Adya POV Begitu pintu kamar dibuka, Dira langsung menekan tombol lampu di dekat pintu. Hanya satu lampu yang menyala yaitu lampu ruang tengah, sementara lampu kamarnya di dekat jendela tetap mati. “Wah benar nih kayanya putus lampunya.” Komentar Dira sembari berulang kali menekan saklar. “Biar kuganti lampunya,” Adya menyahuti. “Kamu ada tangga, sayang?” “Kayanya tangganya di kantor Lisa mas.” “Ya sudah aku pakai kursi ini saja ya.” Adya lalu membawa salah satu kursi makan ke bawah lampu kamar yang mati. Dira mengeluarkan kotak lampu baru dari lemarinya dan memberikannya pada Adya. “Bisa mas?” Tanyanya sembari memegangi kursi ketika Adya menaikinya. “Bisa, sampai kok nih.” Tinggi badan Adya membuatnya dapat mencapai langit-langit kamar Dira dengan mudah. “Kamu hebat deh, punya p

