Bagian 40

760 Kata
"Duh,pengantin baru makin lengket aja sampe berangkat bareng lagi.Dulu si kayanya musuhan sekarang jadi kawin." sindir Adit yang baru saja sampai dikelasnya. "Bacot Lo anjing.Mulut lemes banget." ujar Lenta kesal Zahra yang tadinya sedang membaca novel ikut nimpal ucapan Lenta."Ga tau tempat pula,heran gue sama Lo dit.Emak Lo ngidam paan sampe anaknya gini." "Aduh eneng Ara yang cantik dan cabeque,Abang Adit itu jangan dibully deh ya." ucap Adit sambil menggoda Zahra dan Lenta. "Jijik gue sama Lo dit,pantes Lo jomblo." "t*i ayam,gue jomblo gini banyak yang suka." Ucap Adit sok. "Iya banyak yang suka,suka lari pas liat kelakuan gesrek Lo." timpal Zahra yang dilanjutkan oleh tawa Lenta. Adit yang merasa terhakimi oleh dua cewek pun mengalah dan duduk di bangkunya yang berada dipojok seakan ngambek dengan Lenta dan Zahra. Saat Lenta hendak membuka ponselnya,Dinda datang sambil ngos ngosan seperti baru saja berlari lari mengelilingi lapangan. "Napa deh Lo Din?" tanya Lenta "Bentar gue capek banget." ucap Dinda sambil mengambil nafasnya pelan pelan. Zahra yang tadinya fokus dengan novelnya,akhirnya menutup novelnya dan ikut bergabung dengan Lenta dan Dinda yang sedari tadi brisik. "Apaan si?" tanya Zahra "Tau tuh,ditanya ntar ntar mulu." ujar Lenta. "Oke oke,gue punya kabar buruk buat Lo Len.Dan Lo pasti bakal kesel." "Kok gue?Emang kenapa?" tanya Lenta bingung "Lo cerita tuh yang jelas,gausah dipotong gitu." ujar Zahra kepo. "Gue liat kak Reyhan,suami Lo Len.Pergi keluar dari sekolah bareng Monica itu." Lenta yang kaget mendengar ucapan Dinda berpura pura bersikap biasa saja walaupun sebenarnya dia sendiri juga kepo mengapa Reyhan pergi bersama dengan Monica tanpa bilang kepadanya? "Ooh gitu?" tanya Lenta santai. Zahra yang kesal dengan jawaban Lenta malah mencubit lengan Lenta sedikit keras. "Awhhh.Bego apa Lo?Sakit anjir.Lo ngapa deh Ra?" tanya Lenta yang sedang kesakitan dan memegang lengan yang dicubit oleh Zahra. "Gue kesel ke Lo.Bisa bisanya Lo biasa aja tau suami Lo tuh jalan sama cewe lain.Gue aja marah kalo tau Ziko pergi sama cewe lain tanpa izin gue." ujar Zahra. "Kan itu Lo,lagian ngapain gue ngurusin si?Ya bagus dong dia sama Monica.Gue jadi bisa bareng Elang." "Lenta,Lo mau kita kita bilangin berapa kali si?Elang itu ga baik buat Lo." ujar Dinda yang dibalas anggukan oleh Zahra "Bodo amat deh,terserah kalian." jawab Lenta sambil memasang headset ketelinganya dan mendengarkan lagu kesukaannya. --- Bel istirahat berbunyi,banyak siswa siswi yang berhamburan untuk pergi ke kantin,toilet,atau duduk dikelas sambil bermain ponsel mereka dan mengobrol dengan teman temannya. Sama halnya dengan Lenta,Zahra,dan Dinda.Mereka bertiga pergi ke kantin dan tidak bersama dengan Ziko,Adit,dan juga Ibra karena mereka sedang bermain basket. "Itu temen temen kak Reyhan Len." ujar Zahra sambil menunjuk teman teman Reyhan. "Oiya,eh tapi ga ada kak Reyhan.Tuh kan pasti masih pergi bareng Monica.Emang ganjen tuh cewe!" ucap kesal Dinda. Lenta tidak mau mendengarkan ucapan kedua sahabatnya itu,ia lebih memilih mengisi perutnya daripada mendengar ucapan kedua sahabatnya itu yang akan terus membahas tentang Reyhan. "Emang susah ngasih tau orang yang keras kepala,giliran di tikung baru tau." ujar Dinda "Nunggu ilang dulu baru sadar dia mah." timpal Zahra. "Udah deh gausah bahas.Gue mau makan." ucap Lenta sambil memesan batagor dan es teh begitu pula dengan Dinda dan Zahra. Saat mereka sudah membawa pesanan mereka,mereka sedang mencari bangku kosong tetapi semuanya penuh dan tinggal bangku yang sudah ditempati oleh teman teman Reyhan.Mau tak mau mereka harus duduk disana. "Hai kak,boleh kan kita juga duduk disni?" ujar Dinda sok manis. Iqbal yang tadinya sedang memakan baksonya dengan lahap berhenti,begitu dengan Dika dan Dimas. "Duduk aja,punya umum." jawab Dimas. Dinda,Zahra,dan Lenta akhirnya duduk walaupun Lenta sendiri malas bergabung dengan mereka semua karena ia tau pasti bakalan membahas soal Reyhan. "Btw,kok kak Reyhan ga gabung kalian kak?" tanya Zahra. "Oh dia mah sok kerajinan,dia lagi beli perkap OSIS bareng Monica." jawab Iqbal dengan santai. Zahra hanya beroh ria dan mengangguk kan kepalanya. "Lo ga marah Len,Reyhan pergi berdua bareng Monica?" tanya Dimas Lenta yang sedang menikmati batagornya tersedak karena kaget. Uhuk uhuk. "Gue kak?" tanya Lenta sambil meminum es teh nya "Ya Lo lah,masa orang gila." Jawab Dimas. Lenta merasa gugup untuk menjawabnya."Ya ya ngapain gue cemburu?" ujar Lenta "Biasanya cewe bakalan marah kalo tau cowonya pergi bareng cewe lain sampe berjam jam." Timpal Dika "Dan kayanya Reyhan beruntung,dapetin lo ya Len.Ga akan marah kalo tau Reyhan jalan sama cewe lain,coba kalo Lo sama gue seneng deh gue." timpal Dika lagi Lenta hanya membalas dengan tawa yang kaku. "Gue bilangin kak Reyhan loh kak." ujar Dinda. "Eh jangan.Bisa diamuk gue.Canda yang tadi canda.Lo pada gausah cerita ya." ujar Dika Dinda,Zahra, Iqbal,dan Dimas tertawa,sedangkan Lenta diam dan hanya tersenyum. "Santai kak." ucap Lenta sambil melanjutkan memakan batagornya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN