Lenta dan Lina sedang menonton telivisi acara kesukaan mereka.Nasya sedang membersihkan dapur bersama Bi Ijah,sedangkan Ryan mengurus pekerjaannya di kantor.
"Kak,emang bener kakak mau nikah?" tanya Lina sambil memasukan beberapa snack ke dalam mulutnya.
"Hm."
"Yah,Lina dirumah sendirian dong?"
"Em."
"Yang nanti minjem in laptop buat nonton oppa oppa siapa dong kak?Terus temen berantem Lina juga udah ga ada dong?"
"Brisik ae lo dek!Lo nonton tinggal nonton juga.Pertanyaan Lo itu kaya gue mau pergi jauh aja,heran gue." ujar Lenta dengan ketus.
"Ye,Lina kan cuma mengungkapkan beberapa perasaan Lina." jawab Lina.
Lenta malas mendengar pertanyaan dari Lina.Lenta pun bangkit menuju ke dapur untuk mengambil minuman.
Drt..drt...drt..
Papah my love calling
"Halo pah"
"Lenta malam ini kamu bersiap siap ya.Bilang mamah kalo hari ini kita makan diluar.Kamu jangan lupa dandan yang cantik,karena hari ini kita akan bertemu dengan sahabat papah.Sampaikan juga pada Lina untuk memakai baju yang rapi"
"Hah apa pah?"
"Jam 7 papah pulang menjemput kalian"
"Hall..."
Tut..Tut..
Sambungan telfon sudah terputus.Lenta tak salah dengar?Malam ini ia akan bertemu dengan sahabat papahnya itu?
"Siapa sayang?" tanya nasya.Lenta yang sedari tadi melamun terbuyar karena pertanyaan Nasya.
"Eeh...Emm...Itu mah papah nyuruh kita pake baju yang bagus karena malam ini kita akan bertemu dengan sahabat papah.Jam 7 malem." jawab Lenta dengan terbata bata.
"Oh mamah kira ada hal apa.Yaudah kalo gitu kamu bersiap siap ya.Biar mamah yang bilang ke adik kamu supaya mandi." ucap Nasya dengan melangkahkan kakinya menuju ruang televisi untuk menyuruh Lina mandi dan bersiap siap.
Lenta sudah ada dikamarnya dan masih dudu diatas kasur king size nya.Apakah Lenta bermimpi? Menghayal? Tidak tidak.Ini bukan mimpi.Ini kenyataan!
Lenta membuang semua pikiran pikiran itu dan segera untuk mandi serta bersiap siap.
---
30 menit Lenta mandi dan sekarang ia sedang memilih gaun yang dipakai untuk malam ini apa.Setelah memilih gaun yang dipakai,ia memilih gaun berwarna hitam dengan belahan d**a sedikit rendah serta memilih sepatu yang senada dengan gaunnya.Malam itu Lenta memilih menggerai rambutnya dengan mempoles makeup yang pas.
"Sayang?Udah siap?" tanya Nasya dari luar kamar Lenta dan masuk kedalam kamar Lenta.
Ceklek
"Eh anak mamah udah cantik banget." ujar Nasya yang menghampiri anaknya didepan cermin.
"Apa si mah,udah kan yuk kebawah!" jawab Lenta.Lenta menggandeng tangan Nasya dan melangkahkan kakinya turun kebawah menemui Ryan dan Lina yang sudah siap sedari tadi.Nasya hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
Saat turun,Lina melihat Lenta dengan tatapan mengejek."Kakak cantik banget si,pasti udah ga sabar ketemu sama calon suaminyaaaa hihi." ledek Lina dengan tertawa.
"Lina!" ujar Lenta sewot.
"Lina sayang,jangan menggoda kakakmu itu ya.Kan kak Lenta dandan cantik itu untuk calon suaminya." timpal Ryan sambil tersenyum.Lina yang mendengar perkataan papahnya terkekeh.
Lenta tak menjawab apapun.Hatinya sangat berdebar debar ditambah dengan ucapan dari adiknya dan papahnya.
"Sudah sudah.Ayo berangkat nanti kita telat.Kamu ini pah!Udah ayo!" ucap Nasya.
Kemudian,mereka pun masuk kedalam mobil dan berangkat menuju restoran.