Teman teman Lenta heran melihat Lenta yang terlihat murung.
"Heee nyet lu kenapa dah?" tanya Ibra.
"Iya lu kenapa si?Cerita sini cerita.Gue siap dengerin lu curhat nih." ujar Adit sambil mencolek dagu Lenta.
"Em.Lo Lo semua percaya ga kalo gue dijodohin?" tanya Lenta.
"Elo dijodohin?Gausah ngaco deh cabeeee! Udah ga jaman kali jodoh jodohan." Ucap Dinda terkekeh.
Ibra dan Adit juga ikut terkekeh mendengar pertanyaan Lenta.Saat itu,Ziko dan Zahra baru sampai diikelasnya.Mereka melihat teman temannya tertawa sedangkan Lenta murung tidak seperti biasanya yang banyak tingkah.
"Bro!Napa tuh si monyet?" tanya Ziko.
"Tau tuh! ngomong dari tadi ngaco bahas perjodohan." jawab Ibra yang dianggukan oleh adit.
"TAPI GUE SERIUS LAGI GA BERCANDA!" ketus Lenta.
Ibra,Adit,Dinda,Zahra,dan Ziko yang mendengar peruturam Lenta kaget mendengar suara keras Lenta.
"LO SEMUA TUH YA GA ADA YANG NGERTI!GUE CERITA BENER LO SEMUA ANGGEP BERCANDA MULU!s**t" Ujar lenta.
Lenta bangkit dari duduknya meninggalkan teman temannya.Ara dan Dinda bingung melihat perubahan Lenta hari ini.Ibra,Adit,dan Ziko menganggapnya jika Lenta sedang datang bulan yang menyebabkan dirinya sensitif.
"Din,kejar Lenta ayo deh!" ajak Zahra.Dinda bangkit dari duduknya dan mengejar Lenta mengikutinya kemana dia pergi.
---
"Pake baju tuh yang bener,gausah mempertontonkan tubuh.Murahan banget deh. sindir kakak kelas
Lenta tak menggubris ucapan kakak kelasnya itu.Hatinya sedang bergemuruh tidak karu karuan.Tetapi semakin didiamkan,omongan dari kakak kelas itu semakin melunjak.
"Dibayar berapa sama om om adek manis?" kekeh Nabila.
Nabila adalah siswi kelas 11.Dia adalah anak dari kepala sekolah.Banyak beberapa siswa yang takut dengan dia.
Nabila tidak sendirian,tetapi ia bersama teman temannya Wulan dan Salsa.Mereka dikenal sebagai kakak kelas dengan penampilan yang bermake up tebal.
"Kakak ngomong sama gue?" tanya Lenta.
"Ya iya lah b**o apa gimana si Lo?Ga ngerasa?" ujar Wulan.
"Oh sama gue.Gue kira kakak kakak ini ngomong sama diri sendiri,UPS.Haha." tawa Lenta.
"Jaga omongan Lo ya cabe!" tak mau kalah Nabila menyerukan suaranya.
"Elo yang duluan mulai!Ngaca makannya!" ucap Lenta.
Nabila yang tak tahan dengan emosinya segera mendorong Lenta hingga ia terjatuh tersungkur ke lantai.Tidak hanya itu,ia juga berjongkok dihadapan Lenta yang masih dengan posisi terjatuh itu.Nabila menjambak rambut milik Lenta,Lenta hanya meringis kesakitan.
"Lo tau apa akibatnya kalo Lo berurusan sama gue?" tanya Nabila.Wulan dan Salsa hanya tertawa melihat kejadian itu
Lenta bukan perempuan lemah.Lenta menyingkirkan tangan Nabila dari rambutnya.Ia mendorong Nabila hingga ia terjatuh.Lenta menampar pipi Nabila.
"Awh.." rengkek Nabila.Wulan dan Salsa yang melihat itu segera membangunkan Nabila dan mendorong Lenta.
"Lo tuh ya masih jadi adik kelas aja udah songong.Gatau tata Krama emang Lo ya!!" ujar Salsa
"Gue peduli?" tanya remeh Lenta.
Pada saat perdebatan mereka,banyak siswa siswi yang melihat kejadian itu.Tapi tidak ada satupun yang berani melerainya.
"Lentaaaaaaaaaaa!!!" ujar Zahra dan Dinda sambil berlari menemui Lenta yang sudah berantakan.
"Lo kenapa?Ih siapa yang ngelakuin ini si?" tanya Zahra panik.
Diantara Ibra,Adit,Ziko,Dinda,Zahra,dan Lenta hanya Zahra yang masih memiliki otak yang bener.Walaupun nakal,Zahra tetap masih bisa mengontrol tingkah nya dibanding teman temannya yang lain.
"Bilangin ke temen cabe Lo itu!Jaga perilaku ke kakak kelas!" ujar ketus Wulan.
"Elo sama temen elo itu yang duluan jadi jaga omomgan Lo tentang gue!" ucap Lenta.
"Oiya cabe mana mau ngaku ya ga si?" tanya Nabila kepada teman temannya.
Lenta yang tak terima dengan perkataan dari Nabila pun mendorong Nabila hingga ia terjatuh.Tak hanya itu,Lenta menampar pipi kanan dan kiri Nabila.
"Lenta!Stop!" ucap Reyhan.
Ya Reyhan.Reyhan dan teman temannya yang hendak masuk kekelas melihat segerumunan banyak siswa siswi.Jika saja Iqbal tidak tidak bertanya kepada beberapa siswa yg sedang melihat pertengkaran antara Nabila dan Lenta mungkin Reyhan tidak akan tau.
Lenta yang mendengar teriakan itu menghentikan aksinya sambil mengatur nafasnya.
"Lo apa apaan ha?Mau jadi sok jagoan?" tanya Reyhan kepada Lenta.
"Itu loh Rey,gue,Nabila,sama Salsa tuh ngasih tau dia kalo pakaian dia ga sopan tapi dia malah ngegas mulu." adu Wulan.
Lenta kaget mendengar pengaduan Wulan yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
"Gausah fitnah gue deh!Lo duluan yang ngehina gue!" bela Lenta.
"Lo gausah ngeles!Makannya pake seragam tuh sesuai aturan bukan kaya cewe murahan yang kekurangan bahan bajul!" ucap Reyhan pedas.
Lenta menggeram tidak terima dikatakan seperti itu.Tangannya mengepal serta tatapan mata yang semakin tajam.
Teman temannya yang melihat hanya diam tak bisa berkutik ketika melihat perdebatan Reyhan dan juga Lenta.
Begitu juga dengan teman teman Reyhan.Sebelumnya Reyhan tidak pernah mempedulikan siapapun yang melakukan pertengkaran,tetapi tidak untuk kali ini.Mereka tak menyangka jika Reyhan untuk pertama kalinya memperdulikan permasalahan orang lain.
"LO ITU GATAU APA APA!JADI DIEM!" bentak Lenta ditengah kemarahannyan.
"Rey udah dong,Lo mau ribut sama cewe disini?Lagian Lo gatau gimana permasalahan nya.udah ayo balik kelas deh!" ajak Dimas sambil menarik tangan Reyhan.Tetapi Reyhan menepis tangan Dimas dari tangannya.
Bukan hanya mereka yang melihat kejadian itu,tapi hampir semua siswa siswi melihat kejadian itu tapi tidak mau ikut campur dalam permasalahan itu.
"Lo ikut gue!" ujar Reyhan sambil mencekal tangan Lenta dengan kasar.
Lenta hanya meronta ronta ketika tangannya dicekal sangat kasar.
"Woy! Lo cowo kan ka?Gausah main kasar,lepasin temen gue!" ucap Dinda sambil berusaha menarik tangan Lenta dari cekalan Reyhan.
"Bawa aja udah Rey.Dia emang pantes dikasarin!" ujar Nabila dengan senyum sinisnya.
"Jaga omongan Lo ya.Gue diem bukan karena kita semua takut sama Lo.Tapi kita tau,semurahan itu mulut mulut kalian demi ngejatuhin orang lain."ujar Zahra dengan santai tapi pedas.
Nabila yang mendengar itu menarik kedua temannya untuk pergi meninggalkan mereka semua.
"Lepasin gue!" ronta Lenta.
Tetapi sayang,cekalan Reyhan lebih kuat dibandingkan tenaga Lenta.
Reyhan membawa Lenta menuju rooftop,dan membiarkan teman temannya tetap dikerumunan banyak siswa siswi.
"Bubar bubar!Balik semua Lo kekelas! hus hus!" usir Iqbal kepada semua siswa yang melihat kejadian itu.
"Ada hubungan apa temen Lo itu sama temen gue?" tanya Dimas kepada Dinda.
"Mana gue tau,Lo pikir gue emaknya!" jawab Dinda dengan ketus.
Dinda dan Zahra pun meninggalkan Dimas yang masih berdiri mematung.Iqbal dan Dika yang melihat itu tertawa."Gagal pdkt kan Lo hahaha" tawa renyah dari Iqbal dan Dika.
Dimas yang melihat itu hanya membuang muka dan pergi menuju ke kelasnya tanpa mengajak Iqbal dan Dika.
"Yah si bambank,minggat aja!"