Banyak pasang mata siswa yang melihat Reyhan yang sedang menarik tangan Lenta.
"Lepasin ih gue bilang lepas!"
Reyhan hanya diam tidak memperdulikan rengekan Lenta yang memintanya untuk melepaskan cekalannya dari tangan Lenta.
Setelah sampai di rooftop,Reyhan baru melepaskan cekalannya dari tangan Lenta.Kemudian Lenta menariknya dan melihat bekas tangan Reyhan yang merah ditangannya.
"Lo b**o apa gimana si?Mau Lo itu apa ha!" Tanya Lenta.
"Gue cuma mau Lo gausah buat masalah disekolah ini." jawab Reyhan dingin.
"Yang cari masalah duluan itu dia!Lo gatau apa apa jadi diem.Oh karena Lo yang punya sekolah ini? Jadi Lo bisa seenaknya?Hebat hebat!" ujar Lenta sambil terkekeh dan bertepuk tangan mendekati Reyhan.
"Sayangnya,gue sendiri ga peduli sama semua omongan Lo tentang gimana nilai Lo ke gue.Gue mau cari masalah disini itu hak hak gue bukan Lo.Ngerti?" bisik Lenta ditelinga Reyhan.
Ketika Lenta hendak pergi dari roftoop.Reyhan membalikan badannya,dan tersenyum sinis.
"Ini peringatan pertama buat Lo.Setelah Lo jadi istri gue,Lo bakal tau akibatnya." ujar Reyhan dengan sinis.
Lenta hanya memutar badannya menghadap Reyhan dan tersenyum getir.Ia tidak peduli mau setelah menikah atau sebelum menikah atas perbuatan Reyhan kepadanya,jangankan peduli,Lenta saja tidak takut dengan ancaman Reyhan.
Lenta melanjutkan langkahnya meninggalkan Reyhan sendiri di atas roftoop.
---
"Lo kenapa si Len?Punya masalah apa Lo sama si kak Reyhan itu?" tanya Zahra
"Iya.Heran gue,bisa bisanya Lo punya urusan sama kak Reyhan itu.Apalagi Nabila Nabila the gengs nya itu ewh." ujar Dinda.
Lenta hanya memutar bola matanya malas menjelaskan kepada Zahra dan Dinda.
Saat jam istirahat,mereka hanya menitipkan pesanan makanan kepada Ibra,Adit,dan Ziko.
---
Ponsel Reyhan bergetar menandakan ada pesan masuk.Reyhan yang sedang berbincang dengan teman temannya pun membuka room chatnya.
Mamih
Sayang,nanti kamu pulang lebih dulu ya.Papih udah mengurus semuanya.Hari ini kamu dan Lenta harus ke butik tempat tante Lenta ya Reyhan.
Reyhan Nugraha
Iya nih,Reyhan sebentar lagi.
Mamih
Jemput Lenta juga ya Reyhan.Tante Nasya sudah mengabari Lenta,tapi katanya belum dibales oleh anak itu.
Reyhan Nugraha
Hmm.
Reyhan keluar dari room chatnya dan membereskan dan memasukan semua buku ke dalam tasnya.
"Lo mau cabut Rey?" tanya Iqbal
"Nyokap nyuruh gue balik,ada urusan." jawab Reyhan.
"Tumben Lo." timpal Dika
"Gue cabut dulu." ucap Reyhan
---
"Itu punya gue gilaa balikin ibraaaa!!!!" rengek Lenta.
"Lo mau?Ambil dong!" ujar Ibra sambil mengambil cemilan milik Lenta kedalam pelukannya.
"Sinih gaaaa!!" teriak Lenta.
Ziko dan Adit tidak memperdulikan keributan mereka,karena mereka sedang sibuk bermain game.Sedangkan Dinda,dia sedang menemani Zahra ke toilet.
"Zikoooo,tolonginnn gueee ambilin cemilan gue!!" teriak Lenta sambil menarik lengan Ziko.Namun,Ziko tidak memperdulikan nya dan tetap asik dengan gamenya.
"Dit,katanya Lo baik sama gu.." ucap Lenta terpotong
"Brisik Len,gue sibuk mabar nih kalau ntar" jawab Adit.
Lenta cemberut melihat kedua temannya sibuk dengan dunianya,sedangkan dirinya sudah sangat kesal dengan Ibra yang sudah mengambil cemilan miliknya.
Tak lama,Ibra merengkuh pinggang Lenta untuk duduk di pangkuannya serta memberikan cemilannya kepada Lenta.
Lenta langsung mengambil cemilan itu dengan duduk dipangkuan Ibra dengan santai,sedangkan Ibra sedang bermain ponselnya.
Teman kelasnya tidak memperdulikan itu,karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka yang memang seperti itu.
Tak lama,Reyhan datang ke kelas Lenta dengan membawa tas miliknya.Reyhan tengah melihat Lenta yang sedang duduk dipangkuan seorang laki laki.
Reyhan geram melihat itu,dan menarik tangan Lenta.Lenta yang kaget tangannya ditarik pun menjatuhkan semua cemilannya ke lantai.
"Lo?! Mau ngapain si Lo!"
"Pulang sekarang." ujar Reyhan dengan dingin.
Lenta yang melihat raut wajah Reyhan sedikit takut,karena tatapan itu tidak biasanya Reyhan keluarkan.Tatapan itu semacam tatapan mematikan.
"Gue tuh disini sekolah Lo kalo mau pulang tinggal pulang lah!Lo siapa si ngajak ngajak gue!" ucap Lenta ketus.
Ziko dan Adit yang tadinya sibuk dengan gamenya pun beralih tatapan ke arah Lenta dan Reyhan yang sedang berdebat.Mereka menatap satu sama lain.
"Lenta sama si Reyhan punya hubungan paan si?" bisik Adit kepada Ziko.
"Kagak tau gue." jawab Ziko dengan berbisik.
Lenta yang mereka dirinya dipandang oleh beberapa pasang mata mulai kesal
"Lo pada gausah ngeliat ke gue!Sanah keluar!" ucap Lenta.
"Cepet!" ujar Reyhan.
"Gue gamau!"
"Buka hape Lo nyokap Lo ngirim pesan ngga Lo bales." ujar Reyhan lagi.
"Lo ada hubungan apa kak sama Lenta?Apa urusannya Lenta pulang sama Lo?" tanya Ibra yang sedang berdiri dan menghampiri Lenta dan Reyhan.
"Lo ga perlu tau." jawab Reyhan dengan tatapan tidak sukanya.
Lenta yang sedang mengecek ponselnya melihat terdapat 3 panggilan tak terjawab dari mamahnya dan 4 pesan dari mamahnya.Lenta membuka room chat dari mamahnya.
Mamah sayang
Lenta,hari ini kamu pulang bareng Reyhan ya.
Mamah sayang
Pulangnya langsung ke butik tempat Tante meta ya.
Mamah sayang
Jangan lupa!
Mamah sayang
Sekalian jemput adik kamu.
Lenta menutup kembali room chatnya,dan memasukan ponselnya kedalam saku.Sebenarnya Lenta malas harus pergi dengan Reyhan,tapi jika ia menolak pasti ia akan kena marah oleh mamahnya.
Lenta mengambil tas miliknya.Saat Lenta hendak pergi,Dinda dan Zahra balik ke kelas.
"Lah,Lo mau kemana Len?" tanya Dinda.
"Loh kak Reyhan?" ujar Zahra.
Mereka berdua melihat kearah Lenta dan Reyhan dengan tatapan bingung.
"Nanti gue jelasin ke Lo semua.Gue cabut duluan ya bye.Buruan!" ujar Lenta sambil menarik tangan Reyhan.
Reyhan dan Lenta pun menuju keparkiran mobil milik Reyhan.Hari ini Reyhan membawa mobil,karena motornya sedang di servis.
"Pulang dulu kerumah gue atau langsung?" tanya reyhan
"Langsung."
"Alamat?"
"Tinggal jalan dulu kenapa si?Banyak tanya!" ucap Lenta ketus.
Reyhan melajukan mobilnya keluar dari lingkungan sekolah.Selama diperjalanan tidak ada suara apapun.Mereka hanya diam,Reyhan fokus dengan menyetirnya sedangkan Lenta sibuk dengan ponselnya.
"Len" panggil Reyhan.
"Hmm."
"Lo cewe,jaga diri Lo jangan gampang tergoda sama cowok."
"Maksud lo?"
"Lo ga malu duduk dipangkuan cowok didepan banyak orang?"
"Ngapain malu si?Udah biasa kalo gue.Udah deh fokus aja Lo nyetir!"
Reyhan diam tidak melanjutkan bicaranya.Reyhan hanya peduli terhadap Lenta karenta Reyhan tidak ingin jika Lenta salah dalam pergaulan nnya.Tetapi ya sudah lah,itu jalan Lenta yang ia pilih.Setelah menikah, Reyhan lah yang akan mengatur urusan Lenta.
"Nanti kedepan belok kiri,kanan jalan ada butik meta.Berhenti disana" ujar Lenta
Reyhan hanya mengangguk dan tetap fokus kejalannya.
Setelah sampai,Reyhan dan Lenta turun dari mobil dan masuk kedalam butik.
"Tante metaaa!!" ujar Lenta
"Hai,Lenta astaga kamu sudah besar ya sekarang.Udah makin cantik aja." ucap perempuan paruh baya itu sambil menemui Lenta dan mencium keningnya.
"Ah Tante bisa aja deh."
"Kamu datang kesini sama siapa sayang?"
"Oh dia Tan?Anak orang utan"
Reyhan yang mendengar itu mendelik karena ucapan Lenta.Tetapi Lenta tidak peduli dengan tatapan itu.
"Hust kamu ini!Tante bilangin mamah kamu loh."
"Hehe bercanda tan.Dia Reyhan Tan."
"Oh calon suami kamu itu kan?Mamah kamu udah cerita banyak loh sama Tante."
Lenta hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Tante meta.
"Oiya Tante,gimana dengan baju pernikahan kita berdua?" tanya Reyhan
"Oh Tante sudah menyiapkan desain terbaru yang Tante buat untuk baju pernikahan kalian."
Tante meta mengajak mereka ke bagian dalam untuk melihat beberapa baju pernikahan mereka yang mewah.Sangat cocok dipakai oleh Lenta dan Reyhan.
"Saya mengambil yang ini saja Tante." ujar Reyhan.
"Yang ini saja Reyhan?Tidak usah diganti?"
"Tidak Tante,yang satunya sedikit terbuka jadi saya lebih memilih yang ini.Desainnya juga sudah mewah."
Tante meta segera mengambil buku catatannya untuk menulis pesanan Reyhan dan Lenta diruang kerjanya.
"Gue gamau!Gue mau yang ini Reyhan!"
Reyhan tidak menggubris ucapan Lenta.Reyhan hanya diam sibuk memainkan ponselnya.
Lenta yang melihat itu kesal,bagaimana dia memilih baju pernikahan tanya menanyakan pendapat nya terlebih dahulu.
"Tante sudah mencatatnya dan Tante akan mengirimnya h-5 pernikahan kalian ya."
"Iya Tante.Kalo begitu saya dan Lenta pamit dulu."
Lenta tetap diam karena masih kesal dengan Reyhan.
"Iya Reyhan,jaga Lenta baik baik ya.Jangan ngebut."
Reyhan hanya membalasnya dengan anggukan dan menarik tangan Lenta untuk keluar dari butik itu dan membawa Lenta masuk kedalam mobilnya.