Chapter 14: The Lunch

1816 Kata

Adya POV “Mas, kan saya sudah bilang hari ini saya mau traktir mas Adya. Kok jadi mas Adya sih yang siapkan makan siang kita?” Protes Dira saat ia mengikuti Adya berjalan menuju ruangan kantornya. Suasana lantai dua kantor Adya sepi karena semua karyawan sedang makan siang di kafetaria lantai satu. Adya tersenyum, hatinya gemas akan Dira yang benar-benar teguh tidak mau merepotkan dan selalu berusaha menolak pemberiannya, padahal seandainya Dira tahu, tanpa diminta pun Adya siap memberikan segalanya untuknya. “Hari ini kan kamu sibuk, dan kamu datang kesini sebagai tamuku. Nanti kalau kita janjian lagi, giliran kamu deh yang traktir aku.” Jawab Adya sambil membukakan pintu ruangannya. Jadi kita ada alasan untuk bertemu lagi, Dira. Ucap Adya dalam hatinya. “Kamu suka makanan Jepang kan?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN