Bagian 26

747 Kata
Pukul 17.00,Reyhan baru saja pulang dari sekolahnya.Capek,kesel,lapar itu yang dirasakan oleh Reyhan.Maklum,kelas 12 memang sudah sangat sibuk dengan tambahan pelajaran,belum lagi tugas tugasnya. Disaat waktu yang bersamaan,Reyhan memasuki kamar Lenta ingin keluar dari kamar dengan menggunakan kaos oblong dan celana hotpants. Lenta tampak acuh tak acuh melihat Reyhan yang baru saja pulang,sedangkan Reyhan tidak memperdulikan itu karena jika dirinya memprotes atau menyapa pasti akan ribut. --- 18.50 "Papah mamah!!!!!!Lina kangen banget!!" teriak Lina sambil berlari kearah Ryan dan Nasya yang baru saja sampai dari rumahnya dan memeluk nya. "Anak mamah yang cantik." Ucap Nasya sambil membalas pelukan Lina.Sedangkan Ryan hanya mengelus pucuk kepala Lina dengan tersenyum. Lina melepaskan pelukannya dan melihat jika papahnya membawa banyak tas."Ini pasti oleh oleh kan buat Lina?" tanya Lina dengan bahagia. "Iya sayang buat kamu,kakakmu,dan abangmu.Oiya dimana mereka ?" Ujar Ryan. Lina hanya mengangkat kedua bahunya dan mengambil tas membawanya ke arah sofa.Ryan dan Nasya pun segera duduk ke sofa menghampiri Lina yang tengah membuka beberapa oleh oleh yang dibawanya. "Bibi." teriak Nasya memanggil Bi Ijah. "Iya buk,eh ibuk sama bapak sudah pulang?Mau bibi buatkan apa buk,pak?" tanya bi Ijah. "Sudah kok bi ini baru sampai.Oiya bi,tolong bawakan koper koper itu ke kamar ya bi.Sekalian tolong buatkan bapak teh hangat." ujar Nasya "Baik buk." --- Reyhan tengah sibuk dengan tugas tugasnya dimeja belajar yang berserakan,selepas sampai dirumahnya Reyhan hanya membersihkan tubuhnya dan menyiapkan tugas tugasnya. Sedangkan Lenta sedang sibuk dengan ponselnya diatas kasur.Iya melihat Reyhan yang tengah sibuk,tapi ia tidak mau ikut campur. Lenta memutuskan keluar dari kamarnya untuk ke dapur mengambil minum karena ia merasa haus.Saat sampai ditangga,ia mendengar suara kegaduhan dibawah. "Loh mamah?Papah?Kapan sampai?" tanya Lenta sambil mencium pipi Nasya dan juga Ryan serta duduk disamping Lina yang sedang memakan oleh oleh dari Ryan dan Nasya. "Baru juga sampai sayang,gimana kabar kamu?Baik?" tanya Ryan. Lenta hanya menganggukkan kepalanya dengan mengambil beberapa cemilan yang ada dimeja "Dimana Reyhan?Papah ga liat dia dari tadi." "Kamar." "Kok ga kakak ajak sekalian kebawah si kak?" tanya Nasya. "Lagi sibuk mah." jawab Lenta. Disela sela obrolan Lenta dengan Ryan dan Nasya.Bi Ijah datang sambil membawa teh hangat. "Mamah papah tau ga,kakak sama abang suka berantem." ujar Lina sambil memakan cemilan. Lenta yang mendengar penuturan Lina melirik tajam ke arah Lina,menunjukan bahwa Lina jangan meneruskan pembicara nya. "Loh?" tanya Ryan. "Kakak sering bikin Abang marah terus,padahal Abang udah sering bilangin kakak.Tapi kakak susah dibilangin terus berantem deh." Adu Lina panjang. Lenta mengepalkan kedua tangannya kesal,mengapa Lina harus menceritakan kepada orang tuanya? "Bener Lenta?" tanya Ryan yang tengah selesai meneguk teh hangat. "Iya pah."Jawab Lenta. Sebelum ia mendengar cermah panjang dari papahnya itu,ia berpamitan terlebih dahulu kepada orang tuanya bahwa ia harus ke atas menyelesaikan tugas-tugas nya. Nasya hanya menggelengkan kepalanya. "Sudah pah,biarkan.Mereka sudah besar." ujar Nasya --- Ceklek Brak Reyhan yang tadinya tengah serius mengerjakan tugasnya kaget karena pintu tertutup yang ditutup kencang. "Lo apa apa an si? Nutup pintu tuh tinggal tutup gausah di jebrak juga kan." ujar Reyhan sambil meletakan bolpoinnya. "Brisik Lo ah,gue tuh lagi kesel." "Ya gue bodo amat.Harusnya Lo ngerti,suami lagi sibuk Lo nyediain kopi atau teh kek malah ganggu!" "Tau ah!" Lenta yang tengah kesal bertambah kesal karena ulah Reyhan.Lenta memutuskan untuk bermain ponselnya diatas kasurnya. Reyhan hanya berdecak sebal dan meneruskan tugasnya yang sempat terhenti. --- Ceklek  pintu kamar Lenta terbuka. "Loh Reyhan,kamu belum tidur nak?" tanya Nasya. "Eh mamah,kapan sampai?Maafin Reyhan ya mah Reyhan gatau kalo mamah udah pulang." ujar Reyhan tak enak hati. "Tidak papa, papah sama mamah udah tau kok kamu sedang sibuk.Kamu kenapa belum tidur Reyhan?Liat jamnya saja sudah jam 11 malam." "Hehe iya mah,Reyhan lagi ngerjain tugas tugas Reyhan masih banyak soalnya mah,kalo ditunda yang ada numpuk." "Yaudah kalo gitu,kalo capek kamu istirahat ya.Lihat,Lenta aja udah tidur dengan nyenyak." "Iya mah." "Oiya Reyhan,gimana? Reyhan mengerutkan kedua alisnya bingung,"Gimana apanya mah?" "Kamu sama Lenta,masih suka berantem?" "Ya gitu deh mah,tapi mamah harus percaya sama Reyhan.Reyhan bakal ubah Lenta jadi anak baik baik kok mah." "Makasih ya Reyhan,mamah beruntung banget dapet menantu sesabar kamu ini.". "Mamah sama papah tenang aja ya.Sekarang mamah istirahat dulu aja,udah malem." "Yaudah,mamah istirahat ya,kamu juga." Selepas itu,Nasya keluar dari kamar Lenta dan Reyhan sesudah mencium kening Lenta dan menutup kembali pintu kamarnya dengan berhati hati. Reyhan yang tengah berdiri disebelah meja belajar,melihat Lenta yang tertidur dengan sangat tenang. "Gue gatau apa perasaan gue Len.Yang gue tau,gue udah mulai sayang dan peduli sama Lo walaupun gue bersikap dingin dan kasar sama Lo.Gue harap Lo ga pernah ngecewain gue." ucap Reyhan dalam hatinya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN