Dira POV “Lo gila ya?” Dira menoleh saat mendengar Tristan berteriak. Betapa kagetnya ia ketika melihat kepala dan baju Tristan sudah basah terkena s**u dan sereal. Ternyata s**u yang membasahi tangannya tadi. “Lo duduk di kursi gue,” Adya berkata pendek, lalu meletakkan mangkoknya yang telah kosong di meja. Dira melongo. “Lo nggak tau gue siapa???? Berani-beraninya lo,” Tristan meledak sambil menarik kerah baju Adya. Dengan tanpa ekspresi, Adya melepaskan pegangan Tristan dari kerah bajunya lalu mengeluarkan kartu namanya dari dompetnya. “Lo bisa kontak kantor gue, nanti biaya kerusakan baju lo gue ganti. Sekarang, gue mau sarapan dulu.” Lanjut Adya santai, lalu duduk di kursi yang tadi diduduki Tristan. Dira hanya terdiam, berusaha memahami situasi. “Kamu suka jus jambu ngga? Ini ak

