Pagi harinya,Nasya sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya dan untuk Reyhan.Nasya memasak roti bakar dengan bermacam macam selai yang sudah disiapkan diatas meja makan.Bi Ijah sedang membersihkan halaman rumah.
"Mahhhh,Lina mau roti bakar rasa coklat." ujar Lina saat turun dari tangga.
"Iya sayang,sebentar ya.Mamah buat s**u dulu." Jawab Nasya.
"Lina,tolong panggilkan kakak mu di kamar ya."
"Kakak sama abang reyhan,mah?" tanya Lina ulang.
"Iya sayang." ucap Nasya.Lina segera berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar Lenta yang terletak diatas.
Tok..tok..tok..
"Kakak abang bangun!" Ucap Lina dengan mengetok pintu kamar Lenta dengan kencang.
Lenta dan Reyhan yang masih tertidur itu tidak memperdulikan suara ketokan pintu yang sangat keras.Hingga mereka tak sadar posisi mereka yang memang bisa dikatakan intim.
Lenta menggerakkan tubuhnya karena dirinya merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya.Ia melihat siapa yang sedang memeluknya,ternyata Reyhan sedang tertidur dengan sangat damai dan memeluk dirinya.
"Kakak bangun!Abang bangun!Lina masuk nih!" ujar Lina dengan berteriak.Lenta yang mendengar suara Lina itu pun bangkit dan melangkahkan kakinya ke arah pintu kamarnya dengan penampilan yang masih berantakan.
Ceklek
"Apa si dek ganggu aja!"
"Kakak sama abang disuruh sarapan sama mamah." ujar Lina sambil mengintip lewat celah celah untuk melihat keberadaan Reyhan itu.Lina melihat penampilan Lenta hanya merasa heran,mengapa Reyhan tertidur tanpa mengenakan kaos,dan Lenta yang bangun tidur dengan penampilan berantakan serta hanya menggunakan hotpants dan tank top nya.
"Hmm,ntar kebawah.Kakak ntar kebawah udah udah sono!Ngapain si ngintip ngintip?" tanya Lenta yang sedari tadi mengintip dalam kamarnya melewati celah celah tubuhnya dan pintu yang terbuka.
"Abang belum bangun ka?"
"Belum."
Setelah mendengar jawaban dari Lenta,Lina pun turun kebawah untuk kembali ke meja makan.
---
"Tuh anak pasti mikir yang engga engga" ujar Lenta dalam hati.
"Rey,bangun udah pagi." ucap Lenta sambil menggoyangkan tubuh Reyhan.Tetapi tidak ada respon apa apa dari Reyhan,hanya sebuah dengkuran yang masih bisa Lenta dengar.
Akhirnya,Lenta memutuskan untuk mengecek ponselnya dan sedikit menghadap ke arah Reyhan.
Lenta yang sedang melihat Reyhan tertidur dengan sangat damai tanpa adanya ekspresi muka yang mengenyebalkan.
"Gue apa apa an si,mikir ginian.Astaga Lenta sadar." gerutu Lenta.Lenta pun kemudian mengambil pakaian untuk ia kenakan setelah mandi,dan bergeas untuk masuk kedalam kamar mandi.
---
"Lina jangan lari lari kalo turun dari tangga!" ucap Ryan.
"Iya pah maafin Lina" Ujar Lina dengan nafas yang masih terenggeh enggeh.
"Kamu kenapa si?Kenapa abis dari kamar kakak turun sambil lari lari?" tanya Nasya kepada putri nya itu sambil duduk di sebelah Lina.
"Mamah papah tau ga,apa yang lina liat tadi di kamar kakak?"
"Engga,emang kenapa?" tanya Nasya
"Kakak tadi keluar dari kamar penampilan nya berantakan banget!Terus Lina ngintip kalo Abang Reyhan tidur engga pake baju mah,pah." ujar Lina polos.
Nasya dan Ryan hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerita dari Lina itu.
"Udah ya sayang,kamu makan yang banyak,ga usah mikirin kakak sama abang kamu itu." ucap Ryan sambil menyodorkan roti bakar milik Lina yang ia oleskan dengan coklat.
Lina hanya mengangguk kan kepalanya,kemudian mengambil roti bakar itu dan memakannya.
Tak berapa lama,Lenta datang dari atas ke arah meja makan.
"Pagi mah pah." ucap Lenta dengan lesu.
"Pagi Lenta.Gimana?"
Lenta bingung, mengapa papahnya bertanya seperti itu."Gimana apanya pah?" ujarnya.
"Kata Lina tadi kamu sama Reyhan sudah melakukannya,iya?" ucap Nasya.
Lenta yang sedang meminum susunya pun tersedak kaget.
"Uhuk uhuk..Apa mah?Ngelakuin?"
"Iya kan kakak sama abang tadi telanjang." ujar Lina dengan polosnya.
"Gausah ngada ngada deh dek!Ngaco aja!" ucap Lenta tidak terima.
"Kamu jangan marah marah dong,kan Lina gatau apa apa sayang.Papah sama mamah ga melarang kamu,tapi kamu sama Reyhan juga harus paham kalian masih sekolah." ucap Ryan.
Lenta berdecak sebal,bisa bisanya sang adik menceritakan hal yang tidak tidak kepada mamah dan papahnya."Mah pah,gini loh.Reyhan tuh ga suka tidur kalo pake kaos,makannya semalem dia tidur ga pake kaos.Tadi pagi,Lina udah brisik,jadi Lenta keluar kamar ga ngerapiin diri Lenta dulu."jelasnya.
"Oh gitu,yaudah kamu makan ya.Susunya dihabiskan." ucap Nasya.
"Loh Reyhan mana Lenta?Apa dia belum bangun?"
"Masih diatas pah,dia semalem begadang."
Setelah mendengar jawaban Lenta,Ryan,Nasya,dan juga Lina melanjutkan sarapannya dengan tenang.