Setelah dua Minggu yang menjengkelkan, tibalah hari dimana Lenta dan Reyhan menikah.Tepat hari itu,Lenta sangat lah anggun dengan gaun pernikahan yang ia kenakan,dan Reyhan terlihat sangat tampan dengan jas pernikahan yang ia kenakan.Mereka terlihat sangat serasi.
Ceklek-
"Udah siap sayang?"
"Eh mamah,udah mah."jawab Lenta dengan lesu.
"Yuk turun,calon suami kamu dan para tamu udah menunggu kamu." ajak Nasya dengan tersenyum.
"Harus banget mah Lenta nikah sama dia?Mamah sama papah udah ga sayang sama Lenta?Kenapa si Lenta harus dijodohin kaya gini.Mamah tuh gatau kan kalo Reyhan itu kasar." ucap Lenta dengan tatapan sendu.Nasya hanya tersenyum dan mengelus bahu anaknya itu.
"Sayang,mamah sama papah itu sayang sama kamu.Tapi mamah sama papah udah ga ada pilihan lain,itu jalan terbaik supaya kamu tidak salah pergaulan.Reyhan anak yang baik,mamah tau itu.Percaya ya sama mamah dan papah.Udah ayo turun,jangan cemberut terus,nanti cantiknya ilang"
Nasya pun bangkit dari duduknya,begitu juga dengan Lenta.
Ketika Lenta dan Nasya turun banyak tatapan mata yang melihat ke arah mereka,termasuk Reyhan.
"Cantik juga" gumam Reyhan.
----
"Bismillahirrahmanirrahim,saya nikahkan dan kawinkan Reyhan Permana Nugraha bin Handi Nugraha dengan Alenta Queensland Anasya Aditama binti Ryan Aditama dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 500 juta dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Alenta Queensland Anasya Aditama binti Ryan Aditama dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 500 juta dibayar tunai" ujar Reyhan dengan lantang.
"Bagaimana para saksi?Sah?" tanya penghulu itu.
Lenta menunggu dengan hati yang berdebar debar sangat kencang.Ia tidak menyangka,jika dirinya sudah sah menjadi istri dari Reyhan.
"Sah" ucap para saksi.
"Alhamdulillah hirobinngalamin" raut kebahagiaan terlihat disemua tamu yang hadir ,tak terkecuali orang tua mereka.
"Silahkan cium tangan suami kamu,dan cium kening istri kamu" ucap sang penghulu.
Lenta mencium tangan Reyhan dengan hati yang berdebar debar,tidak hanya itu ketika Reyhan mencium kening Lenta,dirinya merasakan ada sesuatu yang ia rasanya didalam hatinya.
---
"Wih selamat ya bro!Udah nikah aja aduh sama si Lenta lagi.Menang banyak Lo!" ucap Iqbal.Reyham hanya menyunggingkan senyuman.
"Enak mantep uh" timpal Dika dengan paras senyumnya.
"Setidaknya gue kagak main solo lagi kaya Lo berdua" jawab Reyhan dengan senyum bangganya.
Iqbal dan Dika tertawa sangat keras hingga banyak tatap mata yang menghadap ke mereka.
"Udah deh gue mau nemuin tamu yang lain" ucap Reyhan,sambil meninggalkan Iqbal dan Dika.
Dimas tidak dapat hadir ke acara pernikahan Reyhan dan Lenta karena ia sedang pergi ke rumah neneknya.
---
"Aduh cabe gue udah nikah aja" ledek Dinda.
"Brisik deh Lo!"
"Bisa main adu aduan dong ya sama kak Reyhan,iya ga?" ucap Zahra dengan tertawa.
"Nah iya bener noh!Aduin si Lenta kalo dia suka bolos ya kan dit?" timpal Ibra sambil memasukan beberapa makanan.
"BENER!GUE SETUJU!"
Lenta tersenyum ketus mendengar teman temannya,iya kesal karena diledek terus oleh teman temannya.
Ia sadar sekarang,tidak hanya papahnya saja yang akan jadi halangan ya untuk hangout atau pergi ke club,tapi ada Reyhan yang pastinya akan menjadi mata mata papahnya itu.
---
"Huh cape banget!" ucap Lenta,sambil merebahkan dirinya ke kasur king size miliknya.
Malam itu,acara selesai pukul 10.Reyhan sedang berada dikamar mandi untuk membersihkan dirinya,sedangkan Lenta sedang berbaring dikasur miliknya.
Reyhan dan Lenta akan tidur bersama dan akan tetap tinggal dirumah milik Ryan karena Ryan meminta Reyhan untuk tinggal dengan keluarganya.Reyhan menyetujui itu,karena tak beberapa lama orang tua Reyhan akan pergi ke Malaysia untuk menyelesaikan pekerjaan disana.
Reyhan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang d**a menampilkan perut ABS miliknya.
"Ih Lo m***m banget si!Keluar tuh pake baju!" ucap Lenta dengan menutup matanya.
"m***m apaan si?Otak Lo tuh yang m***m!Gue udah biasa gini.Jadi biasain liat gue gini.Gue tau kalo gue seksi" ujar Reyhan,Reyhan melangkahkan kakinya menuju kasur milik Lenta dan duduk dipinggiran kasur itu sambil mengecek ponselnya.
Lenta masih merebahkan dirinya,rasa malas untuk bangkit sudah menguasai didalam dirinya.
"Lo bangun,bersihin badan Lo." ujar Reyhan
"Hm"
"Hm ham hm,bangun gue bilang!"
"Iya iya brisik banget si lo!"
Lenta bangkit berdiri,mengambil pakaian ganti,handuk,dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihan tubuhnya.
Tak beberapa lama,Lenta keluar dari kamar mandi dengan menggunakan hotpants dan kaos kebesaran,serta rambut yang dicepol.
"Rey,kita izin sampai kapan?"
"Seminggu"
"Nikmat."
Reyhan tidak menanggapi jawaban Lenta,Reyhan sibuk dengan ponselnya.
Lenta yang melihat itu pun merebahkan dirinya disamping Reyhan sambil bermain ponselnya.
"Buatin gue kopi Len" ucap Reyhan.
"Ha?"
"Buatin gue kopi.Kurang jelas?"
"Minta bi Ijah ada deh sanah.Gue capek tau!"
"Kalo cape ya tidur bukan main hape"
"Ish nyebelin banget si Lo!"
"Bener kan gue."
Lenta melempar hapenya ke sebelah Reyhan,kemudian ia bangkit dari tidurnya lalu turun ke bawah untuk membuatkan Reyhan kopi.
"Kamu ngapain sayang,malam malam didapur?" tanya Nasya.
"Tuh mah,Reyhan minta dibuatin kopi." jawab Lenta malas.
"Yaudah gapapa,jadilah istri yang baik ya sayang." ucap Nasya,yang sedang membuatkan s**u di sebuah botol.
"Mamah ngapain di dapur?"
"Lina nangis,kan udah kebiasaan Lina kalo kecapean pasti minta dibuatin s**u di botol."
"Emang manja si dianya"
"Hust kamu ini,sama adik sendiri"
"Hehe.Yaudah ya mah,Lenta naik ke kamar duluan"
"Iya sayang, istirahat ya.Bilangin Reyhan juga suruh jangan kecapean"
"Ya mahhh"
Lenta membawa secangkir kopi itu ke atas menuju kamarnya.
"Nih kopinya!" ucap Lenta sambil menyodorkan kopinya didepan mata Reyhan.
"Ya Lo taroh lah.Lo ga liat gue lagi apa ha?" jawab Reyhan dengan judes.
Lenta hanya meletakan kopinya disamping meja sebelah Reyhan,kemudian kembali bebaring dan bermain dengan ponselnya.
Malam itu Reyhan sedang membuat proposal untuk acara basket disekolahnya,sedangkan Lenta sudah sedari tertidur dan lebih tepatnya ketiduran.