Lenta sedang tertidur pulas disamping Dinda disaat pembelajaran sedang berlangsung.Tempat duduk yang strategis dan sangat aman untuk dirinya tidur tanpa harus ketawan dengan guru yang mengajar.
Berbeda dengan Dinda,ia sedang bermain ponselnya dibawah meja.Ya hari itu adalah hari yang membosankan bagi mereka berdua.Tetapi tidak untuk Zahra,iya cukup memperhatikan guru saat mengajar.
"Hust heh hsttt!" ujar Ibra sambil menggoyangkan kursi milik Dinda.
Dinda yang merasa terganggu pun memprotes dengan suara pelan,"Apa si bra ganggu aja Lo!" .Ibra hanya cengengesan melihat ekspresi kesal Dinda.
Bu Ana,guru matematika yang sedang mengajar pun menoleh ke arah Ibra dan Dinda.
"Ada apa Dinda?Ibra?Mengapa kalian ribut?" tanya Bu Ana.
"Ibu cantik kepo deh,aku jadi terasa diperhatikan." jawab Ibra sambil menggoda nya dan diiringi candaan tawaan.Teman teman kelasnya pun ikut tertawa.
Bu Ana yang melihat tingkah Ibra hanya mengelus dadanya dengan sabar.Sudah biasa ia seperti itu,malas berurusan dengan Ibra serta teman teman lainnya yang akan membuat Bu Ana pusing tujuh keliling akan sikap sikap mereka.
----
"Reyhan,tolong bawakan buku ini ke kelas X IPS 1 ya." Ucap Bu Fitri.Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya kemudian mengambil tumpukan buku itu dan membawanya ke kelas X IPS 1.
Tok tok tok.
"Oh iya,ada apa nak?" tanya guru paruh baya yang sedang mengajar di kelas itu.
"Disuruh Bu Fitri untuk mengantarkan buku ini Bu." jawabnya.
"Yasudah silahkan masuk."
Reyhan pun masuk dengan membawa tumpukan buku itu,matanya menangkap sosok wanita yang sedang tertidur pulas dibagian pojok belakang.Ya, dia adalah Lenta.
Dinda yang merasa Reyhan melihat dirinya pun melirik ke arah Lenta,kemudian menyenggol bahu Lenta untuk segera bangun.Tak kunjung bangun,Dinda pun mencubit lengan Lenta hingga Lenta terbangun.
"Awhh!Anjing apa apaan si!" ucapnya sambil berteriak tanpa malu.
Reyhan yang sedari tadi menatapnya hanya tersenyum melihat tingkah lenta.Tetapi berbeda dengan guru paruh baya yang sedang mengajar nya.
"Suara apa itu!"
"Suara cantik saya lah bu,gimana si!" jawab Lenta dengan nada emosi.
Dinda menyenggol lengan Lenta untuk sadar bahwa dia sedang dalam berbahaya dengan guru killernya."Lo apa apan si Len!Aduh ada suami Lo itu!"
"Ya Lo ngapain nyubit gue anjing!"
"Lenta Dinda keluar! Bersihkan seluruh toilet disekolah ini! Dan kamu,tolong jagain mereka awasi apa mereka melakukan tugasnya atau tidak!" ucap guru paruh baya itu dengan menunjuk Reyhan.
Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya dan kemudian permisi keluar untuk menunggu diluar.
"Cepat kalian berdua keluar!Kalian hanya menganggu proses pembelajaran!"
Dinda dan Lenta pun bangkit dan keluar.
"Lo kan,gue jadi kena hukuman!" dumel Dinda.
"Salah Lo ngapain nyubit gue keras banget,liat nih sampe lecet!" ucap Lenta tidak terima.
"Suami Lo tuh ada dikelas ngeliatin Lo terus!"
"Hubungannya apa babi!"
Reyhan hanya mendengar perdebatan keduanya dengan malas.
"Lo berdua mau sampe kapan debat ? Buruan bersihin toilet!" ujar Reyhan.
"Bacot Lo!" ujar Lenta.
Dinda dan Lenta pun berjalan menuju toilet perempuan.Reyhan hanya mengikuti nya dibelakang.
Setelah sampai,Reyhan membagi dua.Dinda berada di toilet perempuan,dan Lenta akan membersihkan toilet laki laki bersama dengan Reyhan.
"Enak amat kan Lenta Lo temenin.Yang ada Lo berdua malah ena ena lagi." Ucap Dinda tanpa berdosa.
Lenta mendelik tidak percaya mendengar ucapan Dinda itu."Heh ngomong apa barusan?"
"Buruan atau gue lapor ke guru kalo Lo berdua ga ngejalanin tugas!"
"Bawel Lo kak,kek emak emak." ucap Dinda.
Tak lama,Dinda pun membersihkan toilet perempuan dengan sangat teliti,berbeda dengan Lenta yang hanya bermain ponselnya.
"Mau sampe kapan Lo mainin ponsel Lo?" tanya Reyhan.
"Sampe Lo pergi dari hadapan gue."
"Siniin hape Lo!"
"Gue gamau ya!"
Reyhan tetap merebut ponsel milik Lenta,karena kekuatan Reyhan lebih kuat dibanding Lenta,Reyhan pun berhasil merebut ponselnya.
Ponsel milik Lenta berdering seperti ada pesan masuk,Reyhan langsung melihatnya.
"Ih Rey siniin hape gue ga! Siniin!" ucap Lenta berusaha mengambil ponselnya.
Elang : Lo cantik,seksi pula.Ntar malem gue jemput kerumah lo, seperti biasa ya bby.
Reyhan mengerutkan kepalanya melihat isi pesan tersebut.
"Siapa elang?" tanya Reyhan dingin.
"Bukan urusan Lo,balikin hape gue!"
"Oke."
Reyhan pun pergi dari toilet itu,meninggalkan Lenta yang masih kesal terhadapnya.
----
Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Reyhan.Mengapa dirinya seakan sakit melihat isi pesan itu?Apakah Reyhan sudah mulai menyukai Lenta?
Reyhan mengusap mukanya kasar.Ia bingung dengan perasaannya.
Di rooftop,Reyhan sedang menenangkan dirinya sendiri.Dia masih memikirkan isi pesan dari laki laki bernama elang itu.Siapa sebenernya dia?Apa hubungannya dia dengan Lenta?
---
Dinda dan Lenta sedang berada dikantin.Tidak hanya mereka berdua,tetapi sudah ada Zahra,Ziko,Adit,dan Ibra juga.
Mereka selalu membolos dikantin pojok yang memang letaknya cukup aman tanpa terlihat oleh guru.
"Muka Lo napa deh be?" tanya Adit.
Teman yang lainnya pun melihat ke arah Lenta semua.Dan iya,mereka melihat muka Lenta yang kusut,bete,kesel yang menjadi satu.
"Halah biasa hape direbut sama kak Reyhan." timpal Dinda.
"Hape doang kali be,bukan perawan Lo." ujar Ibra sambil tertawa.
"Anjing Lo!" Jawab Lenta memutar bola matanya sebal.