Pagi harinya, cuaca begitu cerah di villa milik Ryan.Ryan,Nasya,dan Lina sudah sejak pagi berjalan jalan mengelilingi villa itu karena Lina yang memintanya.
Reyhan masih tertidur dengan sangat pulas disebelah Lenta,berbeda dengan Lenta yang sudah terbangun sejak tadi dan masih mager untuk bangun dari kasurnya.
Rencananya,Lenta akan berjalan jalan sekitar villa hanya sekarang dirinya masih malas untuk bangun.
Saat hendak membangunkan Reyhan,ponsel Lenta berbunyi.Ia segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfon nya,ternyata Elang yang menelfon Lenta dan kemudian Lenta pun segera mengangkat telfon itu.
"Hallo,kenapa lang?"
"Kamu kapan pulang si yang?" Tanya Elang dari sebrang telfon.
"Gatau deh,ngikut bokap paling."
"Cepet pulang deh,gue pengen nih.Lo ga apa?"
"Ga ah,Lo sama cewe cewe lain aja deh."
"Lo ga asik yang,padahal Lo lebih bohay."
"Halah receh,paling cewe cewe Lo tuh yang seksi seksi.Gue mah apa cuma rempahan rempeyek" Ucap Lenta dengan tertawa
Dari sebrang telfonnya,Lenta juga mendengar Elang yang tengah tertawa "udah deh buruan balik,biar bisa main.club biasa deh,gue traktir."
"Nah kalo ditraktir mah gue ayo ayo aja.Gue kasih spelsial buat El..." potong Lenta saat bertelfonan dengan Elang karena ponsel Lenta diambil oleh Reyhan dengan kasar.
"Lo apa apa an si Rey! Dari dulu Lo tuh udah sering banget ngambil paksa hape gue!" ucap Lenta yang sedang berusaha mengambil ponselnya dari tangan Reyhan.
Reyhan hanya menatap lurus kearah Lenta dengan tatapan tajam yang penuh arti.Lenta sadar jika Reyhan menatap nya dengan penuh ketajaman tapi ia tidak memikirkannya,yang ia pikirankan gimana cara ponselnya bisa direbut olehnya.
Karena posisi Reyhan yang masih terduduk di atas kasur bersama dengan Lenta,dan Lenta yang terus bergerak berusaha merebut ponsel miliknya,mereka pun kehilangan keseimbangan yang membuat mereka terjatuh.
Lenta yang menindih badan Reyhan sedangkan Reyhan dibawah Lenta dengan posisi yang sedikit intim karena sejak tadi Lenta berusaha mengambilnya dari arah depan mata Reyhan.
Tak ada yang bergerak dari posisi itu,entah dari Reyhan ataupun Lenta.Mereka tetap menetap dengan posisi itu tanpa menggesernya.
Lenta hanya menatap Reyhan begitu pula dengan Reyhan yang menatap Lenta dengan sangat dekat mendekat hingga deru nafas milik Lenta terdengar ditelinga Reyhan.
Diluar kendali,entah siapa yang memulai bibir mereka saling bersentuhan.Lenta sadar,ia memejamkan matanya saat Reyhan mecium bibir Lenta.
Ini bukan hal yang pertama bagi Lenta untuk merasakan ciuman,tapi ciuman ini berbeda seperti ada sengatan hangat.
"Eummm.." desah Lenta saat Reyhan mengigit bibir Lenta.
Reyhan melepaskan ciumannya dari bibir Lenta.Kemudian bangun hingga membuat Lenta tedorong dan jatuh.
Reyhan pun menatap sekilas Lenta dan keluar dari kamar nya meninggalkan Lenta.