Dira POV Dira lalu mengangkat wajahnya dan mendapati sumber suara. Seperti yang ia duga, itu suara Devin, kini mendekati meja mereka dengan ekspresi wajah heran yang tetap angkuh. Bagus sekali Dira. Sudah dijebak Arya, ketemu Devin lagi. Dira merutuki nasib jeleknya dan menundukkan wajahnya, rasanya kalau bisa ia ingin terjun saja sekarang dari jendela restoran ini. “Anda siapa?” Arya bertanya pada Devin. “Lah lo siapa?” Devin bertanya balik dengan arogan. “Saya sedang ada urusan pribadi dengan Dira, bisa tolong tinggalkan kami?” Pinta Arya, terdengar berusaha sesopan mungkin. Tapi tentu saja Devin tidak bisa diperintah seperti itu. Dia malah mencibir dan duduk santai di kursi kosong di tengah mereka. “Ada urusan apa lo sama calon istri gue?” Sergah Devin sengit, membuat Dira mengang

