Bagian 27

905 Kata
Sabtu pagi,keluarga Ryan terlihat sangat sibuk didalam rumahnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk liburan mereka. Ya,mereka akan berlibur ke villa dan akan nginap beberapa hari disana untuk membuang penat.Ryan memang selalu mementingkan kebahagian keluarganya disaat dirinya memang sedang ada waktu luang untuk keluarganya,walaupun dirinya sangat sibuk tetapi ia masih bisa memberi waktu kebersamaan untuk keluarga karena keluarga adalah segalanya. Ryan tengah sibuk mengecek mobil agar tidak ada kendala atau hal lain yang dapat menghambat selama perjalanan.Ryan memilih membawa kendaraan pribadi sendiri agar lebih mudah dan nyaman. Nasya sedang mempersiapkan bekal seperti air minum,beberapa cemilan,dan juga roti untuk dibawa.Nasya sudah mempersiapkan beberapa baju untuk ia bawa bersama suaminya. Lina sedang membereskan isi tasnya untuk beberapa barang yang akan ia bawa.Lina sudah mempersiapkan beberapa pakaian sejak kemarin malam dibantu oleh Nasya agar tidak gugup karena Lina merupakan anak yang suka lama dalam memilih pakaian. Berbeda dengan Reyhan dan Lenta yang belum bersiap siap karena mereka lupa bahwa hari ini mereka pergi bersama keluarganya. "Mahhhhh,mamahh." teriak Lenta yang sedang berjalan turun dari tangga. "Iya sayang,mamah ada didapur.Jangan teriak teriak!" jawab Nasya sambil berteriak didalam dapur.Lenta pun menghampiri Nasya yang tengah sibuk memasukan bekal kedalam tas. Lenta yang melihat itu mengerutkan kedua alisnya menjadi satu,"loh mah mau kemana?kok bawa banyak banget makanan?" tanyanya. "Loh kamu gatau?Kita itu hari ini akan liburan ke villa papah kamu di Bandung itu." ucap Nasya. Lenta hanya diam,dan tampak tak acuh kemudian meninggalkan Nasya didapur.Ia menuju kamarnya. Saat ia akan masuk kedalam kamar,ia berteriak karena melihat Reyhan yang baru saja selesai mandi hanya bertelanjang d**a menampilkan d**a bidang seksinya dan handuk yang menutup bagian bawah nya. "Aaaaaa!!" teriak Lenta sambil menutup matanya. Reyhan melihat itu dengan santai,karena itu bukan menjadi masalah.Sudah sah bukan? "Brisik." ujar Reyhan dingin. "Lo tuh udah tau ini kamar milik berdua,harusnya sadar dikit kek ganti dikamar mandi.Mata gue tuh jadi ga suci!" ucap Lenta sinis. "Lo sendiri gimana kalo lepas baju didepan gue? Buktinya santai santai aja kan?Atau jangan jangan Lo nafsu liat gue kaya gini?Hm?" ujar Reyhan lagi dengan tatapan menggoda. "Najis gue,udah sono ah buruan ganti!" Jawab Lenta sambil berjalan mendekati nakas meja mengambil ponselnya. Reyhan sudah menggunakan kaos dan celana kolor,bagi Reyhan kolor adalah kehidupannya yang memberi kebebasan dan rasa nyaman yang luar biasa. "Rey,Lo tau kita mau liburan?" tanya Lenta yang tengah memainkan ponselnya. "Ga" "Gue baru tau, hari ini kita semua liburan." "Oh." "Lo tuh ga asik banget si!Susah ngomong sama cowo dingin kaya Lo ga ada hasrat hidup sama sekali!" "Hmm." Lenta kesal dengan jawaban Reyhan,menyebalkan sekali ia tidak pernah di cuekin oleh cowo tapi dengan Reyhan,yang statusnya adalah suaminya ia selalu dibuat jengkel atau bahkan dicueki. Drtt..drttt. .. drttt Elang calling- Lenta pun mengangkat panggilan dari Elang.Elang adalah pacar Lenta,sudah berjalan 7 bulan mereka pacaran.Elang memang bukan lelaki baik baik,Lenta pun sadar akan itu.Tapi bagi Lenta itu bukan menjadi masalah,selagi ATM nya selalu diisi uang oleh Elang itu bukan masalah besar. Seburuk buruknya Lenta yang sudah pernah berciuman dan dijamah,Lenta tidak pernah membiarkan mahkota berharga nya diambil oleh kekasihnya. "Apa?" "Judes banget si yang" Ucap elang dari telfon. "Yaudah,apa?" "Gue mau ajak Lo pergi malem ini,pake baju seksi ya babe." "Oke,jemppppthhhh." Reyhan yang tidak sengaja mendengar percakapan Lenta dengan Elang pun merasa kesal,ia merebut ponsel Lenta dan mematikan sambungan telfonnya disaat Lenta akan menjawab ajakan Elang. "Apa apaan si Lo Rey!" ucap Lenta kesal. "Hari ini kita pergi." ucap Reyhan dingin. "Gue gak mau!" "Kita.pergi.bareng.papah." ucap Reyhan penuh dengan penekanan dan kemudian Reyhan pergi meninggalkan Lenta dikamarnya sambil membawa ponsel lenta. Lenta sendiri tengah kesal dengan sikap Reyhan itu,yang suka bersikap seenaknya terhadap dirinya. --- Ryan yang tengah duduk di ruang tv sambil menikmati kopi buatan istrinya menoleh ke arah suara Reyhan yang tengah berjalan kearahnya. "Loh Rey?Kamu belum siap siap?" Tanya Ryan "Belum pah,Reyhan cuma mau bilang kalo Reyhan sama Lenta nusul." Jawab reyhan sambil duduk di sebelah Ryan. "Kalian mau berangkat sendiri?" "Iya pah,soalnya Reyhan dan Lenta belum bersiap siap." "Yasudah kalo itu mau kalian,biar nanti papah sharelock ya." Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya dan bangkit berjalan ke arah kamarnya. ---- Pukul 08.30 Ryan,Nasya,dan Lina sudah terlebih dahulu berangkat ke Bandung.Sedangkan Reyhan tengah mengecek mobil miliknya,dan Lenta masih berbaring diatas kasur nya dengan santai. Bi Ijah yang sedang menyiram tanaman dihalaman depan hanya menggelengkan kepalanya melihat Reyhan yang cukup rajin.Ya,setelah mengecek mobil,Reyhan memutuskan untuk mencuci mobilnya terlebih dahulu agar terlihat bersih. "Aduh den Reyhan,udah ganteng rajin juga ya." ujar bi Ijah disela sela menyiramnya. Reyhan yang tengah mengusap mobil dengan canebo tersenyum "Bibi bisa aja deh,lumayan bi biar keliatan bersih di liat orang." Jawab Reyhan dengan tertawa Bi Ijah hanya tertawa.Disaat Reyhan dan bi Ijah tengah tertawa,Lenta menghampiri bi Ijah. "Bi,buatin Lenta spageti ya Bi sama jus mangga." pinta Lenta "Iya non." Jawab Bi Ijah sambil memberhentikan kegiatan menyiramnya kemudian menuju ke dapur untuk membuatkan permintaan Lenta. "Hape gue,rey." ujar Lenta sambil memasang muka manisnya agar dikembalikan ponselnya dari  Reyhan. Reyhan hanya diam saja dan tetap melanjutkan mencuci mobil tanpa menghiraukan permintaan Lenta. "Reyyyyy,mana hape gue.Gue gabut banget,Lo itu ga ada hak buat ngambil hape gue!" Ucap Lenta sambil menyilakan tangannya diatas dadanya. Reyhan tetap diam tidak membalas apapun perkataan Lenta,Lenta yang sadar jika dirinya diabaikan pun terlihat sangat kesal dan pergi meninggalkan Reyhan untuk pergi ke kamar nya. "Gue ga akan ngebiarin Lo terus deket sama Elang,Len.Gue ga akan ngebiarin Lo terus dimanfaatin sama Elang,karena gue sayang sama Lo."  ujar Reyhan dalam hatinya sambil memutar mutar canebo yang sedang ia pegang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN