Keluarga Reyhan sudah terlebih dahulu sampai di restoran.Mereka memesan privat room agar lebih mudah dalam membahasnya dan tidak mengganggu pelanggan yang lain.
"Reyhan kekamar mandi dulu." ujar Reyhan.
"Iya sayang,jangan lama lama ya." jawab Tari.Reyhan melangkahkan dirinya menuju kamar mandi.
Sebenernya Reyhan tidak ingin membuang air,ia sedang mengatur nafas sebelum bertemu dengan keluarga dari sahabat papihnya itu.
"Lancarkan lah ya Allah.Bismilah." gumamnya.
----
Keluarga Ryan sudah sampai direstoran yang menjadi tempat dia dan Handi sahabatnya bertemu untuk makan malam dan membahas perjodohan itu.
"Silahkan masuk.Ada yang bisa ditanyakan pak?" ujar pelayan itu.
"Kami sudah ada janji dengan Handi Nugraha." Jawab Ryan.
"Oh silahkan masuk si room privat pak,beliau sudah menunggu." ucap pelayan itu dengan ramah.
Ryan hanya tersenyum dan Ryan segera menuju ke privat room bersama dengan keluarganya.Setelah sampai,Ryan menepuk bahu Handi.
Handi menengok kearah yang memegang bahunya itu."Ryan,gimana kabar kamu?Mana si Nasya itu?" Tanya Handi sambil memeluk Ryan.
Ryan membalas pelukan Handi,sebuah pelukan persahabatan sejak sekolah hingga sekarang."Baik baik,ini Nasya istri aku." ujar Ryan sambil menunjuk Nasya.
"Masih awet aja ya.Ayo sinih duduk duduk." Kekeh Handi dan mempersilahkan keluarga Ryan untuk duduk.
Mereka pun duduk dihadapan Handi dan tari.
"Mana anakmu itu,yan?" tanya Handi.
"Oh kenalin ini Lenta dan ini Lina,anak anak aku.Cantik bukan?" ujar Ryan sambil menunjuk kedua anaknya itu.
"Aduh manis manis banget ya mas,cantik cantik pula.Apalagi Lenta pasti cocok dengan anak kita ya kan pih." ucap Tari dengan menatap Lenta sangat hangat.
Lenta hanya tersenyum kaku,sedangkan Lina terkekeh pelan melihat tingkah kakaknya itu.
"Aduh kamu bisa aja deh tar.Iya ini tadi juga si Lenta dandannya lama banget.Udah ga sabar kayanya ketemu sama anak kamu itu." timpal Nasya.Mereka semua tertawa mendengar ucapan Nasya.Kecuali Lenta,ia sangat malu.
"Mamah ih!" jawab Lenta dengan ketus.
"Kakak ga boleh malu malu,kan sebentar lagi bakalan jadi istrinya kakak ganteng,ya kan mah?"Ucap Lina dengan nada meledek.
Handi,Tari,Nasya,dan Ryan tertawa mendengar ucapan dari gadis kecil itu.Lina yang melihat juga tertawa.
"Aduh sya anakmu itu masih kecil udah pinter aja." ucap Tari sambil memegang pipi Lina.
"Iya dong,kan ngikut jejak mamahnya." jawab Nasya.
Lenta hanya mendengarkan obrolan itu dengan malas,ia memilih bermain ponselnya dan membuka grup chatnya dengan sahabatnya.
GAES G R U P
lentaqueen
sumpah gue males banget gila!
Dinda cabekq
nape lu cabequuu?
Araqq
(2)
Bang Adit jelek
(3)
lentaqueen
gue bete banget a***y!
Ibraaaaa
kenapa lu nyet?
Bang Adit jelek
iya lu ditanyain kagak njawab
Araqq
(3)
Dinda cabekq
(5)
lentaqueen
auah kesel!
Lenta menutup room chat dengan teman temannya,dan beralih ke media lainnya.
"Oiya anak kamu mana tar?" Tanya Nasya.
"Oh iya dia lagi di toilet sebentar katanya" jawab Tari sambil menengok mencari anaknya itu.
"Maaf saya telat."
"Itu dia anak aku.Kenalan dulu sayang." ujar tari.
Mereka yang sedang mengobrol mendongkok menghadap kearah Reyhan.Lain halnya dengan Lenta,Lenta tetap memilih bermain ponselnya
"Saya Reyhan om tante." ucap Reyhan dengan senyum.
"Wah kak Reyhan ganteng.Cocok dong sama kakak!" teriak Lina cukup keras.Lenta pun menoleh ke arah Lina dan beralih ke arah laki laki itu.
"ELO!! NGAPAIN LO DISINI HA!" ujar Lenta sambil berdiri dan mengacungkan jarinya menunjuk Reyhan.
"Lenta kamu ini apa apaan si.Duduk!" ujar Ryan.
"Maaf ya Han,Tar.Anak aku yang satu ini memang kelewat batas."
"Tidak papa yan,malah aku seneng ternyata mereka sudah mengenal.Iya kan nak?" jawab Tari sambil tersenyum.
"Ya mih,kebetulan Lenta adik kelas Reyhan." ucap Reyhan dingin.
Reyhan duduk disebelah Handi.Lenta masih menundukkan kepalanya karena malu akan tingkah nya yang sangat bar bar ini depan sahabat papahnya.
"Reyhan,ini anak om.Alenta namanya." Ujar Ryan,sambil merangkul lenta.
"Iya om saya tau." ucap Reyhan.
"Anak aku si Reyhan sudah menerima perjodohan ini." ujar Handi.
"Alhamdulillah dong.Jadi lebih mudah kan.iya kan Lenta?"
Lenta merasa dirinya terpanggil menghadap kearah Nasya.
"Iya kan sayang,kamu mau menerima perjodohan ini?"
"Sama dia mah?" tanya Lenta dengan melirik tidak suka kearah reyhan.
"Iya dong,masa sama tukang parkir."
"gimana sayang?"
"LENTA ENGGA MA....." ucap Lenta terpotong.
"Pasti Lenta menerima perjodohan ini.Apalagi Reyhan ini ganteng.Ya kan Lenta?" tanya Ryan.
"Iya om,pasti kak Lenta mau!Kan kak Reyhan ganteng,apalagi kak Lenta carinya yang ganteng ganteng,ya kan ka?" timpal Lina dengan polos.Mereka yang mendengar hanya tertawa.Lain hal dengan Lenta yang menggerutu tidak suka.
"Bagaimana Reyhan?Apa kamu menerima perjodohan ini?" tanya Ryan.
Reyhan menatap kearah Lenta sebelum menjawab dan Lenta juga menatap Reyhan,ia berharap jika Reyhan menolak perjodohan ini.
"Saya menerimanya om." ucap Lenta.
Lenta yang mendengar jawaban dari Reyhan kaget.Mana bisa Reyhan menerima perjodohan ini?Sedangkan dirinya menolak.Walaupun Reyhan ganteng,tapi tetap saja Lenta tetep tidak mau.
Setelah kedua belah pihak sudah menerima perjodohan,pelayan datang dengan membawa makan malam yang sudah dipesan oleh mereka.Kemudian mereka berbincang dan makan malam bersama terlebih dahulu.
Setelah selesai mereka membahas tanggal pernikahan mereka dan juga konsep pernikahannya.
Pernikahan mereka akan berlangsung 2 Minggu lagi.Reyhan hanya menyetujui apapun itu.Sedangkan Lenta?Dia masih menggerutu didalam hati.
---
Lenta dan Reyhan sedang ada diatas roftoop restoran itu.Orang tua mereka yang menyuruhnya untuk jalan jalan berdua supaya lebih kenal.
"Maksud lo apa Nerima perjodohan ini ha!" ujar Lenta
"Ya suka suka gue."
"Gue mau Lo nolak perjodohan ini karena gue gamau sama Lo!"
"Ga peduli gue."
"Lo tuh nyebelin banget si!Mau Lo apa!"
"Balas dendam,gimana?" bisik Reyhan ditelinga Lenta.
Lenta bergidik ngeri mendengar perkataan Reyhan.Jika Reyhan menerima perjodohan ini karena ingin balas dendam,hal apa yang akan dilakukan oleh Reyhan terhadapnya?
"Lain kali ganti baju Lo.Pake baju tertutup!"
"Suka suka gue lah,tubuh tubuh gue,baju baju gue!"
Reyhan hanya memutar bola matanya malas.Sedari tadi saat makan malam,mata Reyhan tak bisa lepas dari pandangannya ke arah belahan d**a milik Lenta.Bagaimanapun ia seorang lelaki normal,dan memiliki nafsu.Tapi pikiran itu ia singkirkan jauh jauh.