Bagian 33

395 Kata
Malam hari Dinda dan Zahra akan bertemu dengan Ibra di caffe tempat mereka berkumpul.Ziko akan menyusul nanti karena ia sedang menemani mamahnya pergi,sedangkan Adit sedang ada urusan dan akan menyusul seperti Ziko. Tak disengaja saat mereka sampai dicaffe dan masuk,Dinda dan Zahra melihat Elang bersama teman temannya tengah tertawa. Mereka akhirnya memilih tempat yang berdekatan dengan Elang,walaupun sebenarnya Zahra sudah menolaknya. "Apa si Din,pindah deh ngapain disini." ucap Zahra sambil menarik tangan Dinda. "Diem deh Ra,bentar.Gue kepo Elang ngapain disini." jawab Dinda sambil memaksa Zahra untuk duduk. Mereka mencoba mendengarkan apa yang sedang Elang dan teman temannya bicarakan. "WHAT!" teriak Dinda "Diem b**o,jangan teriak teriak." ucap Zahra sambil memukul lengan Dinda. "Gak gak,ini ga boleh terjadi Zahra.Lenta tuh temen kita kan,bisa bisanya Elang punya otak sepicik itu gila!" "Yaudah diem,Lo mau ketawan sama Elang apa!" Dinda membuka ponselnya dan merekam percakapan antara Elang dan teman temannya. --- "Bro,gimana?Gitu gitu aja Lo sama Lenta?" "Ya gak lah,nunggu dia pulang liburan gue bakal lakuin apa yang kalian suruh." jawab Elang Ya, Elang dan teman temannya sedang berkumpul dicaffe.Mereka sedang membahas sebuah rencana yang melibatkan Lenta. "Emang Lenta mau?Bukannya lo tau kan Lenta ga akan ngasih perawanya ke lo yang statusnya bukan suaminya." "Ya gue tinggal kasih aja obat.Dia ga akan nolak.Abis gue ambil,gue tinggalin dia lah.Cari yang semok lagi." ucap Elang sambil tertawa. "Wah parah Lo Lang,parah." jawab teman Elang sambil tertawa. Tanpa mereka sadari,ada yang melihat dan mendengar percakapan mereka.Mereka tidak mengetahui jika Dinda dan Zahra berada disana dan merekam semua percakapan mereka. --- Dinda dan Zahra yang sudah merekam itu pergi dari sana dan mencari Ibra yang sudah menunggu sejak tadi. "Lama amat mbak,nyuci dulu?" tanya Ibra kesal. "Lo harus tau bra harus!" ucap Dinda. "Apa si Lo?Apaan si Ra?" tanya Ibra sambil mengembuskan vape miliknya. Dinda hanya menunjukan ponselnya yang berisi Vidio percakapan antara Elang dan teman temannya. "Wah gila,ini parah nih parah!" ucap Ibra "Edan emang Elang,b******k ga ilang ilang." ucap Zahra kesal "Gue bakal cerita ke Lenta biar dia sadar." ujar Dinda Ibra menatap kearah Dinda dengan intens,"Lo yakin?" "Gue yakin,ya kali gue biarin temen gue rusak sama cowo kaya dia!" ucap Dinda "Lo percuma cerita ke Lenta,Lenta ga akan peduli.Mending nunggu Lenta sama si kak Reyhan balik deh.Cerita langsung ke kak Reyhan." ujar Zahra "Nah betul.Gue setuju!" ucap Ibra Dinda dan Zahra menganggukkan kepalanya bahwa setuju untuk menceritakan semuanya kepada Reyhan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN