Bagian 17

308 Kata
"gue mau nikah sama si Reyhan" Dinda,Zahra,Ibra,Adit,dan Ziko yang mendengar ucapan Lenta dengan muka cengo nya. "Haha ngaco deh Lo Len!" ujar Ibra dengan tertawa. "Iya deh Lo tuh ya,mana mau kak Reyhan sama eloo lentaaaaa cabequuuu!!!" ucap Dinda. "Gue serius,gue dijodohin sama bokap.Bokap gue sama bokap Reyhan sahabatan." jawab Lenta. Zahra yang sedang minum pun hanya mencerna ucapan Lenta.Ziko dan Adit sibuk dengan makanannya. "Em,Lo terima perjodohan itu?" tanya Zahra.Lenta menganggukkan kepalanya dengan muka sebalnya. "Ya mau gimana lagi,gue nolak juga bokap bakalan tetep maksa." "Yaudah kali terima aja,lagian kak Reyhan ganteng kan" timpal Adit yang sedang memasukkan makannya kedalam mulutnya.Sedangkan Ziko mengangguk kan kepalanya setuju dengan ucapan Adit. "Nah bener.Cocok lah sama elo beee" tambah Dinda. "Udah jalanin aja,biar elo engga bar bar banget.Lagian kita kita setuju,menurut gue kak Reyhan juga baik." Dinda,Adit,Ziko,dan Ibra juga setuju dengan ucapan Zahra.Berbeda dengan Lenta yang mendengus sebal mendengar semua teman temannya mendukung perjodohan itu. ---- Iqbal,Dika,dan Dimas sedang berada dirumah Reyhan. "Sayang,mamih sama papih keluar dulu ya.Duluan ya anak anak." Ucap Tari.Tari dan Handi pun berjalan keluar dan menuju ke mobil mereka. "Bokap nyokap Lo pergi kemana Rey? tanya Dimas. "Mana gue tau." jawab reyhan Malam itu,mereka sedang bermain PS.Karena besok hari Minggu jadi mereka bebas bermain hingga jam berapa. "Gue Minggu depan nikah" ucap Reyhan kepada teman temannya. "Nikah?Yang bener aja lu bambank?" tanya Iqbal "Lu bener mau nikah?Serius?" tanya lagi Dika. "Gue bakalan nikah sama Lenta." Dimas yang sedang minum tersedak mendengar jawaban reyhan. "Lo ga gila?Lo serius nikah sama si Lenta yang seksi itu?" tanya Iqbal yang langsung mendekat duduk ke arah Reyhan. "Hm" jawab Reyhan dengan malas. "Wih gercep juga lo bro!Mau juga noh si Lenta sama Lo yang dingin kaya batu" ujar Dimas dengan tertawa.Dika dan Iqbal yang mendengar juga tertawa. "Bacot!" Reyhan bangkit berdiri berjalan menuju toilet dan meninggalkan Iqbal,Dimas,dan Dika diruang tamu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN