"Kak Lenta!"
"Kak Lenta!"
"Ih kak Lenta!"
Teriak Lina yang sudah sedari tadi membangunkan kakak nya itu seperti kebo,sangat sulit dibangunkan.
Lina terus menggoyangkan tubuh Lenta yang tengah berposisi tengkurap itu.
Lenta yang merasa terganggu,membalikan badannya sambil mengulet.
"Apaan si dek! Ganggu aja!" ujar Lenta sewot.
"Ditunggu papah dibawah tuh,daritadi dibangunin kaya kebo!"
"Bilang dari tadi kek!"
"Lina udah bilang kak,tapi kakak gamau bangun bangun!!"
Lenta pun bangun dan meninggalkan Lina yang masih menggerutu dikamarnya.
"Hai pah! Kata Lina papah mau ngomong sama Lenta." tanya Lenta.
"Hai sayang,iya ini papah mau ngomong penting sama kamu.Tunggu mamah dulu ya." Ujar Ryan.
Lenta menunggu mamah sambil memakan beberapa cemilan yang tergeletak di atas kopi,sedangkan Ryan sedang membaca korannya.
Terdengar suara dari tangga,itu adalah Nasya.
"Gimana pah?Katanya mau ngobrolin hal penting sama mamah?" tanya Nasya sambil duduk disebelah Lenta.
Ryan meletakan korannya dan menghadap ke arah Lenta serta Nasya.
"Papah akan mendojohkan kamu dengan anak sahabat papah." ujar Ryan
Lenta yang mendengar hal itu seketika diam.Bagaimana bisa anak usia 15 tahun dijodohkan?
"APA PAH?DIJODOHIN?JODOHIN BERATI SEBUAH IKATAN,SEDANGKAN IKATAN ITU TUNANGAN,HABIS TUNANGAN TERUS NIKAH? LENTA GA MAU!" teriak Lenta.
"Ini demi kebaikan kamu sayang.Mamah setuju dengan perkataan papah." timpal Nasya.
"Tapi kan mah,Lenta masih sekolah!Apa kata orang lain?Muka cantik Lenta ditaroh mana!"
"Papah gamau denger alasan kamu apa.Yang jelas papah dan sahabat papah sudah menjodohkan kamu sejak kami masih SMA.Itu janji papah dan sahabat papah itu." ujar Ryan dengan tegas.
"Ya Lenta mana peduli,itu janji janji papah sama sahabat papah itu!" jawab mika ketus.
"Lenta!Jangan seperti itu,papah pasti mau yang terbaik untuk kamu.Mamah juga setuju kalo kamu dijodohkan dengan sahabat papah.Itu lebih baik supaya pergaulan kamu tidak salah." ucap Nasya.Lenta yang mendengar ucapan papah dan mamah nya hanya diam.Lenta masih memikirkan hal itu,bagaimana jika laki laki yang dijodohkan oleh dirinya jelek?
"Oke Lenta terima.Tapi dengan satu syarat,anak sahabat papah itu harus ganteng!"
"Kamu tenang saja sayang,pasti kamu tidak akan menyesal." ujar Ryan sambil mengelus ujung kepala Lenta dan mencium keningnya.
"Kalo gitu papah sama mamah ke kamar dulu.Ayo mah." ucap Ryan sambil menggandeng istri nya itu.
Lenta masih saja menggerutu.Lenta tidak terima jika ia dijodohkan.Tapi disisi lain jika ia menolak pasti papahnya akan tetap memaksa nya.Huh sungguh sebal!