Bagian 28

479 Kata
Selama perjalanan menuju villa,tidak ada percakapan antara Lenta dan Reyhan.Lenta sibuk bermain ponselnya,sedangkan Reyhan sibuk menyetir. Reyhan memandang Lenta seklias,entah apa yang ia rasakan dalam hatinya.Ia hanya menginginkan Lenta seutuhnya tanpa harus memaksa Lenta untuk tetap bersamanya. Lenta yang sadar jika dirinya dipandang secara terus menerus oleh Reyhan pun membuka percakapan. "Lo ngapain si liatin gue terus?Ada yang aneh sama gue ha?" tanya Lenta sambil mengaca dari layar ponselnya. Reyhan hanya menggeleng kan kepalanya dan tetap menatap lurus jalan. Drttt..drttt..drttt Ponsel milik Reyhan bergetar,Reyhan hanya mengintip seklias jika itu adalah panggilan dari papah mertuanya. "Tolong angkat telfon gue." ucap Reyhan sambil menyerahkan ponsel nya kepada Lenta Lenta meletakan ponsel miliknya dan mengangkat sambungan telfon itu. "Hallo..Dengan Lenta disini?" ujar Lenta "Kalian udah sampai mana?Udah berangkat kan?" Ujar Ryan dari sebrang sana "Ooh papah.Udah kok pah,ini Reyhan juga lagi nyetir.Bentar lagi sampe." "Yaudah,kalian hati hati dijalan." Tutt..Tut.. Sambungan telfonnya terputus sebelum Lenta menjawab ucapan papahnya itu,kemudian Lenta meletakan ponsel milik Reyhan di samping Reyhan dan mulai sibuk dengan ponselnya lagi. "Lo sama Elang udah lama?" tanya Reyhan Lenta melirik ke arah Reyhan,"Gue sama Elang?" Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya dan tetap terfokus dengan menyetirnya. "Lumayan,kenapa?Tumben Lo mau bahas ginian sama gue biasanya juga sensi banget." "Apa baiknya elang?" "Dia manfaatin gue ya gue balik manfaatin dia lah,selagi ATM gue masih terisi ngalir sama dia." "Lo putus sama Elang." Lenta kaget mendengar ucapan Reyhan.Apakah ia tak salah dengar?Reyhan minta dirinya putus dengan Elang? "Lo gila?!" "Gue serius." Lenta memandang Reyhan dengan tatapan tanpa arti.Dirinya masih bingung ada apa sebenarnya dengan Reyhan?Lenta masih diam,tak menjawab pertanyaan dari Reyhan,padaha Reyhan sendiri sudah menunggu jawaban dari Lenta. Lenta membuka room chatnya bersama Dinda.Dia bingung dengan keanehan dari Reyhan.Mana mungkin cowok yang selama ini bersikap dingin kepada dirinya jadi seperti ini? Alentaqueena P P P P Woyyyy!! Cabeee!!!!! Ish!!! Uyyy!!! Penting juga,kesel gue sama Lo! Tak ada jawaban pesan dari Dinda.Lenta terlihat kesal,mengapa disaat penting seperti sekarang ini Dinda malah tidak ada?Akhirnya Lenta membuka room chatnya dengan Ara.Lenta paham,Ara tidak mungkin ilang seperti Dinda karena setiap waktu Ara memgang ponselnya. Alentaqueena Araaaqqku Arrr:( Uyy:( Araqq Napa deh Lo?Nyampe nyepam Ganggu tau Alentaqueena Gitu banget Lo sama gue heran-_- Araqq Kenapa Len?Masalah Elang? Alentaqueena Bukan,tapi si Reyhan noh. Dia aneh Araqq Lah kak Reyhan?Tumben Lo mau bahas kak Reyhan.Suka kan Lo sama kak Reyhan? Ngaku deh ayo wkwk Alentaqueena Ye t*i Lo Serius nih Araqq Haha,iya udh apa? Alentaqueena Reyhan nyuruh gue putus sama si Elang. Gue kaget dong masa iya seorang Reyhan yang dingin ke gue tiba tiba nyuruh gitu. Araqq Sumpah deh?Gue yakin pasti kak Reyhan udah suka sama loo Lenta. Alentaqueena Ngena Lo! Araqq Serius cabe. Lo tuh susah banget suruh percaya Alentaqueena Ih Lo mah ga asik! Araqq Nyesel kalo Lo ga percaya Lenta menutup room chatnya dan mematikan ponsel miliknya.Ia kesal dengan Ara.Mengapa Ara malah berpikir an jika Reyhan suka terhadapnya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN