Bagian 32

699 Kata
Sejak kejadian beberapa hari yang sudah terjadi di antara Reyhan dan Lenta,mereka sekarang saling canggung jika sedang berdua atau bahkan berpaspasan. Entah sejak kejadian dimana mereka tidak sengaja berciuman itu,tidak ada yang memulai obrolan.Hingga Ryan dan Nasya bingung dengan tingkah anak dan menantunya itu. Tidak hanya Ryan dan Nasya,tetapi Lina juga menyadari keperubahan antara kakak dan Abang iparnya itu. Saat berkemas kemas untuk pulang dari villa,Lina sedang bersama dengan Ryan dan Nasya. "Mah,Abang sama kakak kok sekarang jadi diem diem gitu ya.Kenapa si mah?" tanya Lina kepada Nasya yang sedang beberes. Nasya yang sedang memasukan baju baju kedalam koper menjawab pertanyaan anak nya itu dengan mengelus ujung kepala rambut Lina."Mamah juga ga tau sayang,mungkin mereka ada masalah.Biarin aja ya,besok besok juga udah baikan lagi." Lina yang mendengar penuturan dari Nasya hanya ber oh ria dan mengangguk kan kepalanya. Kemudian berlari kecil menuju sofa dan duduk dipangkuan Ryan yang tengah menonton acara televisi. --- Reyhan yang baru saja selesai berkemas kemas barang miliknya dan milik Lenta langsung tiduran di atas kasur karena merasa badannya cukup lelah. Sedangkan Lenta,baru saja selesai dengan acara mandinya. Sejak kemarin tidak ada yang mau angkat bicara terlebih dahulu,mau itu penting atau tidak. Lenta bersikap acuh tak acuh dengan suasana yang seperti ini karena dirinya memang tidak terlalu peduli walaupun masih sering memikirkan kejadian ciuman itu. Berbeda dengan Reyhan yang merasa suntuk karena rasa gengsi yang tinggi dan tidak mau mengalahkan egonya. "Lo ganti didalem kamar mandi kek." ujar Reyhan yang sedang tiduran diatas kasur dan melihat Lenta yang tengah berganti bajunya di depan Reyhan. Lenta hanya diam saja bersikap acuh seperti tidak mendengarkan ucapan Reyhan. Dia tengah santai berganti baju didepan Reyhan,sedangkan Reyhan berpura pura tidak melihat itu dan fokus dengan ponselnya. Tok.tok.tok "Siapa?" tanya Reyhan saat pintu kamarnya di ketok. "Ini Lina banggg.Bukainnn." Teriak Lina didepan pintu kamarnya. Reyhan yang melihat Lenta sedang didepan cermin riasnya pun menyuruh Lenta agar membuka pintunya. "Len buka pintu,Lina diluar." Lenta hanya membalikan tubuhnya ke arah Reyhan,seperti menanyakan "gue yang bukain?" "Buruan." "Ish Lo nyebelin banget si gatau orang lagi dandan apa!" kesal Lenta dan bangkit untuk membuka pintunya. Ceklek "Ngapain si ganggu orang aja." tanya Lenta dengan muka kesalnya. "Suka suka Lina lah,ini kan kamar Abang Lina.Wle" jawab Lina sambil menjalurkan lidahnya meledek Lenta dan berjalan menuju Reyhan. Lenta berjalan ke arah meja riasnya dengan kesal melihat adiknya sudah berani kurang ajar kepada dirinya. "Abang,liat iniii." ucap Lina sambil menunjukkan ponselnya kepada Reyhan. Reyhan yang sedang tiduran pun bangun untuk duduk dan melihat ponsel milik Lina."Kenapa?" "Lina mau ini,tapi sama papah ga boleh" adu Lina sambil memasang muka sedihnya. "Kan udah beli albumnya kemarin,masa mau beli lagi?" tanya Reyhan "Kan ini beda lagi bang,ini yang keluaran baru.Beli ya bang?" ucap Lina Lenta yang mendengar percakapan antara Lina dan Reyhan langsung mencibir Lina. "Morotin mulu idup lo deh dek,minta tuh ke papah gausah ke suami gue." ucap Lenta sambil memoleskan eyeliner Reyhan tersenyum senang dengan ucapan Lenta yang mengucapkan "suami gue". "Biarin,lagian Abang sering ngasih apa yang Lina mau." "Ya kan ga semua yang Lo mau itu minta ke sini.Emang Lo pikir Reyhan punya banyak duit." "Punya,dan duit Abang banyak didompet." "Sok tau Lo dek." "Emang bener uang Abang banyak,Lina pernah liat kok.Ya kan ya bang." ujar Lina Reyhan hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran antara istrinya dan adik iparnya itu. Reyhan memang selalu memberi apa yang Lina mau,baginya Lina sudah seperti adik kandungnya tanpa memikir apa apa ia selalu memberikan yang Lina minta. "Udah gausah ribut.Besok kalo udah balik Jakarta kita beli ya." ujar reyhan. "Yeyyy!!Abang baik,makasih Abang." ucap Lina sambil mencium pipi Reyhan. Lenta hanya mencibir kesal,Lina yang meminta langsung dikasih sedangkan dirinya?Boro boro. "Giliran gue aja Lo alesan banyak banget,giliran bocah langsung Lo kasih." Sindir Lenta yang tengah membereskan isi tas nya Lina tertawa melihat muka Lenta yang tengah kesal,"Kakak si suka bikin Abang marah makannya Abang gamau baik sama kakak." Reyhan membiarkan istri dan adik iparnya itu bertengkar,ia tak mau ikut campur masalah kedua cewek itu dan memilih bermain ponselnya. "Brisik deh,udah sana keluar.Gue bilangin mamah nih kalo Lo ganggu." "Mamah tau kalo Lina disini kok,sana bilang aja.Lagian Abang ngizinin Lina main disini,ya kan bang?" Reyhan menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Lenta yang kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN