Bagian 31

547 Kata
Reyhan sudah terbangun sejak ponsel milik Lenta berbunyi.Ia hanya berpura pura tertidur dan ingin tau siapa yang menelfon Lenta di pagi hari seperti sekarang ini. Ia mendengar jika Lenta mengucapkan kata lang yang berati Elang yang melefonnya.Ia tetap berpura pura tidur dan mendengarkan percakapan antara Elang dan Lenta. Hallo,kenapa lang?" "Kamu kapan pulang si yang?" Tanya Elang dari sebrang telfon. "Gatau deh,ngikut bokap paling." "Cepet pulang deh,gue pengen nih.Lo ga apa?" "Ga ah,Lo sama cewe cewe lain aja deh." "Lo ga asik yang,padahal Lo lebih bohay." "Halah receh,paling cewe cewe Lo tuh yang seksi seksi.Gue mah apa cuma rempahan rempeyek" Ucap Lenta dengan tertawa Dari sebrang telfonnya,Lenta juga mendengar Elang yang tengah tertawa "udah deh buruan balik,biar bisa main.club biasa deh,gue traktir." Saat Lenta akan menjawab pernyataan dari Elang,Reyhan langsung bangun dan mengambil paksa ponsel Lenta itu.Hatinya seperti teriris karena mendengar percakapan mereka.Entah kecemburuan atau apapun itu yang pasti sangat sakit. "Nah kalo ditraktir mah gue ayo ayo aja.Gue kasih spelsial buat El..." potong Lenta saat bertelfonan dengan Elang "Lo apa apa an si Rey! Dari dulu Lo tuh udah sering banget ngambil paksa hape gue!" ucap Lenta yang sedang berusaha mengambil ponselnya dari tangan Reyhan. Reyhan hanya menatap lurus kearah Lenta dengan tatapan tajam yang penuh arti.Lenta sadar jika Reyhan menatap nya dengan penuh ketajaman tapi ia tidak memikirkannya,yang ia pikirankan gimana cara ponselnya bisa direbut olehnya.Reyhan memgang ponsel milik Lenta dengan sangat kencang dan tidak akan membiarkan ponsel Lenta terambil oleh lenta. Karena posisi Reyhan yang masih terduduk di atas kasur bersama dengan Lenta,dan Lenta yang terus bergerak berusaha merebut ponsel miliknya,mereka pun kehilangan keseimbangan yang membuat mereka terjatuh. Lenta yang menindih badan Reyhan sedangkan Reyhan dibawah Lenta dengan posisi yang sedikit intim karena sejak tadi Lenta berusaha mengambilnya dari arah depan mata Reyhan. Tak ada yang bergerak dari posisi itu,entah dari Reyhan ataupun Lenta.Mereka tetap menetap dengan posisi itu tanpa menggesernya. Lenta hanya menatap Reyhan begitu pula dengan Reyhan yang menatap Lenta dengan sangat dekat mendekat hingga deru nafas milik Lenta terdengar ditelinga Reyhan. Diluar kendali,entah siapa yang memulai bibir mereka saling bersentuhan.Lenta sadar,ia memejamkan matanya saat Reyhan mecium bibir Lenta. Entah jalan pikir apa yang sedang Reyhan rasakan,secara tiba tiba ia mencium bibir Lenta dan melahapnya dengan sangat menikmati.Bahkan Reyhan menggigit bibir Lenta karena nafsu yang sudah diujung. "Eummm.." desah Lenta Reyhan melepaskan ciumannya dari bibir Lenta dan tersadar.Kemudian bangun hingga membuat Lenta tedorong dan jatuh. Reyhan pun menatap sekilas Lenta dan keluar dari kamar nya meninggalkan Lenta. Reyhan mengacak rambutnya secara kasar,entah apa yang sedang dirinya rasakan.Cemburu?Atau iya Reyhan cemburu terhadap Elang?Reyhan frustasi masih tidak menyangka jika dirinya melakukan hal ini kepada Lenta,walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri. --- Lenta masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.Ia memgang bibirnya menggunakan tangannya dan merasakan detak jantungnya yang semakin cepat. Mengapa saat berciuman dengan Reyhan rasanya sangat berbeda? "Gue kenapa si,kenapa harus ndesah segala." Pikir Lenta frutasi Walaupun ini bukan hal pertama,tapi tetap saja rasa gengsi nya tinggi.Ciuman Reyhan sangat pelan dan tidak kasar seperti cowok lainnya yang pernah mencium Lenta,termasuk dengan Elang. Pikirannya sekarang sedang berkecamuk, "tapi manis juga si bibirnya." Lenta masih memikirkan kejadian yang tadi ia rasakan,hanya ada perasaan aneh sejak kejadian tadi yang membuat hati nya berdetak terus secara cepat dan pikirannya yang tak bisa lepas dari Reyhan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN