Bagian 34

758 Kata
Lina sedang menangis dengan kencang,walaupun ia sudah duduk dibangku kelas 2 SD apapun yang ia minta harus diturutin.Seperti sekarang,Lina meminta untuk satu mobil dengan Reyhan,tetapi Ryan dan Nasya melarangnya. "Lina sayang dengerin papah,kamu ikut sama mamah sama papah aja ya.Abang mau pulang sama kakak." ucap Ryan sambil menggendong Lina Lina tetap menolaknya dan semakin menjadi jadi nangisnya."Gamau!!Lina maunya sama abang!Pokoknya sama Abang!!" ujar Lina sambil menangis. Lenta yang malas mendengar adiknya menangis menyuruh Nasya untuk menenangkannya."Mah udah si bawa Lina balik aja.Kalo perlu bilangin biar Lina sana Reyhan terus Lenta sama mamah papah." "Apa sih kakak ini.Adeknya lagi nangis malah kamu gini." ucap Nasya Lenta hanya memajukan bibirnya sebal dan memilih masuk kedalam mobil Reyhan. Reyhan yang baru keluar dari villa sambil membawa koper miliknya dan Lenta melihat Lina yang tengah menangis. "Loh,Lina kenapa mah?" tanya Reyhan kepada Nasya. "Itu loh Rey,dia maunya sama kamu pulangnya." Reyhan yang tengah memasukan kopernya kedalam bagasi mendekati Lina yang sedang digendong oleh Ryan. "Yuk ikut Abang,tapi jangan nangis lagi ya." ucapnya kepada Lina sambil megambil lina dari gendongan Ryan. "Gapapa Lina ikut kamu?" tanya Ryan memastikan. "Gapapa kok pah,lagian ini juga mau pulang kan." Jawab Reyhan sambil menggendong Lina dan menghapus air mata Lina menggunakan tangan nya. Ryan dan Nasya tersenyum,dan masuk ke mobilnya.Sebelum pergi,Nasya memberikan tas milik Lina yang berisi keperluan dan berbagai cemilan dan minumnya kepada Reyhan. "Mamah titip Lina ya.Lina jangan nakal." ujar Nasya sambil mencium pipi Lina Lina menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk reyhan. Reyhan membawa Lina masuk ke mobilnya dan menundudukan Lina dikursi belakang.Dan Reyhan duduk dibangku depan untuk menyetir. "Abang nanti beli eskrim ya." ucap Lina "Iya,nanti kita beli eskrim." jawab Reyhan. Lenta mencibir kecil,sebal dengan Lina dan Reyhan. "Lo pilih kasih banget deh Rey.Gue minta duit aja ga dibagi giliran dia langsung dibagi." "Dia masih kecil." jawab Reyhan santai. "Alesan aja,bilang aja emang Lo pelit ke gue." "Serah Lo deh." jawab Reyhan sambil menyetir menuju Jakarta. Selama diperjalanan hanya suara musik yang mereka dengarkan,Lina tengah memakan cemilannya sedangkan Lenta sibuk dengan ponselnya. "Gue gamau kalo kita udah balik Jakarta,Lo pergi tanpa seizin gue." ujar Reyhan. Lenta meletakan ponselnya dan mengubah posisi duduknya menjadi menyamping menghadap Reyhan."Maksud Lo?" "Gue ga bakal izinin Lo keluar bareng Elang." "Suka suka gue lah." "Lo nyadar ga si Len,gue gini buat Lo." "Ya bodo." Reyhan yang udah kesal dengan jawaban Lenta memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. "Elang bukan laki laki yang baik buat Lo." Ucap Reyhan. "Terus,siapa yang baik buat gue ha?" "Gue.Biarin gue ngejaga lo." Deg. Jantung Lenta berdetak sangat kencang.Ia bingung harus menjawab apa. "Biarin gue jadi suami Lo yang bertanggung jawab.Biar gue yang jadi pacar Lo dan ngejaga lo seutuhnya.Bukan orang lain." "Apa si Rey." jawab Lenta "Gue cuma mau Lo dengerin apa kata gue.Gausah ngebantah ataupun nolak karena ko bakal nyesel kalo gue udah marah sama Lo." "Rey?Gue belum punya perasaan apa apa sama Lo.Tapi kalo jujur,gue nyaman sama semua yang Lo kasih ke gue." "Kita mulai dari awal aja ya." "Gue belum siap." "Gapapa.Biar gue yang ngejar Lo.Karena Lo pantes gue perjuangin." Lenta bungkam mendengar semua ucapan Reyhan.Ia tak percaya jika Reyhan bisa seperti ini,padahal sebelumnya Reyhan sangat dingin kepadanya. Reyhan memegang ujung kepala Lenta dan mengelusnya,sedangkan pipi Lenta sudah memerah seperti udang dijemur.Ia menggigit bibir bawahnya karena merasa gugup karena perilaku Reyhan. Tanpa mereka sadari,mereka melupakan bahwa mereka juga bersama Lina. "Abang sama kakak udah?" tanya Lina polos. Reyhan dan Lenta menghadap ke belakang,dan tertawa kecil melihat tingkah Lina yang sedang menutup kedua telinga nya dengan tangannya dan menutup matanya. "Udah sayang,buka ya." jawab Reyhan. "Lina ga liat dan ga denger kok,beneran." ujar Lina sambil menunjukan dua jari peace nya. Reyhan melanjutkan menyetirnya dan Lenta melanjutkan bermain ponselnya sambil memakan cemilan milik Lina.Sedangkan Lina bermain game di ponsel Reyhan. --- Saat diperjalanan,Lina yang tadinya duduk dibangku memajukan badannya seperti ingin berbicara dengan Reyhan. "Abang." ucap Lina Reyhan dan Lenta yang mendengar itu langsung menghadap.ke arah Lina. "Abang,Lina mau beli burger cheese." bisik Lina tepat didepan telinga Reyhan. "Iya nanti kita beli didepan ya." jawab Reyhan sambil mencubit pipi Lina. Lenta memutar bola matanya malas."Dikit dikit berhenti dikit dikit berhenti.Kapan sampainya,Lo juga Rey gausah manjaain dia.Apa apa diturutin,gue minta aja ga Lo turutin." kesal Lenta. "Yaudah Lo mau apa?Biar sekalian beli." tanya Reyhan. "Kakak gausah bang,kakak gausah!Biar Lina aja!" teriak Lina Lenta makin kesal,rasanya moodnya sudah hancur."Serah." "Tuh kan dek,kakak jadi bete gara gara kamu." goda Reyhan "Biarin,kakak suka marah marah si." jawab Lina sambil tertawa. Lenta berdecak sebal,gimana bisa Lina semakin akrab dengan Reyhan.Serasa diri nya lah yang kakak ipar bukan kakak kandung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN