Bagian 16

679 Kata
"Gue laper.Kita makan dulu." "Hm." Hanya itu obrolan mereka didalam mobil.Suasana hening,karena Lenta tidak menyukai suasana hening dia menyalakan lagu di sound mobil milik Reyhan.Dia menyetel lagu I Love You 3000 milik Stephanie Poetri. Lenta menyanyikan lagu itu dengan sangat apik.Reyhan sendiri hanya mendengarkan Lenta bernyanyi."Suara yang bagus" gumam Reyhan sambil menyetir. Saat sampai di cafe,Reyhan dan Lenta memilih tempat duduk yang tidak begitu ramai dan memanggil pelayan untuk memesan makannya. "Mba,coffe late nya 1 steak beef satu." ujar Reyhan kepada pelayan. "Lo mau pesen apa?" tanya Reyhan. "Jus strawberry sama nasi goreng.Pedes ya mba awas kalo engga!" jawab Lenta. Pelayan itu hanya tersenyum mendengar ucapan Lenta."Baik,ditunggu sebentar ya mas mba." Reyhan sibuk dengan ponselnya,Lenta juga sibuk dengan ponselnya.Tidak ada obrolan di dalam diri mereka.Sampai akhirnya Reyhan memulai obrolan itu. "Temen temen Lo ga ada yang tau kita mau nikah?" "Ngga." "Kenapa?" "Lo aneh deh!Kalo temen temen gue tau gue mau nikah,terus kesebar 1 satu sekolah mau ditaroh muka cantik gue?" "Kasih tau aja biar mereka ga mikir yang ngga ngga tentang kita." "Hmmmm" Beberapa menit makanan mereka sampai dimeja mereka.Kemudian mereka memakan makanan mereka. "Lo makan gausah kaya anak kecil kenapa si?" ujar Reyhan. Lenta hanya mendongkok melihat Reyhan dengan bingung.Reyhan mengambil tissue dan mengelap mulut Lenta yang ada sedikit noda. Lenta merasakan usapan itu di pinggir bibirnya.Jantungnya berdebar sangat kencang,ada apa dengan dirinya? "Eum,Rey nyokap minta tolong Lo buat jemput si Lina disekolah." ucap Lenta. "Yaudah, ayo" jawab Reyhan. Sebelum mereka keluar,Reyhan membayar bill makanan mereka.Kemudian keluar dan menuju sekolah milik Lina. Setelah sampai,mereka berhenti tepat di depan sekolah Lina. Lina dan Reyhan sudah sangat dekat sejak perjodohan itu.Reyhan yang tidak memiliki adik pun sangat senang dengan Lina karena Lina sangat manja kepadanya,sedangkan Lina juga sangat senang dengan keberadaan Reyhan,karena adanya Reyhan dirinya bagaikan seorang putri yang selalu dimanjakan berbeda dengan Lenta yang selalu ribut dengan Lina. Reyhan turun dari mobilnya untuk menunggu didalam sekolahnya agar Lina bisa tau jika ia sudah dijemput. "Bang Reyhan!!!" teriak Lina dengan berlari menghampiri Reyhan.Reyhan tersenyum melihat Lina yang sedang menghampiri nya. "Hey! jangan lari lari nanti jatuh." "Hehe gapapa bang.Hari ini abang yang jemput Lina?" "Iya dong.Abang jemput Lina bareng kak Lenta." ucap reyhan,dengan menggandeng tangan Lina menuju mobil. Mereka pun masuk kedalam mobil,Lina duduk dibelakang karena jika ia duduk didepan Lenta tidak ingin memangkunya. "Kak lentaa,Lina mau beli ituuu" ucap Lina saat melewati toko donat kesukaannya. "Apa si dek gausah beli.Beli sama papah aja." "Tapi Lina mau beli sekarang kakak" rengek Lina dengan mata hampir menangis. Reyhan yang melihat itu berdesis pelan,"Udah si Len beliin.Kasian itu udah mau nangis." ujar Reyhan sambil melirik ke arah Lina. "Ogah.Udau jalan aja biarin nangis." "Len kasian itu ih Lo tuh ya ga ada rasa kasian ya sama anak kecil!" "Serah!" Lenta melanjutkan bermain ponselnya tanpa memperdulikan Lina yang sudah menangis meminta membeli donat. Reyhan melihat Lenta yang sibuk dengan ponselnya pun memberhentikan mobilnya ditepi jalan dan merampas ponsel milik Lenta. "Rey!Balikin hape gue ga?" protes Lenta sambil berusaha merebut ponselnya dari tangan Reyhan. "Lo turun beliin adek Lo donat baru gue balikin" "Gue ga mau!" "Yaudah kalo Lo gamau" "Ish nyebelin banget si lo!" Lenta mengalah dan memutuskan turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju toko donat yang tak jauh dari tempat mobil nya berhenti. "Udah gausah nangis ya,kak Lenta mau beliin Lina donatnya,oke?" ucap Reyhan sambil menghapus air mata Lina.Lina hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum senduk --- Lenta masuk kedalam mobil sambil membawa sekotak donat kesukaan Lina.Sebenarnya,Lenta menyayangi adiknya itu,hanya saja dia tidak begitu menyukai anak kecil sehingga dia suka kasar kepada anak kecil. "Nih!Gausah nangis lagi" ucap Lenta sambil menyodorkan sekotak donat kepada Lina. Lina tersenyum dengan senang karena mendapatkan sekotak donat kesukaannya,ia pun mengambil kotak donat itu dan membukanya. "Makasih kak Lenta" ujar Lina sambil mendekati jok mobil depan dan mencium pipi Lenta. "Hmm." "Lo lama banget si!" ucap Reyhan dengan kesal. "Ngantri!Lo kan yang nyuruh gue buat beliin donat.Udah tau tempat itu rame.Sinih balikin hape gue!" jawab Lenta dengan ketus. Reyhan hanya berdecak dan memberikan ponsel milik Lenta dan melanjutkan menyetirnya untuk mengantarkan Lina dan Lenta kerumahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN