kemana,Len?" "Dikamar Lina." "Ok." Reyhan mematikan ponselnya dan bangkit berdiri melangkahkan kakinya ke arah dapur untuk mengambil minum. --- "Reyhan,papah titip 2 putri papah ke kamu ya.Jadilah suami yang bertanggung jawab." "Iya ya Reyhan,tolong jagain Lenta dan Lina.Kalo mereka susah marahin aja gapapa." Reyhan menjawab dengan anggukan dan sebuah senyuman khasnya yang manis. "Mamah apaan si!" sewot Lenta. "Dan kamu Lenta,jadilah istri yang patuh sama suaminya,nurut sama kata kata suami biar jadi istri yang soleha.Jagain adik kamu,jangan dibuat nangis terus,denger Lenta?" "Iya mah tau." "Uang Lenta mana?" "Kamu kok masih minta uang sama papah?Harusnya kamu berhemat.Karena mulai sekarang urusan kamu sudah ada ditangan Reyhan bukan papah.Papah hanya membiyayakan sekolah kamu.Karena Reyhan yang minta untuk menuhi semua kebutuhan kamu.", "Lohhh,tapi kan pah mmph..." ucap Lenta terpotong. "Iya sudah,papah mamah berangkat dulu.Udah ditunggu sopir.Kalian hati hati dirumah ya." "Siap pah,mah." ucap Reyhan dengan senyum. Lenta mendengus kesal,dan meninggalkan Reyhan didepan pintu sendirian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN