Bagian 39

744 Kata
"Rey,bantuin gue dong." ucap Lenta sambil memasang puppy eyes. Reyhan yang tengah sibuk mengeluarkan barang barang yang ada didalam kopernya pun mendongokan kepalanya kearah Lenta. "Bantuin gue ya,ya?" ucap Lenta lagi. "Apa?" tanya Reyhan sambil menegakan badannya. "Gue besok,mmmmh..Itu ya...Gu," ujar Lenta putus putus "Apa?" tanya Reyhan lagi dengan tegas "Gue besok izinin ga masuk." "Gak" Jawab Reyhan datar. "Rey,katanya Lo kan suami gue.Masa Lo gamau bantuin istri Lo sendiri?" ujar lenta sambil duduk disebelah Reyhan. "Lo masih kelas 10 aja udah gini perilakunya,gimana kalo udah jadi kakak kelas ha?Untung gue masih satu sekolah sama Lo.Gimana kalo gue udah lulus ha?" ucap Reyhan sambil mengeluarkan barang barangnya dan membereskan nya. "Ga asik Lo." jawab Lenta kesal dengan pergi keluar dari kamarnya. Reyhan tidak memperdulikan itu,jika Reyhan menuruti kemauan Lenta,dirinya seakan menjadi suami bodoh yang tidak bisa mendidik istrinya agar menjadi lebih baik.Bukannya tugas suami adalah menjaga, menyayangi,dan mengayomi istrinya? --- Kring..kring..kringg Alarm milik Reyhan berbunyi dan menunjukan pukul 04.30 pagi.Reyhan mematikan dan bangun dari tidurnya untuk bersiap siap untuk melaksanakan sholat subuh. Sebelum bangun,ia melihat ke arah Lenta yang masih tidur tanpa bergerak sedikitpun dengan tenang.Reyhan berusaha membangunkan Lenta berkali kali agar ikut sholat bersamanya. "Bangun Len,sholat." ujar Reyhan sambil menggoyangkan tubuh Lenta. "Awas deh!Ganggu banget, gue tuh ngantuk!" jawab Lenta sambil mengubah posisi tidurnya dari telentang menjadi menyamping dan memeluk gulingnya. "Bangun kalo gue bilang.Atau Lo berangkat sekolah sendiri." ancam Reyhan. Lenta yang tadi nya malas untuk bangun akhirnya bangun karena mendengar ancaman Reyhan.Bukan karena takut,ia sendiri bisa memesan gojek atau taxi online.Tapi ia tidak ingin mengeluarkan uang.Dan ia juga bisa menyuruh Elang atau bahkan sahabat sahabatnya,tapi dia tidak mau melibatkan mereka di kehidupannya apalagi sampai mereka tau jika sekarang ia dan Reyhan tinggal satu rumah tidak dengan orang tuanya lagi. "Iya ini gue bangun.Puas?" ucap Lenta dengan mencepol rambutnya yang panjang. "Wudhu dulu,ntar sholat subuh bareng disini.Sajadah sama mukena Lo ada dilemari bareng sarung gue sekalian Lo ambil." "Iya." jawab Lenta malas. Reyhan dan Lenta bangun untuk menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk bergantian berwudhu. Setelah mereka selesai berwudhu mereka sholat subuh bersama untuk pertama kalinya setelah mereka menikah dan Reyhan yang menjadi imamnya. Selesai sholat Reyhan tidak melanjutkan tidurnya seperti Lenta.Ia menuju dapur untuk membuat sarapan.Reyhan sendiri bisa masak untuk beberapa masakan yang memang mudah seperti omlet,nasi goreng,mie rebus atau mie goreng,telor mata sapi,dan merebus umbi umbian. Pagi ini,Reyhan akan memasak nasi goreng sosis untuk dirinya dan Lenta sarapan.Memang tidak seenak masakan restoran,tapi rasanya bisa dibilang pas tidak keasinan dan tidak hambar. Setelah menyiapkan sarapan,Reyhan meletakkannya di meja makan dan ia juga akan bersiap siap untuk mandi dan berangkat sekolah. ---- Apartemen milik Reyhan bisa dikatakan luas atau bahkan seperti rumah berukuran sedang.Terdapat 3 kamar kosong yang setiap kamarnya berisi kamar mandi,ada dapur yang sudah menyatu dengan ruang makan,ada ruang televisi yang termasuk ruang tamu dan satu kamar mandi disebelah ruang televisi. Reyhan sendiri bersyukur memiliki apartemen yang bisa untuk tempat tinggal keluarganya.Mungkin jika keluarganya sudah ada tambah an anak Reyhan baru memikirkan untuk membeli rumah atau bahkan membuat rumah sesuai model dan keinginan Reyhan yang akan dirancang. Setelah Reyhan keluar dari kamar mandi,Reyhan melihat Lenta yang sudah bangun dan sedang bermain ponselnya. "Mandi,gue gamau berangkat telat." ujar Reyhan sambil mengaitkan benik seragamnya. "Hm." jawab Lenta yang tetap asyik bermain ponsel. "Buruan." "Iya ih,bawel banget." ucap Lenta dengan berjalan ke arah kamar mandi dengan malas. --- Reyhan yang sudah siap dan sedang menunggu Lenta untuk sarapan bersama. "Rey,ntar sore gue pergi bareng anak anak." ujar Lenta yang baru saja keluar dari kamarnya. "Kemana?" tanya Reyhan "Tau deh,Ibra yang ajak." jawab Lenta sambil memasukan nasi goreng kedalam mulutnya. Reyhan hanya mengangguk kan kepalanya dan memakan nasi gorengnya. "Eum,sumpah ini enak banget.Lo yang masak?" tanya Lenta sambil memakan nasi gorengnya dengan lahap. Reyhan menganggukkan kepalanya,"Enak?" Tanya Reyhan "Banget." jawab Lenta. Reyhan dan Lenta melanjutkan sarapannya tanpa ada suara apa apa lagi selain sendok,garpu dan piring. --- Saat dimobil,Reyhan melihat ke arah Lenta yang menggunakan seragam ketat dan rok span diatas lutut yang membuat roknya naik dan menampakan paha mulusnya. "Rok Lo ga ada yang lebih pendek?" sindir Reyhan Lenta yang sedang merapikan rambutnya menoleh ke arah Reyhan."Ini udah paling pendek,besok deh gue beli lagi." "Baju Lo juga,baru kelas 10 tuh seragam yang sesuai aturan gausah ngepas kalo buat seragam." "Udah deh Rey,banyak bacot Lo ih.Kek emak emak." "Gue lagi bilangin elo biar elo tuh bener.Emang susah ngomong sama orang susah." "Yaudah diem." Reyhan menggelengkan kepalanya dan melajukan mobilnya menuju sekolah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN