Pukul 01.30 dini hari,Reyhan masih belum bisa tidur.Ia masih menunggu Lenta yang sejak pergi semalam bersama Elang yang tak kunjung pulang.Ada sedikit rasa khawatir,bukan untuk apa apa tapi Lenta adalah istrinya yang dimana tugas suami harus menjaga istrinya.Reyhan sudah berkali kali menelfon dan mengirim pesan kepada Lenta tapi tak kunjung ada balasannya.
Tak berapa lama,pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Lenta dengan tampang tak berdosa dan bersalah.
Reyhan yang melihat Lenta pulang langsung menatap Lenta dengan tatapan tajam dan tangan terkepal,"Lo tau ini jam berapa?" Tanya Reyhan.
Lenta memutar bola matanya malas,dia sangat capek dan ingin segera untuk tidur bertemu dengan kasur empuknya,sayangnya pertanyaan Reyhan sudah terlontar dimana Lenta harus menjawab nya dengan rasa malasnya. "Hm."
"Lo tau ga si hah!" tanya Reyhan semakin meninggi.
"Gue tau ini udah pagi.Cerewet banget si Lo!"
"Hebat,Lo anak cewe jam segini baru balik.Ga punya etika sama sekali lo ya jadi cewe! Harusnya sadar kalo Lo itu cewe yang harusnya ngejaga diri bukan malah keluyuran ga jelas sama cowo asing dan jam segini baru balik!"
"Suka suka gue lah,Lo ga suka gue juga ga peduli peduli amat."
"Lo.istri.gue." ucap Reyhan dengan penuh penekanan.
Lenta berdesis pelan dan membiarkan Reyhan mengoceh tanpa ampun untuk dirinya.
Lenta yang sudah terlihat letih tanpa malu melepas semua pakaian yang ia kenakan didepan Reyhan dengan menggantinya menggunakan kaos oblong.
Reyhan yang melihat hanya diam dan langsung tidur diatas kasur menyelimuti dirinya dengan selimut.
Sebelum tidur Lenta membersihkan seluruh bekas make up miliknya agar tidak membekas dan baru ikut tidur disamping Reyhan.
----
Tok tok tok
"Kakak abang ini Lina." Ucap Lina sambil mengetok pintu kamar Reyhan dan Lenta.
Sudah berkali kali Lina mengetok pintu kamarnya tapi tidak kunjung dibuka.Akhirnya Lina memutuskan untuk membuka pintu kamar Reyhan dan Lenta.
Ceklek
Lina masuk kamar dan melihat sekililing kamar kakaknya itu yang sudah sedikit berubah dan direnovasi.Lina menghampiri Reyhan dan Lenta yang masih tertidur dengan sangat pulas.
Padahal sekarang sudah pukul 06.00 pagi,Lina juga sudah bersiap menggunakan baju identitas sekolahnya.
"Abang bangun" ucap lina sambil menggoyangkan tubuh Reyhan dengan posisi menyamping.
Reyhan hanya menggeliat dan membuka matanya,ia kaget jika Lina sudah menggunakan seragamnya dengan rapi sedangkan dirinya masih tertidur.
"Udah siang ya?" tanya Reyhan sambil merenggangkan otot otot tubuhnya.
Lina hanya menganggukan kepalanya.Kemudian ia menyuruh Reyhan untuk bangun.
"Ayo Abang bangun! Bibi udah bikin sarapan Lina mau berangkat dianter sama Abang!" ujar Lina sambil menarik tangan Reyhan.
Reyhan yang melihat itu hanya tersenyum,"Yaudah Abang mandi dulu ya." ucapnya.
Lina menggangukan kepalanya dan berjalan keluar dari kamar Reyhan dan Lenta.
Disisi lain,Reyhan masih marah dengan Lenta karena tingkahnya yang tak kunjung sadar jika prilakunya sudah diluar batas.Namun,Reyhan sadar apapun yang Reyhan ucapkan tidak akan digubris oleh Lenta.
Reyhan hanya melihat Lenta seklias yang tengah tertidur dengan sangat pulas.
"Cantik." ujar Reyhan dalam hati.
Reyhan pun segera bangkit untuk mandi dan bersiap siap,ia tidak mau membangunkan Lenta,karena ia tau jika Lenta akan mengamuk.
---
"Hoaammmm" Lenta baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.Ia menggeliatkan tubuhnya agar tidak merasa pegal dan menyiapkan nyawanya.
Lenta mengambil ponsel miliknya diatas nakas meja sebelah kasurnya,ia melihat banyak panggilan masukdan beberapa pesan dari teman temannya serta beberapa notice dari intagramnya.
(46)Panggilan tak terjawab
(112+) Pesan masuk
DyahPuspita__ mulai mengikuti anda.
Setelah melihat itu,ia meletakan kembali ponselnya ke nakas meja.Ia bangkit dan keluar dari kamarnya untuk turun kebawah.
"Bi,bibi." ucap Lenta sambil turun dari tangga.Tapi tak ada jawaban yang membalas ucapannya.Dengan kesal Lenta berteriak memanggil Bi Ijah,pembantunya.
"Bi ijahhhh!!!" teriak Lenta saat sudah sampai diruang tv.
Bi Ijah pun datang dengan terponggoh ponggoh dari arah dapur.Bi Ijah yang sudah sangat lama bekerja di keluarga Ryan selalu sabar atas tingkah dari anak anaknya.
Bi Ijah sudah merawat Lenta dari kecil,ia paham dengan sifat Lenta dari disaat dia ada masalah,dia marah,atau dia sedang kesal seperti sekarang ini.
"Iya non ada apa?Maaf bibi abis masak untuk makan siang." ujar bi Ijah.
"Bi buatin Lenta jus strawberry ya." ucap Lenta.
"Baik non." jawab bi ijah.
Saat Bi Ijah akan balik ke dapur membuat jus permintaan Lenta,Lenta memberhentikan Bi Ijah.
"Eh tunggu biii." ujar Lenta.
"Iya ada apa non?" tanya Bi Ijah
"Emm gapapa deh bi,ga jadi." ucap Lenta sambil menggelengkan kepalanya.
"Yaudah non,kalo ada apa apa panggil bibi aja ya.Bibi kebelakang dulu." jawab bi Ijah sambil berjalan ke arah dapur.
---
"Si cabe mana si?Bolos dia?" tanya Adit sambil merebut minuman yang akan diminum oleh Ziko.
Adit,Ziko,dan Ibra sedang berkumpul di atas roftoop sekolah.Biasanya mereka pasti selalu dengan Lenta karena Lenta adalah ratu bolos yang sudah dikenal oleh banyak guru.
Tapi kali ini,mereka hanya bertiga,Dinda sedang mengurus tugas yang sudah menumpuk dengan ditemani oleh Ara.
"Elah ganggu aja Lo!" jawab Ziko sambil mendorong Adit yang tengah merebut minumannya.
"Sans bro,gue minta dikit.Bokek nih gue." ujar Adit sambil menegak minuman milik Ziko.
Ibra tidak fokus dengan obrolan antara Adit dan Ziko karena ia tengah asik dengan ponsel nya.
"Ih kesel banget gue sama Bu gendut tuh!Ribet banget tugas doang juga!" ucap Dinda yang tengah kesal sambil duduk disebelah Ibra dan dengan tidak sengaja menyenggol tangan ibra yang otomatis ponsel nya terjatuh.
"b**o Lo!Hape guee gilaaaa!!!!" teriak Ibra dengan histeris.
"Lebay Lo,lagi kesel gue!" ucap Dinda tak kalah keras.
"Brisik!!" teriak Adit dan Ziko yang merasa terganggu oleh dua orang itu.
"Lo si,ngapain teriak teriak coba." tegur ara.
"Kenapa emang?Bu gendut ngasih point Lo lagi?" tanya Ibra.
Dinda hanya berdecak malas menjelaskan kepada Ibra,malah ia memilih tiduran diatas paha Adit yang juga sedang tertidur.
Bu gendut adalah guru Ekonomi.Bukan gendut nama aslinya tetapi Ibu Endrawati.Bodynya memang kelebihan bobo dan banyak murid memanggilnya Bu gendut,dan beliau terkenal dengan ketegasannya.Banyak murid yang selalu stress jika sudah mendapat tugas dari beliau.
Bukan karena tidak bisa atau terlalu sulit melainkan dalam proses pembelajaran Bu endrawati selalu melakukan metode pembelajaran yang cukup cepat dan sulit untuk dipahami,hanya beberapa murid saja yang bisa memahami dan memiliki penalaran yang cukup.Ara saja yang terkenal karena kepintarannya,tidak bisa memahami pembelajaran dari Bu endrawati.