Tepat pukul 7 malam,Lenta sudah bersiap siap menggunakan casual outfits nya.Lenta tengah berada didepan cermin riasnya sambil memoleskan make up tipisnya agar tidak pucat.
Lain halnya dengan Reyhan yang sedikit tidak suka dengan pakaian yang dikenakan oleh Lenta yang terlalu terbuka itu.
"Ganti Len." ucap Reyhan datar
Lenta yang sedang memoleskan makeup-nya pun memberhentikan kegiatan nya itu dan memutar badannya kearah Reyhan yang tengah duduk di sofa kamarnya."Lo pikir gue suruh pake apa?Bh doang?"
"Ganti yang tertutup gitu ga buka buka."
"Buka buka gimana si Rey?Lagian ini juga udah pas kok.Gausah ngerusak mood gue deh." jawab Lenta kesal dan melanjutkan kegiatan make up-nya yang tertunda tadi.
Reyhan mendengus kasar,ia tidak melarang Lenta menggunakan model baju seperti apa.Tapi ia tidak suka jika Lenta menggunakan model baju terbuka dan terlalu bar bar yang mempertontonkan tubuhnya.
Bagi Reyhan,tubuh Lenta hanya khusus untuk dirinya bukan untuk tontonan orang lain karena ia menyayangi Lenta dan tidak ingin Lenta rusak karena ulah tatapan tatapan nakal cowok lain yang melihat tubuh Lenta.
Lenta sudah bersiap siap dan mengambil kunci mobilnya yang digantungkan di sebelah meja riasnya.
"Rey gue pergi bareng anak anak." pamit Lenta
"Balik sebelum jam 9."
"Lo kejem banget si!Gue balik aja biasa jam 10 jam 11 bahkan pagi aja ga ada yang ngurusin."
"Sekarang gue yang ngurusin elo."
"Terserah serah,kesel gue."
Lenta keluar dari kamar dengan raut muka yang kesal dan membanting pintu kamarnya dengan keras.
---
"Dasar cabek,janjian jam berapa dateng jam berapa." gerutu Ibra ketika Lenta baru sampai di caffe.
Lenta hanya nyengir tak berdosa dan duduk disebelah Ibra.Malam itu hanya ada Ziko,Zahra,dan ibra,yang lain nya tidak bisa ikut karena ada urusan pribadi masing masing.
"Len,gue mau ngasih tau Lo sesuatu." ucap Zahra
Lenta yang tengah membuka buku menu langsung memajukan bibirnya,"Bentaran elah,gue juga belum mesen makanan."
"Makannya jangan kek jam kolor." cibir Ziko
Lenta pun memesan makanan yang ia inginkan kepada pelayan caffe itu.
"Mau bahas apaan si?Penting banget y?" tanya Lenta
"Penting bahkan nyangkut nama baik Lo." ujar Zahra sambil mengambil ponselnya
"Tentang apa si?Kek pejabat aja."
"Bisa ga si Lo serius bentaran,Lo tuh kebanyakan bercanda." kesal Ziko
Memang diantara mereka semua,hanya Ziko yang selera humornya sedikit rendah karena ia lebih suka yang serius tapi pasti tidak banyak bercanda disaat memang sedang serius,Ziko bisa berubah seperti singa kelaparan jika sudah marah.
"Sante kali bang zikooo.Ya kan,Bra?" tanya Lenta kepada Ibra.Ibra hanya menganggukkan kepalanya.
"Gue mau nunjukin sesuatu soal Elang ke Lo." ujar Zahra saat memegang ponselnya.Namun sayang,ponsel milik Zahra mati karena kehabisan batrai.
"Ih kesel,lagi penting gini harus banget mati." ujar Zahra kesal
"Lo semua mau ngisengin gue ha?"
"Ini beneran serius Len!" ucap Zahra
"Apa si sangkut paut sama Elang?Ngapain?Kenapa?Heran gue."
Disaat Ibra akan menjawab pertanyaan Lenta,pelayan datang membawa pesanan Lenta."Selamat menikmati mba." Ujar nya sambil pergi.
"Elang ada niatan memperkosa elo." ujar Ibra.
Lenta yang mendengar itu langsung tertawa sangat keras hingga beberapa pengunjung caffe itu melihat ke arah Lenta.Ibra,Zahra,dan Ziko melihat Lenta secara bersamaan dengan tatapan yang aneh.
"Lo ngaco deh Bra, Elang mana berani ngelakuin hal gitu ke gue.Please deh,kalian kalo ngajak bercanda yang bener." ucap Lenta sambil tertawa
"Kita semua serius Len.Bahkan kita denger langsung.Kenapa si Lo tuh ga percaya?" tanya Zahra
"Gini deh, Elang pacar gue.Selama ini dia cuma manfaatin gue cuma sebagai pelampiasan,bukan pelampiasan kelamin.Jadi ga mungkin Elang bakal ngelakuin hal itu ke gue."
"Susah emang ngomomg sama cabe,yang idupnya tenang otak kagak dipake." ucap Ziko.
Lenta tersedak mendengar ucapan Ziko."Uhuk,gila sadis bahasa babang ternyata,haha."
"Udah deh makan deh makan,gue tratkir hari ini.Tapi stop ya gausah bahas Elang.Ngakak aja gitu kalian tuh ngisengin gue cara begituan."
"Ntar kalo Lo udah kena perangkap,baru tau rasa Lo be." Bisik Ibra.
Lenta tidak memperdulikan ucapan teman temannya.Elang tidak mungkin mengambil keperawanan nya,karena Elang tau bahwa mahkota suci Lenta hanya untuk suaminya kelak.
"Buruan deh makan,selesai makan kita hangout ,lama kan ga pernah keluar bareng."
"Oke.setuju gue" ucap Zahra
Mereka pun menghabiskan pesanan mereka,selesai makan mereka akan pergi jalan jalan yang membuat Lenta lupa waktu.
---
Reyhan yang masih menunggu Lenta dikamarnya sudah sangat mengantuk.Ini sudah pukul 10 malam lewat,tetapi Lenta masih belum balik.
Reyhan memutuskan menyalakan televisi untuk menonton acara,hingga akhirnya Reyhan sendiri ketiduran karena sudah merasakan kantuk sejak tadi.
Ceklek
Lenta membuka pintu kamarnya secara berhati hati,ia pulang pukul 11 malam karena terlalu asik dengan teman temanya.
"Syukur udah tidur." batin Lenta.
Lenta melihat Reyhan yang sedang tertidur sangat pulas dengan posisi duduk di kasur nya.Lenta merasa kasian,hingga ia mencoba mengubah posisi tidur Reyhan agar lebih nyaman dan menyelimutinya.
"Gue harap Lo ga akan kecewa sama gue rey setelah Lo jatuh hati ke gue." Ucap Lenta dalam hatinya sambil tersenyum.
Karena capek,Lenta pun ikut tidur disebelah Reyhan tanpa membersihkan dirinya dan berganti pakaian.