Malam harinya,tidak ada obrolan di antara Lenta dan Reyhan.Lina yang melihat situasi itu hanya diam dan bingung, sebenernya ada masalah apa yang membuat abang dan kakaknya saling diam.
Pukul 8.00 malam,Lenta sudah berada dikamarnya untuk berdandan dan mengganti bajunya.Malam ini,Lenta akan pergi bersama Elang.
Elang adalah pacar Lenta,memang sudah lama menjalin hubungan.Hanya hubungan mereka sama sama saling menggantung, Elang yang memang suka bermain main dengan cewe lain sedangkan Lenta yang memang tidak terlalu peduli gimana ia diperlakukan,yang jelas Elang banyak mengeluarkan banyak uang hanya demi Lenta.
Dikatakan matre ? Tentu tidak.Bagaimana tidak?Elang yang selalu menyuruh Lenta berpenampilan terbuka,seksi,dan tetap cantik itu tentu harus membutuhkan banyak uang,dan harusnya cowo yang mengeluarkan uangnya untuk biaya perawatan dan baju baju seksi.Betul?
Drt...Drtt..Drtt
Elang calling-
"Kenapa?" tanya Lenta dari sambungan telfonnya.
"Gue udah didepan beb"
"Bentar gue keluar."
"Jangan lupa harus seksi ya beb!"
"Hmmm"
Lenta pun memutuskan sambungan telfonnya dan memasukan ponsel nya kedalam tas bermerk yang iya pakai.
---
Reyhan sedang menemani Lina mengerjakan tugas sekolahnya di ruang tamu.Sejak Reyhan menjadi Abang iparnya,Lina jauh lebih suka dengan Reyhan.Reyhan yang selalu baik padanya,sayang padanya,selalu mengalah,dan selalu menuruti permintaannya bagaikan princes.
Saat Reyhan mengajari Lina,Lenta datang dengan pakainya yang memang bisa dibilang cukup seksi yang menampilkan lekak lekuk tubuh Lenta.Reyhan hanya menatap Lenta dengan tatapan penuh arti,entah perasaan tidak suka atau hal lainnya yang memang tidak Lenta pedulikan.

"Bagi duit Rey." Ucap Lenta tanpa berbasa basi.
Reyhan hanya diam tidak memperdulikan Lenta yang berdiri didepannya untuk meminta uang padanya.
Lenta yang merasa dirinya diacuhkan,hanya berdecak sebal.
"Nyebelin banget si Lo!" decaknya.
Drtt.drtt..drttt.
Elang calling-
"Lama banget si beb,buruan!" ucap Elang dengan sedikit emosi dari sebrang sana.
"Sabar si yang!Ini gue turun!"
Lenta memutuskan telfonnya,dan pergi tanpa berpamitan.Reyhan yang melihat itu pun mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
---
Lenta masuk kedalam mobil Elang dengan muka sebalnya.Sedangkan Elang yang melihat Lenta masuk dengan penampilan yang begitu mengundang nafsu itu melihat titik titik tertentu.
"Udah buruan jalan!" ucap Lenta dengan nada emosi.
"Iya beb kita jalan,tempat biasa oke." Jawab Elang dengan mengelus paha Lenta.
Mereka pun berangkat ke tempat biasa,ya club. Semenjak mereka berpacaran,mereka selalu kesana tentunya tanpa sepengetahuan orang tua Lenta.Sebab apa?Orang tua Lenta selalu melarang Lenta untuk berpergian malam terutama ketempat tempat terlarang itu.
Selama mereka berpacaran,mereka tidak pernah melakukan hubungan yang serius,hanya berpegangan tangan,ciuman,dan hanya memberikan kissmark . Senakal nakalnya Lenta,ia masih bisa menjaga mahkota kesayangannya itu untuk suaminya kelak.
---
Reyhan sedang berada di cafe untuk bertemu dengan seseorang.Lina sudah ia titipkan kepada bibinya,tadi nya Lina merengek untuk minta ikut tetapi Reyhan tidak mengijinkan kannya karena besok Lina sekolah dan harus masuk pagi.
Reyhan sudah menunggu 20 menit lamanya,Reyhan bukan tipe orang yang suka menunggu tapi karena ada hal penting yang harus ia tau,ia rela menunggu.
Tak berapa lama,orang yang Reyhan tunggu datang.Orang itu datang,ya dia adalah Dinda dan juga Ibra.Tadinya Dinda dan juga Ibra mengajak Zahra,Ziko dan juga Adit tapi mereka sedang sibuk.
"Sorry ya deh kak,udah nunggu lama ya?" tanya Dinda
"Ga papa." jawab Reyhan.
"Lo berdua mesen aja dulu,gue yang bayarin." sambung Reyhan.
"Wih serius nih kak?Sekalian pesen makan ya kak.Tau aja duit belum dapet kiriman ini." Ujar Ibra.
Dinda yang mendengar itu memukul lengan Ibra,bermaksud untuk menjaga image nya,walaupun senang dengan yang gratisan tapi jangan didepan kakak kelasnya termasuk suami dari sahabatnya itu.Memalukan
"Pesen yang Lo berdua mau.Yang jelas gue butuh Lo berdua." timpal Reyhan.
Dinda dan Ibra pun memanggil pelayan,dan mulai memesan apa yang mereka mau.Dan kemudian pelayan itu pergi.
"Btw,mau ada bicara apa ya kak?Tumben chat gue suruh bawa anak anak sekalian?" tanya Ibra.
"Gue mau Lo jujur sama gue."
"Soal apa kak?"
"Elang." ucap Reyhan .
Dinda dan Ibra hanya saling pandang mendengar satu nama yang Reyhan sebutkan tadi.
Reyhan melihat tingkah aneh Ibra dan Dinda merasakan ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
"Lo tinggal jujur aja,gue ga akan cerita ke siapapun termasuk Lenta." ujar Reyhan,sambil meminum kopi.
Saat hendak menjawab,pelayan datang dengan membawa pesanan Dinda dan Ibra.
"Silahkan dimakan." ucap pelayan itu.Dinda dan Ibra hanya mengangguk kepalanya.
"Sorry kak sebelumnya,gue juga ga begitu kenal soal Elang.Lenta cuma cerita kalo dia sama si Elang itu punya hubungan." jawab Dinda.
"Elang temen gue di SMP.Gosipnya Elang terkenal suka main cewe termasuk cewe bayaran karena bokap nyokap dia kaya." sambung Ibra.
"Lo kenal bra?" tanya Reyhan.
"Kenal,tapi ga begitu kenal kak.Ya Lo tau sendiri kan,gue anak gamers yang terkenal cuma karena tingkah gue bukan kaya Elang terkenal dan meluas.Yang gue pikir, kenapa Lo sampai engga tau kak." ucap Ibra.
"Gue ga pernah peduliin orang orang lain.Cuma Lo semua tau gue ini suami sahabat Lo.Gue cuma gamau Lenta kenapa Napa."
Dinda yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan antara Reyhan dan Ibra tiba tiba memotong pembicaraan Ibra.
"Gue ta...hdmskka" ujar ibra yang didekap oleh Dinda.
"Jadi intinya,kakak tuh punya rasa sama si Lenta?" tanya Dinda dengan intens.
Reyhan hanya mengangkat pundaknya,"Mungkin".
"Malem ini Lenta ada janji sama si Elang di club tempat biasa mereka janjian."
Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya.Dinda menceritakan apa yang ia tau tentang Elang dari Lenta kepada Reyhan.Ibra pun sama,ia menceritakan korban korban yang sudah menjadi incaran Elang.
"Ya itu ka, Elang nyari korban yang seksi seksi termasuk Lenta.Tapi gue liat,Lenta ga peduli sama sikap Elang yang suka banget mainin cewe apalagi Sampe nidurin.Ya kan bra?" ucap Dinda.
"Iya bener,yang penting duit dari si Elang itu lancar ke ATM si Lenta kak."
"Oke,makasih Lo udah bantu gue.Gue cuma minta tolong kalian,mata matain si Lenta.Termasuk buat Lo bra,mata matain Elang itu.Gue yakin Elang bukan cowo baik baik." ujar Reyhan.
Dinda dan Ibra hanya tersenyum.Kemudian Reyhan bangkit sebelum nya Reyhan sudah berterima kasih kepada mereka dan bergegas pergi untuk pulang ke rumah..
"Kak Reyhan punya rasa sama si cabe ternyata beb." Ujar Ibra sambil menghabiskan makannya.
Dinda hanya terkekeh,dan melanjutkan makan nya yang belum selesai ia habiskan