Sudah hampir 4 jam perjalanan,akhirnya Reyhan dan Lenta sampai ke villa keluarga Lenta.Reyhan turun dari mobil dan mengambil barang barang miliknya dan milik Lenta.Sedangkan Lenta hanya membawakan tas kecil milik Reyhan yang berisi kan ponsel dan dompet.
"Abang!!!!" teriak Lina
Reyhan yang mendengar teriakan Lina langsung melihat kearah Lina dengan tersenyum.
Lenta masuk kedalam villa dan menuju kamar miliknya yang berada dilantai atas.Setelah sampai,ia langsung merebahkan dirinya di atas kasur.
Berbeda dengan Reyhan yang tengah sibuk membawa barang bawaan miliknya kedalam kamar.Ia yang melihat Lenta tengah tidur an diatas kasur hanya berdecak.
"Beresin tuh,ga mau tau gue balik sini baju baju didalem koper udah harus ada didalem lemari." ujar Reyhan.
Lenta yang mendengar itu hanya memutar bola nya malas.Ia sangat capek,dan sekarang dia harus disuruh membereskan semua baju untuk dimasukan kedalam lemari?What the hell
"Denger ga Lo?"
"Hmmm,brisik deh!"
Reyhan kemudian turun kebawah untuk menemui Ryan dan Nasya yang sedang duduk.
---
Ryan dan Nasya sedang duduk diruang televisi bersama Lina yang tengah bermanja manja dengan Nasya.
Saat tengah bermanja manja,Lina melihat jika Reyhan datang menghampiri mereka.
"Itu abang " ujar Lina sambil menunjuk Reyhan
Nasya dan Ryan langsung melihat ke arah Reyhan yang sudah duduk didepan mereka.
"Ada apa Reyhan?" tanya Ryan
"Pah,mah,Reyhan mau bicara sama mamah dan papah." ujar Reyhan
"Ada apa Reyhan?Apa ada urusannya soal Lenta?Jangan buat mamah khawatir,Nak." timpal Nasya sambil membenarkan posisi duduknya.
"Ini soal Lenta mah,tapi ga ada yang buruk."
"Jadi tentang apa?" tanya Ryan.
"Ehem,sebelumnya bisa kita bicara bertiga?" ujar Reyhan
"Lina,kamu pergi main dulu ya sayang.Abang mau bicara penting sama mamah dan papah." ucap Nasya.Kemudian Lina menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah atas menuju kamarnya.
Setelah itu, Reyhan memulai obrolannya dengan Ryan dan Nasya.
"Reyhan mau Lenta jadi milik Reyhan sepenuhnya pah,mah."
"Lalu?" tanya Ryan
"Reyhan udah ada pilihan, kalo Reyhan akan membawa Lenta ke apartemen milik Reyhan pribadi." Ucap Reyhan.
"Loh,emang kenapa,Nak?Kamu engga betah ya dirumah?" tanya Nasya
"Bukan gitu mah,tapi Reyhan mau belajar mandiri dikeluarga Reyhan sekarang ini.Reyhan mau menjadi suami yang bertanggung jawab." ungkap Reyhan
Ryan dan Nasya yang mendengar penuturan dari Reyhan merasa bangga jika Reyhan sudah memiliki pemikiran seperti itu.Mereka juga tidak bisa melarangnya,apalagi sekarang Lenta sudah menjadi istri sah lahir dan batin milik Reyhan selepas tanggung jawab dari mereka.
"Baiklah,papah dan mamah juga tidak bisa melarang permintaan kamu.Kalo memang itu yang terbaik papah dan mamah akan mendukungnya." ujar Ryan
"Mamah tidak papa kalo kalian memang mau hidup mandiri,terus nanti kalian gimana?Udah ada biaya untuk hidup bersama?" tanya Nasya.
"Reyhan sudah ada pekerjaan mah,Reyhan akan bekerja di kantor papi dan akan mendapatkan gaji untuk membiayai Lenta.Itu sudah menjadi tanggung jawab Reyhan sebagai suami,setelah Reyhan lulus Reyhan akan kuliah untuk melanjutkan perusahan milik papi."
"Yasudah kalo itu terbaik buat kalian.Papah akan dukung kalian.Jadilah laki laki bertanggung jawab ya Reyhan.Papah bangga bisa punya menantu seperti kamu yang mau menerima putri papah apa adanya." ujar Ryan .
Reyhan menganggukkan kepalanya dan membalas ucapan Ryan dengan senyuman.Bagi dirinya,ini adalah keputusan yang baik daripada dirinya dan Lenta harus tetap tinggal bersama orang tuanya.
Reyhan sudah mempersiapkan semuanya secara maksimal dari semua kebutuhan Lenta.Bagi Reyhan,cara ini adalah cara agar keluarga nya bisa belajar mandiri dalam menghadapi berbagai ujian nanti didalam keluarganya.
Lenta tidak tau keputusan yang sudah Reyhan rencanakan,Reyhan tau jika Lenta mengetahui rencana itu Lenta tidak akan mau ikut dengannya.Tapi bagaimanapun itu,mau atau tidaknya Lenta akan tetap tinggal bersama dengan Reyhan.