Selama perjalanan menuju villa,tidak ada percakapan antara Lenta dan Reyhan.Lenta sibuk bermain ponselnya,sedangkan Reyhan sibuk menyetir.
Reyhan memandang Lenta seklias,entah apa yang ia rasakan dalam hatinya.Ia hanya menginginkan Lenta seutuhnya tanpa harus memaksa Lenta untuk tetap bersamanya.
Lenta yang sadar jika dirinya dipandang secara terus menerus oleh Reyhan pun membuka percakapan.
"Lo ngapain si liatin gue terus?Ada yang aneh sama gue ha?" tanya Lenta sambil mengaca dari layar ponselnya.
Reyhan hanya menggeleng kan kepalanya dan tetap menatap lurus jalan.
Drttt..drttt..drttt
Ponsel milik Reyhan bergetar,Reyhan hanya mengintip seklias jika itu adalah panggilan dari papah mertuanya.
"Tolong angkat telfon gue." ucap Reyhan sambil menyerahkan ponsel nya kepada Lenta
Lenta meletakan ponsel miliknya dan mengangkat sambungan telfon itu.
"Hallo..Dengan Lenta disini?" ujar Lenta
"Kalian udah sampai mana?Udah berangkat kan?" Ujar Ryan dari sebrang sana
"Ooh papah.Udah kok pah,ini Reyhan juga lagi nyetir.Bentar lagi sampe."
"Yaudah,kalian hati hati dijalan."
Tutt..Tut..
Sambungan telfonnya terputus sebelum Lenta menjawab ucapan papahnya itu,kemudian Lenta meletakan ponsel milik Reyhan di samping Reyhan dan mulai sibuk dengan ponselnya lagi.
"Lo sama Elang udah lama?" tanya Reyhan
Lenta melirik ke arah Reyhan,"Gue sama Elang?"
Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya dan tetap terfokus dengan menyetirnya.
"Lumayan,kenapa?Tumben Lo mau bahas ginian sama gue biasanya juga sensi banget."
"Apa baiknya elang?"
"Dia manfaatin gue ya gue balik manfaatin dia lah,selagi ATM gue masih terisi ngalir sama dia."
"Lo putus sama Elang."
Lenta kaget mendengar ucapan Reyhan.Apakah ia tak salah dengar?Reyhan minta dirinya putus dengan Elang?
"Lo gila?!"
"Gue serius."
Lenta memandang Reyhan dengan tatapan tanpa arti.Dirinya masih bingung ada apa sebenarnya dengan Reyhan?Lenta masih diam,tak menjawab pertanyaan dari Reyhan,padaha Reyhan sendiri sudah menunggu jawaban dari Lenta.
Lenta membuka room chatnya bersama Dinda.Dia bingung dengan keanehan dari Reyhan.Mana mungkin cowok yang selama ini bersikap dingin kepada dirinya jadi seperti ini?
Alentaqueena
P
P
P
P
Woyyyy!!
Cabeee!!!!!
Ish!!!
Uyyy!!!
Penting juga,kesel gue sama Lo!
Tak ada jawaban pesan dari Dinda.Lenta terlihat kesal,mengapa disaat penting seperti sekarang ini Dinda malah tidak ada?Akhirnya Lenta membuka room chatnya dengan Ara.Lenta paham,Ara tidak mungkin ilang seperti Dinda karena setiap waktu Ara memgang ponselnya.
Alentaqueena
Araaaqqku
Arrr:(
Uyy:(
Araqq
Napa deh Lo?Nyampe nyepam
Ganggu tau
Alentaqueena
Gitu banget Lo sama gue heran-_-
Araqq
Kenapa Len?Masalah Elang?
Alentaqueena
Bukan,tapi si Reyhan noh.
Dia aneh
Araqq
Lah kak Reyhan?Tumben Lo
mau bahas kak Reyhan.Suka
kan Lo sama kak Reyhan?
Ngaku deh ayo wkwk
Alentaqueena
Ye t*i Lo
Serius nih
Araqq
Haha,iya udh apa?
Alentaqueena
Reyhan nyuruh gue putus
sama si Elang.
Gue kaget dong masa iya
seorang Reyhan yang dingin
ke gue tiba tiba nyuruh gitu.
Araqq
Sumpah deh?Gue yakin pasti kak
Reyhan udah suka sama loo Lenta.
Alentaqueena
Ngena Lo!
Araqq
Serius cabe.
Lo tuh susah banget suruh
percaya
Alentaqueena
Ih Lo mah ga asik!
Araqq
Nyesel kalo Lo ga percaya
Lenta menutup room chatnya dan mematikan ponsel miliknya.Ia kesal dengan Ara.Mengapa Ara malah berpikir an jika Reyhan suka terhadapnya?