Selama diperjalanan tidak ada percakapan antara Lenta dan Reyhan.Reyhan sendiri hanya berfokus dengan menyetirnya.Sejujurnya,Reyhan masih ada rasa kecewa terhadap Lenta karena ucapannya ke Lina,adiknya sendiri.
Lenta juga tau jika Reyhan mendiamkannya,dan juga tau jika Reyhan marah kepadanya.
Disaat suasana hening diantara mereka,ponsel milik Reyhan yang berada di dalam tas kecil disebelah Reyhan berbunyi.
"Tolong,ambilin hape gue ditas." Ucap Reyhan
Lenta yang sedang memakan cemilannya melirik ke arah Reyhan dan mengambil ponsel Reyhan didari dalam tasnya.Lenta menyerahkan ponselnya ke Reyhan,tetapi karena Reyhan sedang menyetir ia tidak mengambilnya dan hanya melirik ke arah Lenta.
"Lo liat gue lagi apa?" tanya Reyhan datar
Lenta mendenguskan nafasnya kasar "Telfon dari Monica.Pacar Lo?"
Reyhan langsung mengambil ponselnya dari tangan Lenta dengan kasar dan mengangkat telfon itu.
"Kenapa Mon?" tanya Reyhan sambil menyetir
"Lama banget si Lo ngangkatnya." Ucap Monica dari telfon
"Gue lagi nyetir,kenapa?" tanya Reyhan lagi
"Besok rapat,dan Lo harus wajib ikut.Besok Lo udah masuk kan?Heran Lo izin tuh seminggu sendiri,mentang mentang yang punya sekolah aja Lo."
"Ya,besok gue ikut."
"Oke,jangan lupa bawa oleh oleh Lo kan baru liburan."
"Ya." jawab Reyhan sambil mematikan ponselnya dan meletakan disamping nya.
Reyhan melanjutkan menyetirnya kembali,sedangkan Lenta sedikit kesal.Bukannya orang berkendara tidak boleh bermain ponsel?
"Katanya lagi nyetri,giliran ceweknya nelfon asal rebut,haha." sindir Lenta
Reyhan tertawa pelan mendengar sindirian Lenta.
"Ih gausah ketawa deh,lucu?!" tanya Lenta kesal
"Lo cemburu kalo gue angkat telfon Monica?" tanya Reyhan balik
Lenta membuang mukanya dan memakan cemilannya tanpa melirik bahkan menghadap ke arah Reyhan.
"Monica temen gue di organisasi."
"Ya bodo,kalo Monica pacar Lo juga gapapa.Lagian gue bisa bebas,Lo bareng Monica gue bareng Elang,impas kan?" ucap Lenta.
Ucapan Lenta membuat Reyhan emosi,entah setiap mendengar kata Elang Reyhan tidak bisa mengendalikan emosinya.Reyhan memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan mengerem mendadak.
Dug.
"Awh,ish.Lo bisa nyetir ga si?Sakit bego." ujar Lenta sambil memegang dahinya yang terjedot.
Reyhan menatap Lenta dengan tajam dan aturan nafas yang cepat."Gue ga suka Lo deket sama Elang.Udah berapa kali gue bilang ha?"
"Ya suka suka gue lah."
"Sekali lagi,jauhin Elang."
Lenta tidak memperdulikan Reyhan yang sedang mengoceh itu,ia memilih melihat dahinya yang sedikit lebam dari cermin.
"Lo dengerin gue ga?!" bentak Reyhan
"Gausah bentak bentak bisa?! lagian hak gue mau deket sama siapa!" jawab Lenta emosi
"Jauhin.Elang." ucap Reyhan dengan penuh penekanan disetiap katanya.
Lenta diam tidak menjawab.Ia tau,jika Reyhan sudah seperti itu Reyhan tidak pernah main main dengan perkataannya.Reyhan merupakan orang yang memang harus ya ya harus ya jika tidak ya tidak.
Reyhan menarik nafasnya dalam dan menenangkan hati dan pikirannya.
Beberapa menit Reyhan akhirnya melanjutkan perjalanannya dengan memukul setir mobil karena masih emosi.
---
Reyhan sedang berhenti di rumah makan masakan Padang untuk mereka makan siang di apertemen.Lenta yang malas untuk ikut Reyhan,memutuskan untuk tetap didalam mobil dan membuka akun instagramnya karena merasa bosan.
Lenta yang melihat postingan dari Iqbal menahan tawanya.Iqbal yang notabene sahabat dari Reyhan merasa jijik dengan captionnya.Kalo dikata,Iqbal itu memiliki sifat humoris ke semua orang walaupun sebenernya menyebalkan. Lenta meneruskan men scroll keatas dan kebawah karena merasa bosan.
Karena merasa bosan, Lenta mematikan ponselnya dan keluar dari mobil menghampiri Reyhan.
"Ngapain?Masuk." titah Reyhan saat Lenta akan menghampiri Reyhan yang sudah membalik menuju mobilnya.
"Lo lama banget si?!!" gerutu Lenta dengan kesal sambil masuk kedalam mobil.
"Liat,rame." ucap Reyhan sambil menunjuk rumah makan Padang itu yang ramai pembeli.
Reyhan pun menyalakan mobilnya dan melakukannya menuju apartemennya yang hampir dekat.
Reyhan memilih apartemen pribadinya karena tidak terlalu jauh dari sekolah.Apertemen itu adalah hadiah dari orang tua Reyhan disaat Reyhan berulang tahun.
Karena apartemen itu kosong,jadi Reyhan memutuskan untuk membawa Lenta agar menjadi tempat tinggal mereka setelah mereka menikah.