Bagian 37

1323 Kata
Reyhan merenggangkan otot ototnya karena merasa pegal.Ia melihat jam dimeja nakasnya yang menunjukan pukul 3.45 pagi.Reyhan melihat ke sisi kirinya sudah terdapat Lenta yang sedang tidur. Reyhan membangunkan Lenta untuk menyuruh Lenta membereskan semua barang ke dalam koper,karena hari ini adalah hari kepindahan Reyhan dan Lenta ke apartemennya. "Len bangun,udah pagi." ucap Reyhan Tak ada sedikitpun pergerakan ditubuh Lenta,hanya dengkuran.Memang,Lenta sangat sulit dibangunkan.Ia harus dibangunkan dengan diguyur air baru bisa bangun. "Len,gue bilang bangun ya bangun!" gentak Reyhan sambil menggoyangkan tubuh Lenta dengan kasar. Lenta kesal dan bangun."Apa si Rey?!Ga pernah ya Lo kasih gue ketenangan sebentar?Gue tuh ngantuk!Semalem gue balik pagi dan Lo ganggu gue!" "Oh,jadi Lo balik pagi?Iya?Bagus." ujar Reyhan Lenta merasa bodoh,mengapa dirinya bisa keceplosan seperti itu. "Ya gue pergi hangout bareng anak anak." "Tanpa izin suami?" "Ya kan gue juga sebelumnya udah bilang." "Gue gamau tau,Lo bangun sekarang.Beresin barang barang yang mau Lo bawa ke apartemen.Hari ini kita pindah." Lenta mendelik kan matanya kaget.Secepat itu? "Sekarang Rey?Ga kecepetan?" tanya Lenta "Gak,buruan beresin,mumpung kita masih izin sekolah kalo besok besok Lo mau pas hari sekolah?" "Oke oke." jawab Lenta ngalah. Susah ya jadi istri,harus ini itu dan begitu.Itu yang ada dibenak Lenta.Baginya perjodohan ini membawa Lenta kedalam dunia yang berbeda,antara merasa dikekang dan terjaga. --- "Pagi mamah papah." ucap Lina yang sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ryan yang tengah membaca koran di meja makan pun memberhentikan kegiatannya itu dan mencium anak keduanya itu."Selamat pagi anak papah yang cantik.Udah siap?" tanya Ryan. "Udah dong pah,Lina udah siap sekolah." jawab Lina dengan senang. Nasya yang sedang memasak sarapan untuk keluarganya merasa senang dengan kebahagian anaknya itu. "Lina mau pakai telor mata sapi atau sosis untuk nasi gorengnya,sayang?" teriak Nasya "Lina mau dua duanya mah." jawab Lina Nasya sedang memasak nasi goreng untuk keluarganya,biasanya Nasya akan menyediakan 2 lauk tambahan seperti telor mata sapi atau sosis atau bahkan nugget. Sedangkan bi Ijah sedang bebenah rumah,memang untuk memasak terkadang Nasya yang memegang dan bebenah untuk bi Ijah karena Nasya tidak bisa diam hanya duduk duduk dirumah. "Yuk sarapan,nih mamah udah masak nasi goreng." ucap Nasya sambil meletakan nasi goreng dan lauknya dimeja makan. "Euhm,enak banget mah." ujar Ryan "Kamu ini pah,kaya baru makan masakan mamah aja." jawab Nasya sambil mengambil nasi goreng untuk Ryan dan Lina. "Dimakan ya anak mamah.Biar ga sakit perut disekolah." ucap Nasya Lina pun mengangguk kan kepalanya senang dan melahap nasi goreng buatan mamahnya itu. Disaat mereka sedang makan,Reyhan dan Lenta turun dari kamarnya dengan membawa beberapa koper besar. Lina yang tadinya sedang melahap nasi gorengnya melihat ke arah Lenta dan Reyhan dengan tatapan bingung."Abang sama kakak mau pergi lagi?" tanya Lina Nasya dan Ryan yang tadinya sedang menyantap makanannya pun melihat pula kedatangan Reyhan dan Lenta yang sudah membawa koper. "Hari ini Reyhan kalian pindahnya?" tanya Ryan "Iya pah,mumpung sekarang kita masih izin sekolah jadi bisa beres beres diapertemen." jawab Reyhan "Yaudah kaliann sarapan dulu ya,mamah udah masak nasi goreng untuk kalian." ucap Nasya.Reyhan dan Lenta pun duduk dimeja makan,Reyhan disebelah Lina dan Lenta disebelah Nasya. "Abang mau pindah rumah?" tanya Lina lagi. Reyhan mengelus rambut Lina, sebenernya tidak tega tapi itu sudah menjadi keputusan nya untuk hidup berkeluarga yang mandiri. "Abang sama kakak mau pindah ke apartemen.Kan sekarang kakak sama abang udah berkeluarga." jawab Reyhan "Tapi kan kita juga keluarga bang,terus Abang kenapa pindah?" Sebelum Reyhan menjawab,Lenta lebih dulu menjawab dengan ketus."Biar ga Lo porotin terus duitnya." Reyhan melirik tajam ke arah Lenta. "Kakak!" ucap Ryan dan Nasya secara bersamaan. "Lah kan bener ya?Biar ga Lina porotin terus." ucap Lenta dengan santai Lina tengah mendunduk,merasa bersalah kepada Reyhan. "Abang,jangan pindah ya.Lina janji Lina ga akan minta macem macem ke Abang." ucap Lina sambil menahan tangisnya. Reyhan menghela napasnya.Sebenarnya ia sangat marah kepada jawaban Lenta yang tadi,tapi ia tidak mungkin marah dihadapan mertua dan adik iparnya itu. "Jangan dengerin kak Lenta ya.Abang sama kakak pindah bukan karena Lina kok." jawab Reyhan sambil memeluk Lina yang sudah menangis "Kakak lain kali tuh jangan gitu sama adiknya.Lina masih kecil,kamu tuh terlalu kasar sama adiknya.Kamu udah besar,udah nikah,ke adiknya aja gitu gimana nanti ke anak kamu?Mau terus kaya gitu?Heran mamah sama kakak.Ga pernah akur sama adiknya." ucap Nasya sambil berdiri menghampiri Lina yang sedang dipeluk Reyhan. "Ayo sayang,jangan nangis ya.Yu udah ikut mamah dulu.Kan mau sekolah,jangan nangis ayo." bujuk Nasya kepada Lina Lina pun ikut dengan Nasya sambil digendong dan Nasya membawanya ke ruang keluarga untuk memenangkan. Suasana meja makan pun hening,tidak ada suara apapun.Ryan dan Reyhan diam sambil menatap ke arah Lenta. Lenta yang merasa dirinya sedang ditatap oleh papah dan suaminya pun berhenti makannya. "Kenapa?" tanya Lenta santai sambil menatap ke arah Reyhan dan Ryan. Ryan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lenta yang tak sadar dengan perilakunya dan bangkit menghampiri Lina dan Nasya. Hanya ada Reyhan dan Lenta di meja makan.Reyhan dan Lenta bertatap muka.Hanya saja tatapan muka Reyhan seperti ada sebuah kekecewaan. "Heran gue sama Lo len.Lo ngomong ga pernah disaring?Lo tau Lina itu masih kecil dan gatau apa apa,dan Lo dengan gampang ngomong kaya gitu ke anak kecil?Otak Lo ditaroh dimana?Jiwa ke kakak kakak an Lo dimana?" ujar Reyhan dengan datar. Lenta hanya memainkan makanannya dengan sendok dan garpu nya tanpa menjawab pertanyaan Reyhan. "Gue bahkan yang pengin punya adik itu susah.Dan Lo?Yang udah dikasih adik bukannya dijaga disayang tapi Lo malah nyakitin.Punya hati sama otak ga si Lo?Oya,gue inget.Cewek macem Lo mana punya hati sama otak." ucap Reyhan menohok dan pergi meninggalkan Lenta sambil membawa beberapa koper yang bisa ia bawa. Lenta kaget dengan pernyataan Reyhan itu.Hatinya panas dan geram."Ah s**t!b*****t emang!" ujar Lenta kesal sambil meletakan sendok dan garpu nya dengan kasar. --- Lina yang tengah digendong dengan Ryan sudah tenang.Karena hal tadi,Lina jadi izin sekolah sehari karena tidak mungkin Lina datang ke sekolah dengan kondisi seperti ini. "Udah ya,Abang sama kakak kan pindah bukan karena adek.Jangan nangis dan jangan dipikirin ya.Abang sama kakak pindah karena mereka mau hidup mandiri,besok kalo udah gede Lina pasti paham." ujar Ryan sambil mengelus pundak Lina yang tengah digendong. Nasya sedang duduk,sedangkan disampingnya sudah ada Lenta.Lenta tau,jika Nasya sudah mendiamkannya itu tandanya ia sedang marah. Reyhan yang tengah memindahkan koper kedalam bagasi.Dan memanaskan mobilnya. "Mah." ucap Lenta Nasya tetap diam tanpa memperdulikan panggilan Lenta. "Mah,maafin Lenta." ujar Lenta sambil memegang tangan Nasya. Nasya menghela napasnya dan beralih menatap Lenta."Mamah ga marah sama kakak.Mamah cuma sedikit kecewa kakak ga pernah ubah sikap kakak ke adek.Adek itu masih kecil,wajar kalo dia selalu minta ini itu.Mamah juga gamau Lina selalu tergantung sama Reyhan apalagi Reyhan selalu ngasih dan manjain Lina.Ditambah kamu yang selalu kasar ke Lina.Lina pemikirannya masih belum dewasa,pasti dia akan selalu mikir kepindahan kalian itu karena dia." Lenta mencerna ucapan Nasya.Ya memang benar,dirinya terlalu kasar terhadap Lina.Tapi Lenta sangat menyayangi Lina."Lenta tau mah,Lenta salah.Maafin Lenta yang belum bisa bener jadi kakak buat Lina.Maafin Lenta mah maaf." ucap Lenta sambil menduduk. "Udah kak,gapapa.Lain kali jangan gitu lagi ya.Harus diubah sikap nya." "Iya mah,Lenta bakal usahain itu." jawab Lenta sambil memeluk Nasya. "Yaudah yuk,Reyhan pasti udah nungguin." Lenta hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar menghampiri Reyhan. Saat didepan,Reyhan dan Lina sedang bersenda gurau dengan ditemani Ryan yang sedang membaca koran. "Udah selesai?" tanya Reyhan yang sadar jika Lenta sudah keluar.Lenta hanya mengangguk kan kepalanya. "Yaudah yuk.Mah pah Reyhan sama Lenta pamit dulu ya."Ucap Reyhan sambil berpamitan kepada Ryan dan Nasya. "Hati hati dijalan ya,jangan ngebut bawa mobilnya." ucap Nasya "Jaga diri kalian ya.Reyhan,papah titip Lenta.Papah serahin semuanya tentang Lenta ke kamu.Dan kamu Lenta,jangan jadi istri yang durhaka." ujar Ryan. Lenta mencium tangan Nasya dan Ryan secara bergantian dan memeluknya. "Lina,Abang sama kakak pergi dulu ya.Abang bakal usahain sering main kesini kalo Abang ga sibuk." ujar Reyhan sambil memeluk Lina. Begitu juga dengan Lenta yang ikut memeluk Lina dan memberikan coklat yang ia punya untuk Lina."Nih coklat buat adek gue.Maafin gue ya dek." ujar Lenta sambil memberikan coklat kepada Lina. Lina menganggukkan kepalanya dan mengambil coklat itu."Makasih kakak." ucapnya dengan tersenyum. Lenta dan Reyhan pun masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju apartemen nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN